
"Diana... kita jalan-jalan dipinggir pantai yuk?" ajak Kinanti.
" Boleh Bu, mumpung disini ya, ngga sah datang ke kota BB kalau ngga mampir ke laut." jawab Diana. Lalu kedua wanita tersebut ijin kepada bosnya masing-masing.
"Oke Kinan, bentar lagi saya nyusul kalian." kata Dimas.
" Ga...gue mau ke pantai juga, Lo ikut ngga, kita duduk aja di cafe-cafe yang ada di sepanjang pantai sambil ngibrol-ngobrol." ajak Dimas
" Oke gue ke kasir dulu ya." Akhirnya mereka pun berjalan kearah pantai yang memang sangat dekat dengan restoran tempat mereka makan.
Dari kejauhan tampak Kinanti dan Diana yang sedang berjalan dipinggir pantai. Suasana pantai malam ini tidak terlalu ramai, turis-turis dari mancanegara duduk-duduk di cafe menyaksikan pertunjukan yang disediakan oleh pihak cafe masing-masing. Ada live music, aktraksi tari dengan membawa kayu obor, sulap dan lain-lain.
Dimas dan Arga memilih cafe yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Kinanti dan Diana. Mereka memesan juice dan cemilan ringan.
" Sejak kapan Kinanti kerja sama lo Dim," tanya Dimas sambil menyeruput juice nya.
" Gue juga kurang tahu Ga, kan gue ngga ngurusin kayak gituan, gue baru tahu Kinanti saat gue minta dicariin orang yang bisa dijadiin sekretaris dadakan, ehh tau-tau yang dikirim Kinanti dan gue merasa cocok sama dia." jelas Dimas
"Lo kenapa si pengen tau Kinanti, jangan bilang kalau Lo suka sama dia ya, tadi juga ga Lo liatin dia terus bikin Kinanti ngga nyaman tau." lanjut Dimas.
__ADS_1
" Ngga Dim....gue tuh kayak ngerasa kenal sama kinanti, dia tuh mirip sama adik kelas gue saat kuliah dulu." Arga berusaha menyakinkan Dimas.
"Ohh gitu ya, adik kelas apa mantan lo Ga?" tanya Dimas, dan merekapun tertawa bersama.
Dimas melambaikan tangannya ke arah Kinanti menyuruhnya untuk datang bergabung dengan dirinya.
" Bu Kinanti sepertinya kita dipanggil untuk gabung dengan mereka." kata Diana.
"Jangan panggil saya ibu Di, panggil aja Kinan, kayaknya kita seumuran deh." ujar Kinanti.
" Oke deh Kinan yukk kita kesana." ajak Diana.
Ya Tuhan sebetulnya rencana apalagi yang akan Kau berikan untukku, kenapa Kau harus mempertemukan aku dengan laki-laki itu pagi disaat aku sudah bisa melupakannya, teriak Kinanti.
Aaaahh....hiks hiks hiks." tangis kinanti. sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, airmatanya sudah mengalir deras, perlahan rasa sesak di dadanya mulai berkurang.
Arga yang berada dua meter di belakang Kinanti menghentikan langkahnya, dia mendengar teriakan dan tangisan Kinanti. Sakit rasanya mendengar tangisan Kinanti, Arga merasa yakin kalau Kinanti menangis pasti karena dirinya. Dilihatnya Kinanti sudah lebih tenang, suara tangisnya sudah tidak terdengar, hanya sesekali masih ada isakan yang terdengar, dan Arga melangkah menuju kinanti.
"Laras....." sapanya sambil memegang tangan kinanti., dan Kinanti pun tahu siapakah orang tersebut, sebab panggilan Laras hanya keluarganya dan Arga saja yang memanggilnya seperti itu. Ditepisnya tangan Arga dan Kinanti berjalan menjauhi Arga.
__ADS_1
Disisi lain Dimas bertemu dengan teman-teman SMA nya, mereka pun mengobrol dan Dimas tidak menyadari kalau Arga meninggalkan cafe dan berjalan mendekati Kinanti.
Arga masih terus mengejar Kinanti yang berusaha menjauhkan diri dari Arga.
"Laras....Pliss kita harus bicara, kamu boleh benci terhadap diriku tapi dengarkan dulu penjelasanku." kata Arga memohon.
" Penjelasan apalagi kak....semuanya sudah jelas, kakak ngga peduli sama aku dan bayi yang aku kandung dan keluarga kakak juga jahat terhadap diriku." teriak Kinanti.
" Aku ngga seperti yang kamu pikir Laras, sepeninggal kamu dulu aku berusaha mengejarmu tapi tiba-tiba mami terkena serangan jantung yang langsung menghentikan langkahku." jelas Arga sambil melanjutkan " setelah keadaan mami lebih baik, aku mencari kerumah orangtuamu tapi ternyata kamu sudah tidak ada disana."
" Kenapa harus mencari ke rumah orang tuaku kak, kan kakak tau saat bapak mengusirku?" tanya Kinanti.
" Kakak tahu aku ngga punya siapa-siapa, cuma kakak sandaran hidupku saat itu tapi......" Kinanti menghentikan kalimatnya dan mulai menangis lagi.
" Maafkan aku Laras." kata Arga pelan " aku memang salah, ngga seharusnya aku membiarkan kamu pergi seorang diri.
++++++++++++++++++++++++++++++++++
Hai teman-teman....makasih ya atas dukungannya, maaf baru bisa up segitu saja, jangan lupa like, vote, fav, komen ya....
__ADS_1
Thanks readers..... love u