Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 50


__ADS_3

Kinanti dan Dimas berjalan ke pelaminan untuk bersalaman dengan mempelai pengantin dan juga bapak Rajasa selaku yang punya hajat. Setelah turun dari pelaminan Kinanti mengajak Dimas untuk mencicipi makanan yang tersedia di pendopo makanan. Lagi dan lagi langkah mereka terhenti karena Dimas bertemu dengan rekanannya dan mereka berbasa-basi.


Tiba-tiba terdengar suara dari penyanyi di acara tersebut, "Oke terima kasih untuk para tamu yang sudah hadir diacara pernikahan mbak Andini dan mas Raka, kita doakan semoga pernikahan mereka samawa, ini ada permintaan lagu dari seseorang untuk wanita yang bernama Laras, katanya ini adalah lagu kenangan mereka. Deg hati ku anti berdegub, dia merasa yakin itu pasti atas permintaan Arga, Kinanti meliarkan pandangannya, namun sosok Arga belum terlihat juga.


Laras hati


Berkelana iris janji


Menyulih bisikan


Bisikan memacu hasrat


Desir-desir mimpi


Isyaratkan legit dunia


Kamulah satu-satunya


Yang ternyata mengerti aku


Maafkan aku selama ini


Yang sedikit melupakanmu


Segala santun


Yang kau endap di jiwaku


Tak terisak dulu


Kini kecapkan sesalku


Anyaman cintamu


Terkoyak buram mataku


Kamulah satu-satunya

__ADS_1


Yang ternyata mengerti aku


Maafkan aku selama ini


Yang sedikit melupakanmu


Laras hati


Alirkan diri kembali


Membujur tubuhku


Sejuk pangkuan dirimu


Tak ingin terbungkus


Terbungkus penyesalan


Puing-puing janjiku


Kupugar kembali untukmu


Kamulah satu-satunya


Kinanti hanyut mendengarkan penyanyi itu menyanyikan lagu tersebut. Ya itu adalah lagu kenangan kinanti dan Arga, Arga sering menyanyikan lagu itu dengan suara merdunya diiringi petikan gitarnya dan Kinanti menyukainya.


" Kinan."


"Kinanti." kata dimas sambil menyentuh tangan Kinanti, " kamu melamun ya?" tanya Dimas. Rupanya tanpa Kinanti sadari dia melamun dan lagu yang dibawakan penyanyi tersebut sudah selesai.


"Maaf pak ngga kok saya ngga melamun cuma sedang asik aja mendengarkan lagu yang dibawakan oleh penyanyi itu." jawab Kinanti.


"Yuk kita cicipin makanan atau minuman, kamu kan ngga boleh telat makan." ajak Dimas. Saat mereka mulai mengambil makanan, lagi-lagi Dimas bertemu dengan rekanannya, dan mereka pun mengobrol kembali.


"Sepertinya sedang seru ni, boleh ikutan ngga." kata seseorang yang tiba-tiba muncul ditengah mereka. Kinanti membulatkan matanya saat tahu kalau orang tersebut adalah Arga.


"Hei Ga kok baru keliatan Lo, dari tadi kemana aja atau memang baru datang ya." kata seseorang yg tidak diketahui namanya.

__ADS_1


"Aku sudah datang dari tadi kok, cuma lagi asik saja memandang seseorang dari kejauhan." kata Arga sambil memandang Kinanti, Kinanti pun tertunduk, ada degup tidak beraturan di jantungnya.


"Hai Kinanti apa kabar." sapa Arga ramah sambil menjabat tangan Kinanti.


"Baik pak." jawab Kinanti pelan.


Kinanti merasa jengah karena Arga masih saja memandanginya walaupun dia sedang mengobrol dengan teman-temannya, sedangkan Dimas juga masih asyik didalam obrolan itu, Kinanti sendiri tidak tahu apa yang mereka bicarakan, akhirnya Kinanti berjalan ke arah luar gedung menuju laut, disini juga tersedia berbagai macam makanan dan minuman, juga terdapat kursi-kursi yang dibungkus kain putih. Kinanti duduk melamun seorang diri mengingat peristiwa demi peristiwa yang sudah dia lalui, puding coklat yang diambilnya dibiarkan begitu saja.


****


Flashback on


Arga memandangi kepergian Kinanti ke arah laut, dan dia mengikutinya, diperhatikan gerak-gerik Kinanti dan diapun melihat Kinanti menangis, begitu beratkah bebanmu sayang, atau akulah yang membuat dirimu menangis, batin Arga.


Flashback off


"Kenapa duduk sendiri disini Laras." kata Arga sambil memberikan tisu, Kinanti kaget saat menyadari Arga sudah disampingnya, dia segera berdiri dan berjalan tapi langkahnya terhenti saat Arga menarik tangannya.


"Plis Laras duduklah disini disampingku, sebegitu bencinyakah kau terhadapku?" tanya Arga. Akhirnya Kinanti duduk kembali tanpa melihat kepada Arga, pandangannya lurus ke depan memandang lautan, dan setelah sepuluh menit duduk tanpa ada percakapan diantara mereka Kinanti berdiri.


"Mau kemana Laras." tanya Arga.


"Saya mau ke dalam menemui pak Dimas, sudah terlalu lama saya diluar takut dia mencari-cari." jawab Kinanti.


"Tidak bisakah kita mengobrol dulu disini Laras." pinta Arga.


"Apa yang akan kita bicarakan lagi kak, kayaknya sudah ngga ada lagi deh." kata Kinanti.


"Aku juga pengen bahagia kak, ngga harus menangis terus, ijin kan Laras bahagia kak." pinta Kinanti sambil berlinangan air mata.


"Ohh jadi bersamaku kau tidak bahagia ya, hanya ada airmata saja, beda saat kau bersama dengan Dimas." kata Arga emosi.


"Kenapa pak Dimas dibawa-bawa si, dia ngga ada hubungannya kak." kata Kinanti.


Dari kejauhan Dimas yang sejak tadi mencari-cari Kinanti melihat Kinanti dan Arga dalam pembicaraan serius dan terlihat juga Kinanti yang menangis di depan Arga. Ada apa ya kenapa Kinanti menangis, kenapa mereka bicara serius sekali, batin Dimas.


++++++++++++++++++++++++++++++++

__ADS_1


Hai pembaca setiaku, terimakasih ya atas dukungannya selama ini, jangan lupa tuk kasih like, fav, vote, komen biar author nya lebih semangat lagi


__ADS_2