
"Tidak, kurasa aku tidak mengetahuinya. Sekte burung phoenix? Kurasa aku baru mendengarnya." ucap Xi Ryu .
"Kau tidak tahu? Itu sekte yang termasuk terbesar di Kekaisaran Wei dan kau tidak tahu? Pengetahuanmu tentang dunia persilatan kekaisaran wei sepertinya rendah." Fu Xiang heran. Kenapa orang berbakat seperti Xi Ryu tidak tahu menahu tentang dunia persilatan Kekaisaran Wei, bahkan Xi Ryu tidak tahu Sekte Burung Phoenix yang termasuk sekte terbesar di Kekaisaran Wei.
"Sekte terbesar ya…. Dan paman menjabat menjadi apa disana? Tetua, atau hanya seorang murid?" Ucap Xi Ryu yang masih memasang wajah datar.
"Aku? Aku seorang murid inti disana, namun posisiku agak spesial karena aku anak dari Patriak Sekte Burung Phoenix." ucap Fu Xiang senyum canggung.
"Hebat sekali… Ngomong-ngomong sudah sampai mana tingkat prakting Patriak?" Tanya Xi Ryu yang sudah agak tertarik.
"Hehe. Patriak sekarang sudah berada di tingkat Langit menengah. Tinggal hanya selangkah lagi menuju tingkat akhir." ucap Fu Xiang bangga. Pasalnya di Kekaisaran Wei, orang yang berada ditingkat langit menengah hanya sedikit. Yaitu, kurang dari dua puluh orang dan orang yang berada ditingkat akhir bisa dihitung dengan jari satu tangan.
Xi Ryu mengangguk. Sekarang wawasanya tentang dunia persilatan Kekaisaran Wei bertambah, tapi dia bingung untuk menerima atau tidak ajakan dari Fu Xiang, sebab Xi Ryu harus lebih mengenal dunia luar dan mencari lebih banyak pengalaman, meskipun begitu dengan menjadi murid sekte Burung Phoenix, dirinya dapat belajar ilmu beladiri sekte itu.
Xi Ryu lalu memutuskan untuk bertaruh, Xi Ryu lalu mengambil sebuah daun yang sudah agak kuning di dahan pohon yang sedang dia duduki. Fu Xiang yang melihat Xi Ryu mengambil sebuah daun bertanya, "Untuk apa itu? Juga, apa kau menerima ajakanku atau tidak?"
"Shhttt… Paman diam dulu." Xi Ryu sambil menempelkan jari telunjuk di bibirnya.
"Aku bertaruh. Jika yang muncul bagian atas daun aku akan menerima ajakan paman dan jika yang muncul bagian bawah aku akan menolak ajakan paman." ucap Xi Ryu dan dijawab dengan anggukan Fu Xiang.
Xi Ryu lalu melempar daun yang tadi dia petik. Daun itu terapung apung oleh angin hingga tidak lama kemudian daun itu hinggap di tanah dan daunnya menunjukan bagian atas, yang berarti Xi Ryu akan menerima ajakan dari Fu Xiang.
Fu Xiang tersenyum puas karena daun itu menunjukan bagian atas daun. Yang berarti Xi Ryu akan menerima ajakan darinya. Dengan begitu, sekarang di Sekte Burung Phoenix bertambah seorang jenius yang bakatnya sangat menyeramkan.
Xi Ryu menghela nafas yang agak berat lalu bertanya, "Kapan kita berangkat ke Sekte?" tanya Xi Ryu.
"Emmm, mungkin besok tapi sekarang juga bisa. Kamu mau berangkat sekarang atau besok?" ucap Fu Xiang.
"Lebih cepat lebih baik. Ohh… Aku lupa, Jika paman ingin aku bergabung dalam sekte, biarkan aku bebas dan jangan melarangku jika aku ingin melakukan sesuatu. Aku ingin bebas tanpa aturan yang mengikat jika sudah bergabung dalam sekte." ucap Xi Ryu.
Memang, jika berada di suatu sekte pasti akan ada peraturan yang mungkin merepotkan dan mungkin bagi sebagian orang aturan seperti pengekang kebebasanya. Tapi itulah peraturan, aturan yang harus ditaati.
Fu Xiang berfikir sejenak lalu menyetujuinya. Fu Xiang berkata, "Baiklah, aku menyetujuinya. Tetapi kau harus melalui persetujuan Patriak terlebih dahulu, dan jika diterima jangan berbuat semena-mena jika sudah berada di sekte."
__ADS_1
"Apakah muka ku seperti orang yang suka berbuat semena-mena?" ucap Xi Ryu dibarengi nafas berat.
"Tidak, tetapu kau juga tahu ada pepatah mengatakan 'jangan menilai orang dari penampilannya saja'."Fu Xiang lalu bangkit dari tempat duduknya dan kembali berkata, "Kalau begitu ayo berangkat." Fu Xiang lalu berlari dan melompat dari dahan ke dahan.
"Ya." ucap Xi Ryu datar. Dalam hati Xi Ryu berkata, 'Memang agak susah untuk menjadi orang baik. Selalu saja ada yang tidak percaya.' batinya lalu Xi Ryu pergi mengikuti Fu Xiang.
"Paman, berapa lama perjalanan dari sini ke sekte?" tanya Xi Ryu.
"Mungkin sekitar satu minggu untuk sampai di sekte, sekarang kita akan menginap di kota Shen yang kira-kira berjarak 3 jam perjalanan, jika kita memakai ilmu meringankan tubuh." Kata Fu Xiang.
Xi Ryu mengangguk. Dalam hatinya Xi Ryu berkata, "Akhirnya impianku ingin ke kota akan terwujud." batinya senang.
3 jam berlalu, Xi Ryu dan Fu Xiang dapat melewati hutan tanpa masalah yang rumit hanya ada hewan buas yang tiba-tiba menyerang, itupun dapat dikalahkan Xi Ryu dan Fu Xiang dengan mudah.
Xi Ryu dan Fu Xiang sampai di depan gerbang kota antrian panjang menyambut mereka, mereka ikut mengantri untuk dapat memasuki kota. 30 menit berlalu dan sekarang mereka sudah berada di pos penjagaan.
"Tunjukan identitasmu." ucap penjaga itu.
Fu Xiang lalu mengambil giok yang bertuliskan Sekte Phoenix dan menunjukannya pada penjaga itu. Lalu Fu Xiang dan Xi Ryu pun diizinkan masuk.
Dalam hatinya Xi Ryu berkata, "Jadi seperti ini ya sebuah kota? Ramai sekali, hebat…" batinnya dengan mata berbinar-binar.
Fu Xiang yang melihat Xi Ryu hanya tersenyum. Fu Xiang memegang tangan Xi Ryu. Lalu berkata, "Ayo kita makan dan mencari penginapan. Aku ingin istirahat."
10 menit kemudian mereka sampai dipenginapan, mereka lalu masuk dan duduk di kursi paling pojok. Pelayan datang dan bertanya, "Mau makan apa tuan?"
Fu Xiang bertanya pada Xi Ryu, "Kau mau makan apa?"
"Daging ayam panggang porsi." Ucap Fu Xiang pada pelayan itu.
"Aku juga sama." Xi Ryu mengikuti Fu Xiang
"Baik, tunggu sebentar ya." ucap pelayan itu
__ADS_1
10 menit berlalu dan pelayan tadi membawa apa yang Xi Ryu dan Fu Xiang pesan. Fu Xiang lalu membayar pesanannya.
Fu Xiang dan Xi Ryu lalu memakan makanan yang dipesannya hingga tidak lama kemudian keduanya menghabiskan makanan itu.
"Ryu, kau tunggu disini sebentar ya." Fu Xiang lalu ke pergi ke meja responsis.
"Aku pesan dua kamar." ucap Fu Xiang pada wanita yang menjadi responsis.
"Untuk berapa malam tuan?" ucap responsis itu.
"satu hari." Ucap Fu Xiang.
"Baiklah, biayanya sepuluh keping perak." ucap responsis.
"Ini kuncinya." Responsis sambil memberikan dua kunci kamar, "Terimakasih." Ucap Responsis itu.
"Sama-sama." Fu Xiang lalu kembali ke meja tempat dirinya dan Xi Ryu makan.
"Ini kunci kamarmu." Fu Xiang memberikan kunci kamar, "Kamarku ada di sebelah kananmu. Kalau begitu aku istirahat dulu ya, kau ingin jalan-jalan dulu kan? Pergilah sesukamu." Ucap Fu Xiang lalu pergi menaiki tangga ketempat kamarnya berada.
'Kenapa Paman bisa tahu, ya?.' Xi Ryu dalam batinnya. 'biarlah yang penting aku bisa jalan-jalan sekarang.' Xi Ryu lalu keluar penginapan.
Meskipun sekarang sudah sore dan akan menjelang malam tetapi disepanjang masih saja ramai orang yang beraktivitas. Xi Ryu tidak bisa berhenti kagum pada kota ini, mungkin karena ini pertama kali dirinya pergi ke kota.
Tapi kekagumannya berhenti dan berganti menjadi kemarahan saat dirinya melihat seorang anak berbaju mewah yang seumuran dengannya menyuruh kedua penjaganya memarahi dan melakukan kerasan pada seorang nenek-nenek tua.
Tapi Xi Ryu tidak bisa gegabah dan langsung membalas perbuatan orang itu meskipun dua laki-laki yang menghajar nenek itu berada di tingkat 3 dan bisa Xi Ryu kalahkan dengan sangat mudah, namun Xi Ryu harus mencari tahu pasti terlebih dahulu kenapa nenek itu bisa dihajar habis-habisan oleh orang itu.
Saat Xi Ryu bertanya pada seorang warga, dia akhirnya tahu kenapa nenek itu dihajar dan siapa yang menghajar nenek itu. Ternyata nenek itu dihajar karena tidak sengaja menabrak anak yang berbaju mewah itu, yang ternyata anak dari walikota.
Mendengar itu kemarahan Xi Ryu memuncak tanpa basa-basi Xi Ryu langsung melesat dan memukul kepala kedua orang yang sedang menghajar nenek itu dan menendang anak walikota, hingga mereka bertiga terjatuh.
Xi Ryu lalu mendekati nenek yang sudah dihajar oleh kedua orang tadi. Kondisi nenek itu menghawatirkan. Tetapi tidak ada yang berani membantu karena yang menjadi lawanya adalah anak wali kota.
__ADS_1
Xi Ryu lalu mengambil botol kecil disaku jubahnya lalu mengambil isinya yang ternyata pil bunga putih. Xi Ryu lalu memberikannya pada nenek itu, dan menelankannya hingga tidak lama kemudian luka-luka luarnya perlahan sembuh.
"Kau akan mendapatkan balasannya anak brengs*k." Ucap Xi Ryu dingin pada anak walikota yang masih kesakitan karena terjatuh oleh tendangan Xi Ryu.