Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
, Bab 47


__ADS_3

Kinanti langsung masuk ke dalam kamar hotel tanpa berbasa-basi dengan Dimas yang masih berada disebelahnya, menyaksikan hal itu Dimas hanya geleng-geleng kepala sambil terus melangkah masuk ke dalam kamarnya yang berada disebelah kamar Kinanti.


Kinanti melemparkan tasnya ke atas tempat tidur, menyalakan tv lalu duduk melamun di sofa yang ada didalam kamar hotel. Tv cuma dinyalakan tapi tidak ditonton pikirannya melayang mengingat kejadian tadi.


Pertemuan dengan Arga membuka kembali luka lama, luka yang hampir sembuh itu kini terasa sakit lagi, namun dia juga merasa bersalah karena sudah membohongi Arga tentang keberadaan Daffa. Hish ditepisnya pikiran itu, kenapa juga harus merasa ngga enak terhadap Arga, batin kinanti. Ingat Kinanti masa-masa sulit yang harus kau jalani dulu, ngga perlulah memikirkan orang lain, suara hatinya berkata. Ya aku ngga perlu memikirkan orang lain, yang harus aku pikirkan cuma diriku dan Daffa dan orang-orang baik di sekitarku, bisiknya dalam hati. Setelah cukup lama berperang dengan batin dan perasaannya.


Akhirnya Kinanti masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu dia sholat, curhat dengan sang pencipta sambil berlinangan air mata, dia meminta petunjuk kepada Allah jalan yang terbaik untuk semuanya ini, walaupun dia sendiri belum tahu itu apa tapi Kinanti yakin kalau Allah akan membantu hambanya yang lemah.


Kinanti membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil memandangi gambar Daffa yang sedang tertawa, dipeluknya ponsel nya seolah memeluk Daffa dan lama-lama dia tertidur.


Sementara itu keadaan Arga tidak jauh berbeda dengan Kinanti, dia gelisah, ngga bisa tidur, padahal sudah tengah malam. Selesai membersihkan diri Arga berjalan keluar ke arah balkon, dia duduk menyendiri mengingat kejadian tadi.


Disaat dia sudah pasrah mencari keberadaan Kinanti tiba-tiba Allah mempertemukan mereka tanpa disengaja. Allah mempertemukan dirinya dengan gadis yang sangat dicintainya, gadis yang sudah dia sakiti hatinya.


Andai dulu dia punya keberanian lebih untuk menentang orangtuanya mungkin saat ini dia dan Kinanti juga anak mereka sudah hidup bahagia. Namun semuanya telah terjadi, Ada kekecewaan dan kesedihan dalam dirinya, dia berharap Kinanti masih mempertahankan anak mereka, tapi ternyata anaknya sudah tidak ada.


Aaahhhhh..... teriak Arga sambil menjambak rambutnya sendiri, dia menyesali semua yang telah terjadi, namun Arga pun paham akan posisi Kinanti, mengerti mengapa Kinanti harus melakukannya.


Sayup-sayup terdengar nyanyian dari cafe yang ada disekitar dekat hotel Arga. Sebuah lagu dari band terkenal ibukota yang membuat dirinya makin larut dalam kesedihan


Akhirnya 'ku menemukanmu

__ADS_1


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya 'ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


,


Kuberharap engkaulah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti kusanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahanku


Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku

__ADS_1


Akhirnya 'ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Kuberharap engkaulah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti kusanding dirimu (sanding dirimu)


Miliki aku dengan segala kelemahanku (segala kelemahanku)


Tanpa terasa buliran bening mengalir dari pelupuk matanya, dan tiba-tiba saja dia terbayang wajah Daffa. Aih kenapa wajah bocah kecil itu yang terbayang dimataku, kenapa tiba-tiba aku kangen sama dia ya, apa karena rasa sedih yang aku rasakan kehilangan anak yang membuatku teringat akan Daffa. Arga berjalan masuk ke dalam kamarnya, mengambil ponsel, membukanya lalu mencari potret dirinya dan Daffa yang tanpa Arga sadari kalau Daffa adalah anaknya sendiri. Arga membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil memandangi wajah bocah kecil itu, tampak seraut senyum disudut bibir Arga hingga dirinya tertidur.


Di dua tempat yang berbeda ternyata ada sepasang manusia berbeda gender sedang memandangi gambar Daffa hingga mereka tertidur dalam kesunyian malam.


+++++++++++++++++++++++!++++++++++++

__ADS_1


Hai readers ku tersayang, maaf ya baru up, makasi tuk dukungannya selama ini, saya buat bab 47 ini saat saya Konsul ke dokter menunggu waktu di panggil, lanjut disaat saya harus mendengar keputusan dokter kalau saya harus kemoterapi lagi sebanyak 6x, padahal 2tahun yang lalu saya sudah menjalani kemo sebanyak 8x, tapi itulah hidup ngga selalu sesuai keinginan kita, life must go on, hidup terus berlanjut, saya harus semangat, makanya jadi tuh susah banget buat bab ini dengan pikiran yang bercabang, jadi tolong dimaklumin aja ya kalau banyak kesalahan disana-sini.


Doain ya readers biar segalanya lancar, aamiin.


__ADS_2