Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 68


__ADS_3

Malam semakin larut, semuanya mulai tertidur dan hanyut dalam mimpinya.


dert dert dert


Ivan melihat ponselnya Arga is calling, lalu ia menggeser tombol hijau dan menjawab panggilan itu.


Ivan : ya Ga Lo udah nyampe mana


Arga : gue udah nyampe tempat Lo nginep, gue langsung ke kamar Lo ye, mau peluk Dafa.


Ivan : ga enak ga sama Tika dan Bundanya Daffa


Arga : oh Daffa tidur sama bundanya ya, ya udahlah ngga apa-apa.


Terdengar nada suara kecewa dari Arga membuat Ivan merasa kasihan.


Ivan : Daffa tidur sama aku jadi km boleh ke kamar tapi ingat jangan sampai membuat Daffa terbangun ya, tau sendiri Daffa kalau udah liat Lo ngga mau lepas dari lo


Arga : makasi ya Van Lo emang sobat gw yang the best deh, oke bye.

__ADS_1


Tak berapa lama terdengar ketukan di kamar Ivan dan Ivan pun berjalan ke arah luar pintu.


" Hai bro.' sapa Arga dan mereka pun berpelukan.


" Gue boleh ya liat Daffa sekarang, yuk masuk." ajak Arga tak sabaran, dan Ivan sekali lagi mengingatkan Arga apa yg udah dia bilang tadi.


Ivan dan Arga masuk ke dalam kamar, tampak kheysa dan Daffa tidur berdampingan, mereka tetlihat lelap sekali.


Arga berjalan mendekati mereka, pertama dia memeluk Kheysa sambil berkata " hai cantik selamat tidur sayang".


Kemudian Arga mendekati Daffa, memandangi Daffa ditengah cahaya lampu kamar yang temaram. Arga membelai rambut Daffa. mencium pipi daffa dan memeluk Daffa sambil berkata ayah kangen Daffa dan tanpa terasa ada setetes bening yang jatuh ke pipi Daffa. Tiba-tiba terdengar suara Daffa,


"Ayah ayah Daffa Lindu". Arga kaget lalu dia melepas pelukannya ternyata mata Daffa masih terpejam, rupa Daffa ngelindur.


Arga pun melepaskan pelukannya, diciumnya pipi Daffa dan Kheysa sekali lagi. Mereka pun pergi meninggalkan kamar tersebut dengan sebelumnya Ivan meninggalkan pesan kepada Tika. Arga dan Ivan pun mengobrol apa saja di caffe, tentang masalah pekerjaan juga tentang masalah kedipan pribadi mereka. Ivan menceritakan tentang hubungannya dengan Tika, Arga juga bercerita tentang kesepakatan dia dan Lisa tuk berpisah, tanpa terasa sudah satu jam lebih mereka di caffe dan akhirnya mereka memutuskan tuk pulang.


"Thanks ya bro udah nemenin gue malam ini." kata arga.


"Ah Lo kayak sama sapa aja, ya udah sampai besok ya," kata Ivan. Dan mereka pun pulang menuju hotel tempat menginap mereka.Ivan membuka kamar hotelnya, tampak Tika yang sedang menepuk-nepuk xxxxx Daffa.

__ADS_1


" Kenapa Daffa?" tanya Ivan.


" Tadi dia terbangun terus manggil-manggil ayah, om ganteng kayak mau nangis gitu, akhirnya aku ke sini nenangin dia kalau dia sedang bermimpi, Daffa bil ngga katanya ayah cium pipi Daffa," jawab Tika menjelaskan.


" Tadi ayahnya memang ke sini dan sempet cium pipinya tapi kayaknya tadi Daffa ngga terbangun loh," kata Ivan.


"Kok ikatan mereka kuat ya mas seperti bapak dan anak kandung saja." kata Tika.


" Iya say, Oia Kinanti ngga dengar kalau Daffa terbangun?" tanya Ivan.


" Kinan kebangun juga lah mas namanya ibu secape apapun kalau dengar anaknya gelisah pasti tau tapi aku nyuruh Kinanti tidur aja biar aku yang urusin Daffa, aku kasian mas pasti Kinan dari pagi belum istirahat." jawab Tika.


"Ya sudah kamu sana lanjutin tidurmu kan udah ada aku." kata Ivan sambil mengelus pipi Tika dan Tika pun mengangguk dan kembali ke kamarnya.


*******


Pagi hari di hotel kehidupan sudah diwarnai dengan celoteh Daffa dan kheysa yang bolak-balik dari kamar satu ke kamar satunya lagi sampai akhirnya pintu connection dibuka. Mereka memesan sarapan di kamar saja karena Daffa dan kheysa selalu menghindar tiap diajak mandi.


Acara pun dimulai, lagu selamat ulang tahun berkumandang dinyanyikan para tamu, Daffa dan Kheysa ikut bernyanyi sambil tersenyum gembira. Tiba-tiba mata Daffa menangkap sesosok tubuh di kejauhan yang sangat dia kenal, Daffa keluar dari tempat acara, dia mengikuti sosok tersebut yang semakin menjauh, ya langkah kaki Daffa kalah cepat dengan langkah kaki sosok tersebut.

__ADS_1


********************************************


Hai readers setiaku jangan lupa ya tuk tinggalkan jejak like, comment, vote setelah membaca cerita ini ya. Love u


__ADS_2