
Sementara itu di tempat lain.
Xi Ryu yang sedang santai-santainya berbaring diatas pohon sambil memakan buah-buahan. Tiba-tiba dia bersin dengan keras, hingga Xi Ryu terjatuh dari atas pohon. Xi Ryu yang terjatuh dari atas pohon berkata, "Uh… kenapa aku menjadi sering bersin seperti ini… Malah terjatuh dari pohon pula, apakah aku akan sakit?." Xi Ryu sambil mengusap ingusnya.
"Masa bodoh ah, sepertinya aku harus kembali." ucap Xi Ryu, yang tiba-tiba teringat pada Fu Xiang dan Fu Chen. Xi Ryu kemudian pergi dengan cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh dan pergi dari tempat itu.
Saat sudah berada di tempat tujuan, Xi Ryu melihat pasangan ayah dan anak itu sedang bermeditasi. Xi Ryu berkata dalam hati, "Aku jadi iri. Coba kalau ayah dan ibuku masih ada, mungkin aku bisa membanggakan mereka. Aku menyesal, kenapa saat ayah dan ibu masih hidup. Aku sering sekali mengabaikan nasihat mereka." Xi Ryu tersenyum sendu sambil melihat ke atas langit.
Dalam hati Xi Ryu berkata kembali, "Kira-kira sekarang ayah dan ibu sedang memerhatikanku atau tidak ya? Jika ayah dan ibu bisa melihatku dan mendengar suara hatiku aku mohon maafkan anakmu ini yang tak berguna dan tak bisa membahagiakan kalian." Tiba-tiba setitik air mata turun dari mata Xi Ryu.
Dengan cepat Xi Ryu mengusapnya. Xi Ryu membungkuk, bermagsud memberi hormat pada orang tuanya.
Fu Xiang tiba-tiba membuka matanya. Melihat Xi Ryu sedang membungkuk, Fu Xiang lalu bertanya pada Xi Ryu, "Kau kenapa Ryu?"
Xi Ryu yang sedang membungkuk terkejut, Xi Ryu lalu melihat ke arah Fu Xiang dan berkata, "Tak kenapa-kenapa, hanya sedikit sakit dibagian pinggang." ucap Xi Ryu sambil tertawa canggung, sebenarnya Xi Ryu malu untuk mengucapkan kebenaranya pada Fu Xiang.
Xi Ryu lalu mendekat pada Fu Xiang, lalu memasukan tangannya ke dalam jubah. Di dalam jubah, Xi Ryu mengeluarkan pil dari Cincin Naganya. Pil yang mempunyai bau obat yang sangat menyengat, Lalu memberikannya pada Fu Xiang.
Fu Xiang yang menerima pil dari Xi Ryu kebingungan, Dia bertanya, "Apa ini untukku?"
"Ya, itu untuk paman." ucap Xi Ryu.
__ADS_1
"Kau dapat dari mana pil ini? Apa jangan-jangan kau mencuri pil ini?" ucap Fu Xiang curiga kepada Xi Ryu.
"Paman tak perlu banyak tanya, itu pil milikku. Makanlah." ucap Xi Ryu dengan malas karena Fu Xiang banyak tanya.
Fu Chen yang mengendus bau obat membuka matanya dan berdiri. Melihat ada pil ditangan Fu Xiang, dengan cepat Fu Chen merebut pil dan bertanya, "Dari mana kau mendapat pil ini?" tanya Fu Chen pada Fu Xiang.
Sebelum Fu Xiang menjawab pertanyaan dari Fu Chen, tiba-tiba Xi Ryu menjawab, "Itu dariku, lebih tepatnya pemberian dari guruku." ucap Xi Ryu.
"Kau serius nak?" ucap Fu Chen sambil menatap Xi Ryu.
"Ya, aku serius… Tak bohong." ucap Xi Ryu.
Fu Chen melihat tatapan mata Xi Ryu, memang tak ada tanda-tanda kebohongan. "Baiklah, aku percaya. Tapi, biar aku beri tahu terlebih dahulu, ini adalah Pil Teratai Emas, berkhasiat untuk menyembuhkan sepenuhnya luka dalam yang tak terlalu parah. Dan harganya sangat mahal, kira-kira setara dengan penghasilanku selama Satu Bulan. Jadi jika kau masih mempunyai pil ini jangan memberi pada orang secara sembarangan." Ucap Fu Chen panjang lebar.
"Baiklah, kau sekarang boleh memakanya." Fu Chen sambil memberikan Pil pada Fu Xiang.
"Setelah kau menyerap khasiat dari Pil itu kita akan pergi ke Sekte. Xi Ryu kau harus ikut denganku ke sekte, Ada yang harus aku berikan kepadamu." ucap Fu Chen pada Xi Ryu.
"Baik, lagi pula aku memang berniat berlatih disana dan bergabung kedalam sekte." ucap Xi Ryu.
"Bagus lah kalau begitu." ucap Fu Chen.
__ADS_1
Satu haru berlalu dengan cepat, Fu Xiang kini sudah selesai menyerap khasiat dari Pil teratai Emas dan luka dalamnya sudah sembuh secara sempurna.
Fu Xiang berdiri, menyudahi meditasinya. dirinya melihat Ayahnya yang sedang bermeditasi seperti biasa dan juga melihat Xi Ryu yang sedang tidur pulas di atas pohon.
Saat melihat Xi Ryu tertidur dengan pulas. tiba-tiba ide jahil nan jahat muncul dari otak Fu Xiang. Fu Xiang lalu tersenyum jahat. Tanpa menunggu lama Fu Xiang menjalankan rencana jahatnya, dia memanjati pohon. saat sudah berada di dahan yang sama dengan Xi Ryu. Fu Xiang lalu mendorong Xi Ryu hingga dia terjatuh dari pohon,
'BUUKKKK' suara keras Xi Ryu terjatuh dari atas pohon.
"Aduh… Kenapa aku terjatuh lagi. Nasibku hari ini sial sekali." Xi Ryu mengaduh kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya. Di sisi lain, Fu Xiang yang melihat Xi Ryu sudah terjatuh, kemudian buru-buru turun kebawah pohon. Dia berakting, "Ryu, kau tak apa-apa?"
"Tak apa-apa dengkulmu, pinggangku dan kepalaku sakit…" ucap Xi Ryu.
Sambil membantu Xi Ryu berdiri, Fu Xiang berkata, "Makannya jika tidur jangan di dahan pohon, jadinya seperti ini." ucap Fu Xiang pura-pura menasehati.
"Iya, iya…" ucap Xi Ryu kesal.
Fu Chen yang dari tadi sudah selesai dari meditasinya dan melihat kejadian itu dari awal hanya terkekeh kecil, lalu Fu Chen berkata, "Kalian berdua seperti adik dan kakak saja."
Melihat Fu Chen sudah selesai dari meditasinya, Fu Xiang tertawa kecil sebagai jawaban dari perkataan ayahnya, lalu berkata pada ayahnya, "Ayah, kapan kita pulang ke sekte?"
"Itu terserahmu, aku hanya mengikuti saja."
__ADS_1
Dari belakang Xi Ryu dengan keras berkata. "Sekarang saja, aku ingin segera sampai dan beristirahat disana." ucap Xi Ryu sambil berdiri meregangkan pinggangnya.
"Baiklah sudah diputuskan. Hari ini kita akan pergi ke sekte." ucap Fu Chen.