Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 70


__ADS_3

Kinanti berjalan dengan cepat meninggalkan resto itu sambil menggendong Daffa yang masih menangis, ada sesak dihatinya mendengar tangisan Daffa yang seperti itu. Terdengar teriakan Tika dari arah belakang uang memanggil dirinya.


" Kinan tunggu Kinan jangan cepat gitu jalannya." teriak Tika sambil memegang erat tangan Kheysa, dan akhirnya Tika dan kheysa bisa mensejajarkan langkahnya dengan langkah Kinanti.


" Tante Kinanti jalannya cepet sekali kan Eca cape ngejalnya." protes Kheysa.


" Maafin Tante ya sayang." kata Kinanti.


Sementara itu di resto masih berkumpul Dimas, Arga dan Ivan. Arga terduduk diam dengan wajah kusutnya, sementara dua temannya memandangi Arga.


" Ga kita sebagai sohib Lo butuh penjelasan tentang apa yang terjadi tadi, gue harap lo jelasin dahbke kita." kata Ivan.


Arga memandang ke dua temannya lalu dia menghembuskan secara kasar.


" Dia Kinanti Larasati, aku biasa memanggilnya Laras, dia kekasihku dulu yang aku tinggalkan dalam keadaan sedang mengandung anakku." cerita Arga.

__ADS_1


Bugh sebuah pukulan mendarat di muka Arga, ya Dimas secara reflek memukul Arga.


" Gue malu punya sepupu seperti lo Ga, bisa-bisanya lo nyakitin wanita seperti itu apalagi wanita itu sedang mengandung anakmu, gila ya lo ngga punya hati nurani." kata Dimas dengan penuh emosi.


" Oke gue salah Dim tapi gue belum selesai ceritanya, gue juga ngga mau seperti itu apalagi setelah tahu Laras hamil keluarganya mengusirnya, gue sayang sama laras, tapi mami papi ngga setuju gue sama Laras karena menurut mereka keluarga Laras tidak selevel dengan kita, dan mereka juga memaksa gue tuk nikah dengan Lisa jelas gue ngga mau yang ada waktu itu mami kena serangan jantung atas penolakan gue, tiap gue mau kabur tuk mencari Laras selalu saja ditemuin sama orang-orang suruhan papi, jadi Lo bayangkan sulitnya posisi gue saat itu." jelas Arga panjang lebar.


" Ga apakah Laras ini yang selalu Lo cari beberapa tahun ini?" tanya Ivan.


" Ya Van dia yang gue cari selama ini tapi ngga pernah berhasil gue temuin." jawab Arga.


" Hei hei Ga jangan cemen deh, emang kalau suka itu berarti cinta ya atau harus memiliki, dalam hal ini gue suka Kinan karena kepribadiannya saja belum yang lain." kata Dimas.


" Gue pengen mi ya maaf sama Laras, gue berharap Daffa adalah anak gue, sebab Laras pernah saat gue nanya tentang anak kita kalau dia sudah menggugurkannya mengikuti saran mami, ya dulu mami pernah melempar cek kepada Laras tuk menggugurkan kandungannya tapi yang aku tahu Laras ngga pernah mencairkan cek itu." kata Arga


" Gue yakin Daffa adalah anak Lo Ga, ikatan batin antara Lo dan Daffa sangat kuat sekali, Lo harus yakin itu Ga." kata Ivan memberi semangat kepada Arga.

__ADS_1


" Apakah Laras akan memaafkan gue?" tanya Arga kepada Ivan dan Dimas.


" Ya lo harus berusaha lah Ga, jangan mudah menyerah, kalau Lo nyerah gue yang akan maju ngejar Kinanti, gimana." kata Argavsambil menaik turunkan alisnya. Ivan yang melihat itu tertawa terbahak-bahak dan Arga pun akhirnya ikut tersenyum.


" Gitu dong senyum dari tadi muka Lo manyun aja." kata Dimas dan Ivan kompak.


" Thanks ya Van, Dim kalian sudah bantu gue, kasih support gue, gue ngga tau gimana jadinya kalau gue menghadapi ini sendirian." kata Arga.


" Kita ada untuk Lo bukan saat Lo lagi seneng aja tapi saat Lo lagi sedih juga, apalagi gue sebagai sepupu Lo jelas dong gue pengen saudara gue hidupnya bahagia." kata Dimas.


###############################


Hai readers setiaku jangan lupa tuk tinggalkan jejak like, komen, fav, vote setelah membaca cerita ini.


Oh iya mau curhat lagi ni alhamdulillah malam ini author sudah tidur di rumah lagi tapi Minggu depan harus masuk RS lagi tuk menjalani kemo ke 2, semoga minim efek ya.

__ADS_1


__ADS_2