Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch.36 - Tiga Tengkorak Pembunuh


__ADS_3

Xi Ryu sudah berlari meninggalkan Kota Hangzhou selama lebih dari satu jam, tetapi dirinya belum juga menemukan sebuah kota ataupun desa. Karena banyaknya perubahan selama 3 tahun ini, Xi Ryu jadi melupakan rute jalan yang sebelumnya dia lewati bersama Fu Chen dan Fu Xiang. Karena itu dirinya mengambil jalan utama yang biasa dilewati kereta bangsawan atau kereta pedagang yang tertulis di peta.


Sambil berlari Xi Ryu melihat kebelakang, "Sepertinya jalan ke Desa Batu ini sudah dekat, tapi kenapa belum ada tanda-tanda sebuah desa. Apa aku salah jalan? Biarlah, aku ikuti jalan ini saja." gumam Xi Ryu.


Xi Ryu menambah kecepatan berlari-nya hingga kecepatan sedang. Saat berlari, dari kejauhan Xi Ryu melihat 3 kereta kuda mewah yang memperlihatkan bendera berhuruf 'Zhang', kereta mewah tersebut terlihat sedang di ikuti oleh 3 orang secara sembunyi-sembunyi, dan ke 3 orang yang mengikuti kerata mewah tersebut mengeluarkan Aura Pembunuh yang samar-samar.


Sepertinya ke 3 orang itu sedang menyembunyikan Aura Pembunuhnya, meskipun begitu Xi Ryu masih bisa merasakan-nya dengan sangat jelas. "Sepertinya ke 3 orang itu ingin berniat jahat pada orang yang ada di dalam kereta itu. Sepertinya aku harus ikut campur dalam urusan ini." gumam Xi Ryu, sambil menjaga jarak lebih jauh dan berlari mengikuti secara sembunyi-sembunyi.


30 menit berlalu tetapi ke 3 orang itu belum kunjung juga memperlihatkan gerak-geriknya, meskipun begitu Xi Ryu masih mengikuti kereta mewah itu karena merasa ada yang tidak beres pada ke 3 orang itu.

__ADS_1


Siang berganti menjadi malam. Orang-orang yang memakai kereta kuda itu turun dari kudanya dan membangun tenda untuk beristirahat. Saat Xi Ryu melihat orang-orang yang keluar dari salah satu kereta paling mewah, Xi Ryu melihat sepasang keluarga yang terdiri dari 3 orang yang memiliki wibawa yang tinggi dan juga seorang pria paruh baya yang kekuatan-nya berada di tingkat Bumi-Akhir.


Ke 3 orang yang mengikuti kereta mewah itu mulai memperlihatkan gerak-geriknya dengan melempar pisau pada seorang laki-laki yang keluar dari kereta paling mewah. Sebelum pisau itu mengenai sasaran-nya, pisau itu terlebih dahulu ditangkap oleh pria paruh baya yang berada di samping pria itu.


Dengan cepat Pria parub baya itu berkata, "Yang Mulia, cepat masuk kedalam kereta ini bahaya." ujar pria paruh baya itu.


Ke-3 orang yang dari tadi mengikuti kereta itu dengan sembunyi-sembunyi turun, "Seperti yang di harapkan oleh jendral utama kekaisaran, kau sangat kuat Jendral Guo. Tetapi itu tidak akan berlaku dihadapan kami yang merupakan Tiga Tengkorak Pembunuh." ujar salah satu dari mereka dengan tawa kecil.


Pria paruh baya itu tetap terlihat tenang meskipun dari dalam hatinya dia berkata, 'Sial, mereka Tiga Tengkorak Pembunuh yang nama-nya sedang naik daun belakangan ini, aku tidak akan menang jika melawan mereka bertiga. Masing-masing dari mereka memiliki kekuatan yang sama denganku, bagaimana ini.' Pria paruh baya itu sambil memutar otak-nya.

__ADS_1


Melihat pria paruh baya itu masih terlihat tenang salah satu dari Tengkorak Pembunuh berkata, "Hebat… Bahkan dihadapan kami bertiga kau masih terlihat tenang. Kalau begitu siap-siap saja, hari ini kau akan mati."


Ketiga Tengkorak Pembunuh itu maju menyerang menggunakan Gada besar. "Sepertinya hanya sampai sini, tapi aku akan mempertaruhkan semuanya disini." gumam Jendral Guo itu sambil bersiap menerima serangan menggunakan tangan-nya.


Sebelum ketiga serangan itu mengenai Jendral Guo, dua serangan yang mengarah pada Jendral Guo berhasil ditangkis Xi Ryu dengan pedang, "Paman, aku akan membantumu. Kau urus salah satunya aku akan mengurus kedua orang ini." Xi Ryu sambil menyerang balik kedua Tengkorak Pembunuh.


Ketiga Tengkorak Pembunuh dam Jendral Guo terkejut melihat kedatangan Xi Ryu, Tengkorak Pembunuh yang sedang menyerang Jendral Guo berkata, "Sepertinya dia bukan berasal dari anggota Kekaisaran, melihat ekspresimu yang seperti itu."


Jendral Guo mengangkis serangan Tengkorak Pembunuh, "Dia sepertinya bukan seorang anak melainkan seseorang yang seumuran denganku dan memiliki ilmu tenaga dalam yang tinggi untuk membuat penampilan-nya lebih muda, mengingat kemampuan-nya yang tinggi. Tapi aku tidak peduli, yang terpenting tingkat kemenanganku akan lebih tinggi." Batin Jendral Guo.

__ADS_1


__ADS_2