
Setelah berjalan kesana dan kemari mencari Fu Chen, akhirnya Xi Ryu dan Fu Xiang menemukan Fu Chen di luar rumahnya.
Saat mereka berdua mendatangi Fu Chen. Fu Chen tidak sendirian, melainkan dengan seorang anak laki-laki yang seumuran Xi Ryu.
Xi Ryu bingung, karena dia melihat seorang anak laki-laki berwajah dingin di dekat Fu Chen, karena bingung Xi Ryu kemudian bertanya, "Kakek Patriak, siapa dia?" tanya Xi Ryu sambil melihat pada anak berwajah dingin yang berada di sisi Fu Chen.
Fu Chen lalu menjawab, "Perkenalkan. Dia adalah adik dari Fu Xiang, Namanya Fu Bai. Meskipun dia agak susah untuk di dekati dan jarang bicara, tetapi aku berharap kau bisa akrab dengannya." Fu Chen sambil memegang pundak Fu Bai.
"Paman Xiang punya adik? Kenapa aku tidak tahu?" ucap Xi Ryu sambil menggaruk kepalanya.
Fu Xiang yang berada dibelakang Xi Ryu berkata, "Dia adik angkatku."
"Adik angkat? Begitu ya.." ucap Xi Ryu sambil mengangguk-ngangguk.
"Ya, dia anak angkatku. Tidak ada orang yang tahu mengetahui ini selain Aku dan anakku." ucap Fu Chen.
"Kenapa dirahasiakan?" tanya Xi Ryu bingung.
__ADS_1
"Hmmmm… Itu rahasia, aku tidak akan memberi tahumu. Anakku saja, Fu Xiang tidak mengetahui rahasia ini." ucap Fu Chen sambil tersenyum pada Fu Xiang.
"Baiklah, lagi pula aku tidak ingin mengetahuinya." ucap Xi Ryu.
Kemudian Xi Ryu berjalan ke arah Fu Bai, Xi Ryu lalu mengulurkan tangannya dan berkata "Aku Xi Ryu, salam kenal." Xi Ryu, sambil tersenyum.
Tanpa membalas uluran tangan Xi Ryu. Fu Bai berkata, "Fu Bai." Ucap Fu Bai tanpa ekpresi.
Xi Ryu lalu menarik tanganya dengan perlahan, lalu tertawa kecil. Dalam hatinya Xi Ryu berkata, 'Sabar….. Sabar…'
Xi Ryu melihat pada Fu Chen, lalu dia berkata, "Ada apa, sampai-sampai Kakek Patriak memanggilku?"
"Bertarung? Maaf, tapi aku tidak bisa. Aku lelah, aku mau pulang dulu. Dah…" ucap Xi Ryu sambil pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Dasar pengecut." gumam Fu Bai pelan.
Fu Chen yang mendengar gumaman dari Fu Bai bekata, "Sudahlah, lagi pula jika kau bertarung dengannya kau tidak akan menang melawannya." ucap Fu Chen tenang.
__ADS_1
"Kenapa?" ucap Fu Bai sambil melihat kearah Fu Chen.
"Karena dia sekarang sudah berada ditingkat Fana-Akhir, dia berada jauh diatasmu." ucap Fu Chen dengan senyum kecil.
Disisi lain Xi Ryu hanya berjalan ke arah asrama, dalam hati Xi Ryu berkata, "Hari yang berat." Xi Ryu sambil menghela nafas.
Dia berjalan menaiki tangga, hingga beberapa menit kemudian Xi Ryu sampai di dalam kamarnya.
Yang pertama Xi Ryu lalukan setelah masuk kamar adalah membersihkan diri. Sesudah itu Xi Ryu mengganti bajunya, lalu membaringkan tubuhnya di kasur.
Dalam hati Xi Ryu berkata, 'Entah kenapa, tapi sekarang aku merasa sangat malas. Kira-kira sekarang Guru sedang apa ya?…." Xi Ryu yang mengingat gurunya, Yang Shu.
Di hutan tempat tinggal Yang Shu.
Yang Shu yang entah sedang apa di hutan. tiba-tiba bersin dan berkata, "Hatcuh…. Uh kenapa aku bisa bersin begini." Yang Shu sambil mengusap hidungnya yang gatal.
_________
__ADS_1
Para pembaca novel P K N. Maaf ya karena author sekarang jarang update.
Akhir-akhir ini Author lagi banyak tugas dan juga lagi gak enak badan. mungkin 2 sampai 3 hari lagi update bakal berjalan normal lagi. Dan juga terimakasih buat para pembaca semua, yang udah mau like dan vote novel ini.