Penantian Kinanti

Penantian Kinanti
Bab 63


__ADS_3

Hari-hari berlalu, Kinanti kembali disibukkan lagi dengan pekerjaannya, Kinanti juga tidak pernah bertemu dengan Dimas sepulang dari kota BB, dia tidak pernah nemenin meeting lagi, mungkin memang tidak ada meeting atau Dimas sudah punya sekretaris pikirnya, ya sudahlah tak apa. Kinanti menjalani hari-harinya seperti dulu lagi.


"Kinan.....kita makan siang bareng yuk."ajak Ratih sambil berjalan keluar ruangan.


"Hayuuk, mau makan dimana ni!?" tanya Kinanti.


"Makan soto yuk tapi yang di alun-alun, sedep tuh." kata Ratih.


"Tapi kan lumayan jauh araknya Tih, mending makan di depan aja yang cuma jalan doang, kalau ke alun-alun kita harus naik kendaraan." kata Kinanti.


"Ngga apa-apa saya yang akan menemani kalian." kata Ryan sambil menarik tangan Ratih dan Ratih terlihat tersipu malu mencoba melepaskan tangan Ryan. Kinanti melihat pemandangan itu lalu nyeletuk " ehem ehem kayaknya ada yang abis jadian ni." kata Kinanti.


"Kamu hutang penjelasan ke aku ya Tih " celetuk Kinanti, dan ternyata di dengar Ryan.


"Saya yang akan menjelaskan ke kamu Kinan." kata Ryan.


Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, untungnya siang ini warung soto tersebut tidak terlalu ramai jadi mereka bisa langsung mendapat tempat duduk dan memesan makanan tanpa harus menunggu lagi, setelah makanan pesanan mereka datang mereka pun makan dengan lahapnya dan Ryan pun bercerita tentang kedekatan dirinya dan Ratih.

__ADS_1


"Selamat ya Tih, selamat pak Ryan, aku turut bahagia, akhirnya sahabat-sahabatku mendapatkan pasangannya, aku tunggu undangan dari kalian ya." kata Kinanti kepada Ratih dan Ryan.


"Sahabat-sahabat kamu bilang Kin, emang siapa lagi yang abis jadian?" tanya Ratih.


"Tika dan Ivan, mereka juga abis jadian belum lama ini." jawab kinanti.


"Terus kamu kapan Kinan, kamu juga harus membuka hatimu, carilah seseorang tuk mendampingimu dan menhadi ayah tuk Daffa" kata Ratih.


"Iya nanti, susah loh cari cowok yang mau Nerima satu paket sekalian, ibu dan anak." kata Kinanti sambil tertawa.


"Yuk balik ke kantor sekarang ntar telat loh sebab ini udah hampir jam satu." kata Ratih mengingatkan.


"Tih kenapa kamu ngga pernah cerita ke aku tentang kamu dan pak Ryan" protes Kinanti.


"Gimana mau cerita ke kamu Kinan, lah kamu juga sibuk dengan pak Dimas , bentar-bentar dibawa kabur, jadi kita ga pernah punya waktu berdua, kadang-kadang kamu juga diculik dia saat makan siang, iya kan Yan." kata Ratih.


"Iya aku minta maaf ya, kayaknya setelah ini aku ngga akan diculik-culik lagi deh kayaknya pak Dimas udah punya sekretaris deh sekarang." kata Kinanti.

__ADS_1


"Kata siapa Kinan pak Dimas sudah punya sekretaris, setahuku belum kok." jelas Ryan.


"Ooh belum to sebab udah lama loh dia ngga ngajak aku tuk ikut meeting." kata Kinanti.


"Kayaknya belakangan ini tiap meeting dia berdua aja dengan Danu, mungkin masih bisa dihandle berdua." jelas ryan, dan Kinanti mengangguk.


"Kamu kangen ya Ama pak Dimas Kin?" tanya Ratih.


"Ya udah jadiin aja dia pacar Kin, dia kan ganteng, baik lagi, iya kan Yan" celetuk Ratih lagi


"Tapi dingin, kaku." sambung kunanti sambil tertawa, diikuti Ratih dan Ryan.


Tanpa terasa mobil Ryan sudah berhenti di depan lobby kantor, mereka berjalan keluar dari mobil sedangkan mobil Ryan dibawa petugas valet.


Di lobby mereka berpapasan dengan Dimas dan Danu.


"Siang pak.' sapa Kinanti, Ratih dan Danu kompak, dan dibalas senyuman oleh Dimas.

__ADS_1


"Kinanti setelah ini kamu ke ruangan saya ya, kira-kira jam dua." kata Dimas," baik pak."sahut Kinanti dan terus berjalan menyusul Ratih dan Ryan menuju mushola.


__ADS_2