Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch.31 - Kematian


__ADS_3

"Hebat sekali kau masih bisa bertahan setelah beradu jurus pedang denganku. Sedangkan dirimu sekarang berada di tingkat Fana-Akhir." Pria yang menyerang Xi Ryu dengan senyuman puasnya.


Xi Ryu mengusap darah dibibirnya, sambil tertawa kecil dia berkata, "Mungkin ini hari keberuntunganmu. Tapi meskipun begitu aku tidak akan menyerah." Xi Ryu sambil melaju dengan cepat kearah Pria itu.


"Tarian Burung Elang- Gerakan Pertama." Gumam Xi Ryu sambil menyerang Pria itu.


Sambil menangkis jurus milik Xi Ryu. dalam hati pria itu berkata, 'Aku harus berhati-hati, meskipun dia berada di tingkat yang jumlah kekuatanya jauh dibawah ku, tetapi kekuatan fisiknya terlihat sama denganku, bahkan jika dilihat lebih teliti, kekuatan fisiknya hampir melebihiku.'


Gerakan pertama Jurus milik Xi Ryu berakhir dan Xi Ryu mundur beberapa langkah untuk kembali menyerang, tetapi pria itu tiba-tiba bergerak maju dan berkata, "Ini giliranku, Jurus Pedang Tengkorak- Gerakan ketiga." kemudian dia menyerang Xi Ryu dengan kecepatan yang melebihi serangan Xi Ryu tadi.


"Sial, gerakan pedangnya sangat cepat. Aku harus mundur terlebih dahulu." gumam Xi Ryu sambil menangkis dan mundur kebelakang. Dalam hatinya dia berkata, 'Aku harus mengeluarkan semua yang aku punya.'


Melihat Xi Ryu mundur dari serangan jurusnya, Pria itu berkata, "Kenapa kau mundur? Kau takut? Jika kau takut kau bisa serahkan kitab itu padaku, mungkin aku akan mengampuni dirimu." Pria itu dengan senyum anehnya.


Dengan tawa kecil, Xi Ryu berkata, "Menyerahkan Kitab Pedang Langit padamu, ya?" Xi Ryu yang melihat celah kemudian mundur beberapa meter ke belakang, dia menyiapkan kuda-kuda kokoh untuk menyerang Pria itu, lalu Xi Ryu berkata dengan kencang, "Dalam mimpimu pun aku tidak akan menyerah kann ya!!!" Xi Ryu melesat kearah Pria yang menjadi lawanya.


Pria itu menghela nafas, dalam hatinya dia berkata, 'Baiklah, aku akan mengeluarkan segalanya sekarang.' Sambil ikut melesat ke arah Xi Ryu.


'TRANGG' benturan kedua pedang.

__ADS_1


Pria itu berkata pada Xi Ryu, "Kau akan aku berikan kematian yang menyakitkan." sambil memperkuat dorongan pedangnya.


Tidak mau kalah, Xi Ryu berkata, "Coba saja kalau kau bisa." sambil ikut memperkuat dorongan dengan sekuat tenaga.


Pria itu terdorong satu langkah, dalam hatinya dia berkata, 'Sial, aku kalah dalam kekuatan fisik.' sambil mundur menjauhi Xi Ryu.


Tak ingin lawan-nya lepas, Xi Ryu dengan cepat meloncat kearah Pria itu, dia bergumam, "Tarian Pedang Burung Elang- Gerakan Gabungan."


Dengan cepat Xi Ryu menyerang Pria itu, dengan memakai semua Gerakan Jurus Burung Elang. Dengan keras Xi Ryu berteriak, "Aku tidak akan menyerah, meski dewa menghalangiku sekalipun."


Keringat membasahi tubuh Pria itu, dia bergumam, "Dia cepat sekali, bagaimana ini." sambil menangkis Jurus Xi Ryu pria itu bergumam kembali, "Sial aku tidak bisa menghindar karena ini terlalu cepat."


Xi Ryu yang melihat Pria yang menjadi lawan-nya kewalahan tersenyum. Dalam hatinya dia berkata, 'Kau pasti bisa aku kalahkan.' sambil mengalirkan lebih banyak tenaga dalam kedalam pedangnya.


Pria itu mundur, lalu dia menarik nafas dalam dengan cepat, lalu dalam hatinya dia berkata, 'Perubahan Jenis Api-Jurus Api Tengkorak.' Pria itu mengeluarkan Api dari mulutnya, yang saat baru disemburkan mengeluarkan siluet tengkorak kepala manusia. Api itu dengan cepat mengarah kearah Xi Ryu.


Melihat semburan api yang lumayan besar mengarah padanya yang tidak bisa dilawan dengan jurus pedang, tidak membuat Xi Ryu takut. dia malah tersenyum dengan cepat dia menghela nafas dalam, dalam hatinya dia berkata, 'Perubahan Jenis Api-Jurus Phoenix Api.'


'WUSSS' semburan api membrebes keluar dari mulut Xi Ryu. Api yang lebih panas dari api yang dikeluarkan pria itu.

__ADS_1


Api saling bertabrakan, api dari pria itu sedikit demi sedikit terdorong, hingga akhirnya kedua belah pihak kehabisan nafasnya. Pria itu bergumam, "Sial dia memiliki Jurus perubahan api yang kuat, aku harus membunuhnya." sambil melesat dengan cepat kearah Xi Ryu.


Melihat pria itu berlari mendekatinya, Xi Ryu hanya bersiap untuk menangkis serangannya. Xi Ryu berkata, "Aku tidak akan kalah."


Sambil tersenyum, dengan tangan kirinya pria itu mengarahkan ujung pedangnya kearah jantung Xi Ryu. Dengan siap Xi Ryu menangkisnya. Tetapi...


'CLEB...' jantung Xi Ryu tertusuk. Tapi bukan oleh pedang, melainkan oleh belati yang dilempar pria itu saat pedangnya ditangkis oleh Xi Ryu.


"Aku... Akan mati?" Xi Ryu dengan mata yang melihat kearah dada-nya. Tiba-tiba pandangan matanya menjadi kabur, dengan lemah Xi Ryu, "Jika... aku... mati. Akan aku... Kutuk dirimu." pandangan Xi Ryu menggelap lalu terjatuh dengan mata tertutup.


Pria yang menjadi lawan-nya berkata sambil tersenyum sinis, "Akhirnya dia mati juga. Kalau saja kau memberiku kitab itu, mungkin sekarang kau masih hidup." sambil menyarungkan kembali pedangnya, pria itu berkata kembali, "Maaf ya, tapi semua barangmu akan aku bawa." pria itu dengan tawa kecil yang bermagsud menyinggung Xi Ryu.


Pria itu memungut pedang Xi Ryu yang tidak lain adalah pedang harimau hitam. Saat memegang pedang harimau hitam, pria itu berkata, "Pedang tingkat rendah? Apa aku tidak salah, tapi kenapa pedangnya tidak hancur saat beradu dengan pedang miliku." pria itu tampak berfikir lalu dia bergumam, "Mungkin hanya keberuntungan." pria itu sambil melempar pedang milik Xi Ryu, karena merasa pedang milik Xi Ryu tidak akan berguna.


Pria itu menggeledah pakaian Xi Ryu, tetapi yang ditemukan-nya hanyalah sebuah belati, pil, tanda pengenal dan 200 keping emas. Pria itu menghela nafas, "Aku pikir anak ini memiliki banyak barang berguna karena telah menjadi anggota Sekte Phoenix, sekte yang termasuk terkuat dalam 10 besar. Tapi hanya ada Pil dan Koin emas saja yang berguna."


"Sial, kitabnya juga sudah tidak ada. Berarti benar kalau dia sudah menghancurkan Kitab Itu." Pria itu sambil memijak keras tanah pijakan-nya.


Pria itu mencabut kembali belati yang menancap di dada Xi Ryu, sambil tersenyum sinis pada mayat Xi Ryu, pria itu berkata, "Terimakasih atas Pil dan dua ratus keping emasnya. Anak bodoh." ucap pria itu dengan penekanan di akhir kalimat. Setelah berkata seperti itu kemudian pria itu meninggalkan mayat Xi Ryu begitu saja.

__ADS_1


Di Sekte Phoenix, Fu Xiang yang sedang menyeruput teh tiba-tiba melepas cangkir tehnya, dia berkata, "Uh... Panas... Panas..." sambil mengipasi mulutnya dengan tanganya.


Teh yang ada di dalam cangkir kayu itu tumpah. Saat mulutnya sudah tidak lagi merasa panas, Fu Xiang mengambil cangkir kayu yang terjatuh olehnya. Fu Xiang bergumam, "Kenapa perasaanku terasa tidak enak ya?" Fu Xiang sambil mengusap tengkuk-nya. Lalu dia bergumam kembali, "Mungkin hanya firasatku."


__ADS_2