
Di gedung Rajasa kami diantar ke ruangan meeting, sudah banyak yang hadir dari perusahaan-perusahaan lain yang ikut tender. Dimas meluaskan pandangannya seolah mencari-cari seseorang, saat melihat Diana wanita yang tadi pagi ditemuinya di bandara, Dimas pun berjalan menuju ke arah wanita tersebut dan mengajaknya bicara Siapa si cewe cantik itu kayaknya dari tadi pagi pak Dimas serius bicara dengan dia, ada apa ya, kolega nya atau pacarnya kali ya batin Kinanti.
Haish ngapain juga mikirin itu , mau itu pacarnya, koleganya, tantenya, neneknya masa bodohlah, Kinanti menepis pikirannya. Kemudian Dimas kembali lagi ke kursinya, tak berapa lama datang pak Rajasa memulai meeting tersebut. Dan meeting berakhir setelah dua jam. Mereka pun kembali ke hotel mereka tuk beristirahat. dIdalam perjalanan Kinanti membuka pembicaraan.
" Pak Dimas.... besok meeting sekitar jam berapa ya biar saya bisa siap-siap ngga ketiduran lagi." ujar Kinanti tersipu.
" Kata siapa besok ada meeting, meeting cuma hari ini saja kok." jawab dimas santai.
" Kalau gitu kita bisa pulang hari ini juga dong pak kan udah ngga ada kegiatan lagi disini?" tanya Kinanti.
" Siapa bilang sudah tidak ada kegiatan lagi, besok resepsi pernikahan anaknya bapak Rajasa, dan kita akan menghadiri pesta itu." jelas Dimas.
" Kita!! maksud bapak saya juga gitu." Dimas menganggukkan kepalanya.
" Boleh ngga saya ngga usah ikut ke acara itu pak, saya dihotel saja ya?" pinta Kinanti.
" Ngga bisa kamu harus ikut nemenin saya ke pesta itu, ntar sore kamu ditemani Danu mencari gaun tuk acara besok." perintah Dimas, dan Kinanti pun diam tak bersuara lagi sampai mereka masuk ke dalam kamar masing-masing.
Di dalam kamarnya Dimas teringat sesuatu, akhirnya dia mengambil ponselnya lalu menelpon.
__ADS_1
Dimas : Hallo Ga gimana keadaan Tante, kata Diana pagi tadi Tante jatuh ya
Arga : Hei Dim, mami ngga apa-apa kakinya terkilir dikit
Dimas : Alhamdulillah tapi kenapa Lo ngga ikut rapat tadi sebab kata Diana Lo akan ikut rapat kalau Tante ngga apa-apa
Arga : Pesawatnya delay Dim, jadi ya telatlah tuk ikutan rapat juga, gue ini udah nyampe sini kok cuma gue langsung ke hotel istirahat.
Dimas : oh syukurlah kalau Lo udah nyampe, ntar malam keluar yukk
Arga : Boleh, gue yang traktir, ajak si Danu dan pegawai yang Lo bawa kesini, gue juga ntar ngajak Diana dan Andre.
****
Malam hari di sebuah restoran mereka bertemu untuk makan malam. Dimas pun mendatangi restoran yang telah dibooking Arga.
" Dim....Lo cuma berdua aja, mana si Danu yang selalu ngikutinLo kemana-mana, dia ada kan, kok ngga keliatan?" tanya Arga saat melihat Dimas datang berdua dengan Julio, karena setahunya Danu selalu ikut dengan Fimas.
" Oh iya Ga Danu lagi nemenin sekretaris gue ke butik cari gaun tuk acara besok ntar juga mereka kesini kok ikut gabung." jelas Dimas.
__ADS_1
*
Kinanti berada di sebuah butik di kota BB atas rekomendasi kolega Dimas, dia bingung disini terlihat gaun-gaun dengan harga fantastis. Setiap kali dia pilih pasti pilihannya selalu ditolak oleh petugas yang menemani dia meilih-milih gaun, sampai akhirnya petugas itu membawakan dua buah gaun cantik sambil berkata " gaun seperti ini Bu yang diinginkan pak Dimas". Kinanti disuruh menjajal gaun-gaun tersebut kedua gaun tersebut pas di badan Kinanti dan diam-diam dia memfoto Kinanti lyang sedang memakai gaun te sebut lslu mengirimkan foto tersebut kepada Dimas, Dimas memilih gaun pertama tuk Kinanti, lalu petugas itu mencarikan sepatu dan tas pesta yang sesuai dengan gaun tersebut.
" Bu.... bapak memilih gaun yang pertama berwarna pink ini.* kata mbak oetugasnya, Kinanti pun tersenyum sambil membatin, kenapa juga aku harus ikut ke butik kalau ternyata pilihan tetap berada ditangannya.
Kemudian Danu melakukan transaksi pembayaran dengan memberikan kartu kepada mbak penjaga tadi dan membawa gaun tersebut sambil mengucapkan terima kasih dan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju restoran yang telah Dimas kirimkan alamatnya.
Sampai di restoran Danu berbincang dengan petugas restoran lalu mengantarkan mereka ke ruangan yang telah dibooking. Sampai di depan pintu ruangan Danu mengetuk pintu dan terdengar suara Dimas yang menyuruh mereka masuk.
Tampak konsep Didalam ruangan itu seperti restoran Jepang, mereka duduk lesehan di bawah. Diruangan itu sudah ada lima orang, tampak Julio, ada laki-laki yang duduk agak miring karena sedang menerima telpon jadi tidak kelihatan wajahnya, disebelah laki-laki itu ada wanita cantik dan laki-laki yang tadi pagi ketemu di bandara sedangkan Dimas duduk di depan laki-laki yang sedang menerima telpon.
Kinanti menatap Dimas dan Dimas memberi kode untuk duduk didekatnya yang berhadapan dengan wanita cantik itu sedangkan Danu mengikuti Kinanti duduk disebelahnya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++
Hai readers sabar ya....bentar lagi Kinanti dan Arga ketemu kok, ini juga udah berada dalam satu ruangan cuma mereka belum menyadarinya. Pliss jangan bully saya ya.
Oh iya jangan lupa tuk kasih like, vote, fav dan komen ya.
__ADS_1
Thanks readers....love you