
Sementara itu di kota JJ Arga baru sampai di rumahnya, Lisa menyamvut kedatangannya dengan senyum yang mengembang.
"Kamu baru sampai mas, gimana perjalanannya tadi, lancar?" tanya Lisa.
"hmmm." jawab Arga dan Lisa sudah terbiasa dengan ucapan-ucapan singkat dari Arga.
"Aku pikir mas nyampe semalam loh, aku sudah masakin sambel kentang ati tuk mas semalam." kata Lisa lagi.
"Aku mampir ke rumah Ivan. lagian kenapa kamu repot-repot si pake masak segala, aku kan sudah pernah bilang ngga usah ngurusin aku, kita urus saja diri kita masing-masing." kata Arga.
"Kamu tega mas sama aku." kata Lisa sambil terisak dan berjalan tergesa menaiki anak tangga menuju kamar mereka yang ada di lantai dua.
__ADS_1
Arga pun berjalan gontai menaiki anak tangga menuju kamarnya, saat pintu kamar dibuka tampak Lisa masih terisak, ada rasa kasihan dalam hati Arga melihat pemandangan itu, tapi jujur Arga tidak suka diperhatikan oleh Lisa, mungkin maksud Lisa baik ingin menjadi istri yang baik.
"Lisa, kenapa kamu menangis, kamu kan sudah tahu kalau sikap aku seperti ini, jauh dari kata lembut atau romantis, dan kamu tentunya ingat kan kalau pernikahan kita bukan atas dasar cinta, kita menjalani pernikahan ini hanya untuk menyenangkan orangtua kita kan." kata Arga panjang lebar.
"Iya mas aku ngerti kalau kamu ngga pernah mencintaiku, harusnya aku juga ngga usah mencoba mencintaimu karena aku tahu ujung-ujungnya aku yang akan terluka." kata Lisa.
"Aku ngga pernah menyuruhmu tuk mencintaiku kan karena aku tahu itu hanya akan membuatmu sakit hati karena aku ngga akan bisa tuk mencintaimu Lis. separuh hatiku sudah dibawa oleh orang lain!?"kata Arga panjang lebar.
"Maafkan aku Lis., aku ngga bisa menjadi suami yang baik tuk kamu" kata Arga lagi pelan. Lisa semakin terisak mendengar kata,-kata Arga lalu berkata, "Sebetulnya aku ingin mempertahankan pernikahan kita mas, tapi kalau cuma aku yang berjuang rasanya aku ngga sanggup mas."
"Kenapa kita tidak bercerai saja mas daripada kita menyiksa diri kita, mungkin dengan berpisah kita akan menemukan kebahagiaan kita masing-masing." Arga kaget mendengar kata-kata Lisa tapi dia membenarkannya.
__ADS_1
"Yakin Lis kamu ingin kita bercerai, ngga apa-apa buat mama, dulu saat aku menolak pernikahan ini kamu mohon ke aku untuk dilanjutkan karena inii demi kesehatan mama. Lisa terdiam, ya dia teringat dulu dia memohon kepada Arga tuk melanjutkan pernikahan ini demi mamanya, sebab mamanya punya riwayat sakit jantung, jadi dia takut terjadi apa-apa dengan mamanya, tapi apakah dia harus diam saja, pasrah, sampai kapan, dia sudah cukup bertahan dengan pernikahan semu ini tapi lama-lama dia juga nyerah.
"Aku akan menjelaskan kepada mama sejujurnya tentang kita, aku rasa mama pasti mengerti kalau pernikahan kita ngga sehat, insha Allah mama akan mengerti dan baik-baik saja mas." jelas Lisa.
"Terserah kamu Lis ya g terbaik sajalah, terus kapan kita ngomong ke mami papi tentang hal ini.?" tanya Arga.
"Nanti dulu mas kita lihat mood mereka dulu ya, kalau mood mereka lagi bagus kita omongin tapi kalqu mood mereka lagi jelek tunda dulu." jawab Lisa. Keheningan tercipta diantara mereka,
" Lisa....sekali lagi aku minta maaf ya selama jadi suami kamu aku ngga pernah bersikap baik sama kamu." kata Arga sambil memegang tangan Lisa dan mengelusnya. Ya ampun baru kali ini mas Arga bersikap manis terhadapku, batin Lisa.
"Iya mas, sama aku juga minta maaf ya tuk keegoisan aku memaksamu tuk menikahiku padahal dari awal aku sudah tahu tak ada pondasi cinta diantara kita." kata Lisa pelan.
__ADS_1
//////////////////////////////////////////////////////////////////
Hai readers setaku makasi ya atas dukungan kalian selama ini, oh iya jangan lupa tuk mampir ke cerita aku seputih cinta Karina, sudah mulai update lagi loh, jangan lupa juga tuk kasih like, fav, vote dan juga komen.