Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 42


__ADS_3

Kami tiba di kota BB pada jam sepuluh tiga puluh menit waktu setempat sedangkan meeting baru akan dimulai jam dua siang nanti. Dimas memutuskan untuk beristirahat di hotel tempat kami menginap.


Mobil membawa kami memasuki hotel xxx, salah satu hotel bintang lima di kota BB dengan panorama laut di depan hotel tersebut.Dimas, Danu dan kinanti turun sedangkan Julio melanjutkan perjalanan ke perusahaan Berdikari untuk presentasi gambar hotel yang sudah dia buat yang diminta perusahaan tersebut.


Mereka memasuki kamar masing-masing, kamar Kinanti berada disebelah kamar Dimas.


Sesampainya di dalam kamar Kinanti disuguhi dengan kemewahan interior kamar tersebut, diapun mencoba tuk berendam di bathtube dengan wewangian aroma therapy. Selesai mandi, Kinanti berbaring di kasur super empuk yang bisa tuk tidur empat orang. Duh coba Daffa ikut pasti dia akan senang main lompat-lompat diatas kasur ini, batin Kinanti. Mungkin karena lelah dan bangunnya lebih pagi diapun tertidur.


Kinanti terbangun saat terdengar ponselnya berbunyi berkali-kali, dilihatnya, bos jutek is calling. Dia pun menggeser tombol berwarna hijau .


Kinanti : Hallo


Dimas : hampir saja saya mendobrak pintu kamar kamu kalau sampai telpon saya yang ini ngga kamu angkat, kamu lagi ngapain si

__ADS_1


Kinanti : maaf pak saya ketiduran


Dimas : kamu tidur atau pingsan, lama Lo saya coba telponin kamu


Dimas : iya maaf pak


Dimas : ya sudah sekarang kamu siap-siap, setelah itu kita makan siang dulu sebelum meeting, saya tunggu tigapuluh menit ya, kamu tunggu di depan pintu kamar kamu saja


Langsung Kinanti berlari ke kamar mandi sesaat setelah Dimas menutup telponnya. Dia pun mandi super kilat dari pada nanti dia kena omelan lagi, selesai mandi Kinanti berhias diri ala kadarnya. Yes selesai, batin Kinanti sambil tersenyum masih didepan meja rias.


Kinanti keluar dari kamarnya dan berdiri di depan pintu kamarnya menunggu Dimas, ngga berapa lama Dimas luar dari kamarnya, lalu memandang Kinanti dari atas sampai bawah.


" Ada yang salah ya oak dengan penampilan saya?" tanya Kinanti, Dimas menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Tapi kenapa bapak melihat saya seperti itu?" tanya Kinanti lagi.


"Memangg ngga boleh ya." kata Dimas.


"Saya tuh cuma heran perasaan baru beberapa saat yang lalu kamu bangun tidur kok tau-tau sekarang kamu sudah rapi begini, sebetulnya kamu mandi ngga si!?" tanya dimas sambil mendekat ke wajah Kinanti.


" Mandi lah pak cuma super kilat, lagian tadi sebelum tidur saya juga udah mandi kok, nih pak cium saya udah wangi tau." celetuk Kinanti sambil mendekatkan dirinya kepada Dimas, tapi seketika dia menjauhkan diri dari Dimas saat Dimas berkata dengan santainya " mau dicium bagian yang mana, pipi, bubur atau kening kamu." Dan kunanti pun mengalihkan pembicaraan, " Pak saya udah lapar banget ni yuk kita segera makan daripada ntar maag saya kumat kan berabe tuh." ujar Kinanti. Lalu Dimas berjalan mendahului Kinanti menuju restoran hotel, disana sudah terlihat Danu duduk manis disalah satu kursi, kami pun menghampiri Danu dan ternyata di meja kami sudah penuh dengan makanan.


" Tadi saya menyuruh Danu tuk pesan makanan dulu, sebab saya pikir kamu akan lama mandi dan berhias dirinya, semoga kamu suka ya." jelas Dimas.


" Iya pak ngga apa-apa, makasi, saya yang harusnya minta maaf." jawab Kinanti pelan.


" Ya sudah hayu kamu mulai makan, tadi minta cepet-cepet makan takut maag kamu kumat." kata dimas sambil mengambil lauk pauk ke atas piringnya, Danu dan kinanti pun mengikutinya, mereka makan dengan lahap. Setelah selesai mereka pun bergegas pergi meeting ke perusahaan Rajasa yang tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap dengan menggunakan mobil, cuma butuh waktu dua puluh menit mereka pun sampai di perusahaan Rajasa, mungkin kalau dengan berjalan kaki lebih cepat sampai.

__ADS_1


__ADS_2