Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch. 50 - Kemenangan


__ADS_3

Pemilik penginapan itu kini terkapar tak sadarkan diri, dia terluka parah, banyak luka akibat tebasan pedang di tubuhnya, dan luka itu membuatnya kehilangan banyak darah. Karena kehilangan terlalu banyak darah, pemilik penginapan itu kini tak sadarkan diri dengan tubuh yang pucat pasi. 


Disisi lain, Xi Ryu dalam posisi telengkub dengan nafas tak beraturan dan dengan raut wajah yang menahan rasa sakit. Setelah menggunakan Jurus Terkuat yang dia miliki, seluruh tubuhnya mengalami cedera yang cukup parah dan bagian tubuh yang terluka paling parah adalah tangan dan kakinya, karena memang Jurus itu sangat membebani tubuh Xi Ryu, jadi Xi Ryu akan berfikir berkali-kali untuk menggunakannya. 


'Sialan, tubuhku tidak bisa digerakkan. Sepertinya aku hanya bisa menunggu paman Yong sadar dan menolongku, aku yakin racun itu memiliki batas waktu. Jadi, yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah menunggu. Aku yakin pemilik penginapan sialan itu terluka sangat parah dan mungkin dia tidak akan sadar dalam beberapa hari, mungkin juga dia akan mati karena aku telah memberinya beberapa luka fatal di beberapa titik vital sebelum aku tak berdaya seperti ini, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. Ini kemenanganku.' Batin Xi Ryu sambil tersenyum.


Kepala Xi Ryu tiba-tiba merasakan pusing, pandangannya kian menggelap, kesadarannya mulai menghilang. Dengan cepat dia memasukan pedang yang sebelumnya dia pakai ke dalam cincin naganya.


'Kesadaranku mulai menghilang, sepertinya aku juga tidak akan sadar dalam beberapa hari.' Xi Ryu sambil tersenyum kecil, kemudian beberapa detik kemudian mata Xi Ryu menutup.


Beberapa jam kemudian, Jin Yong terbangun dari pingsanya, dia terlihat bingung dengan apa yang terjadi, dia melihat tubuhnya yang terikat, dengan wajah bingung dia melihat kesegala arah, ruangan yang sebagian hancur dan berantakan membuatnya sedikit memiliki gambaran jika telah terjadi pertarungan. Saat dia melihat kedepannya terlihat dua orang terkapar, Salah satunya bisa dia kenali sebagai Xi Ryu meskipun tidak terlalu terlihat jelas karena cahaya yang sangat minim.


"Ryu? Kau bisa dengar aku? Ryu?!!" Jin Yong di kursinya berteriak memanggil nama Xi Ryu, tetapi tidak ada balasan dari Xi Ryu. Hingga beberapa menit kemudian Jin Yong menyerah memanggil-manggil Xi Ryu, dia kini menyimpulkan jika sebelumnya Xi Ryu bertarung dengan orang yang kini terkapar. 


Jin Yong mencoba melepaskan ikatan yang mengikatnya dengan kursi besi, dengan sekuat tenaga dia mencobanya, tetapi tidak bisa. Dia kemudian mencoba menggunakan tenaga dalamnya, namun hasilnya sama saja, karena dia tidak bisa mengumpulkan tenaga dalam. 


'Ada apa ini? Ada apa dengan tubuhku? Apa mungkin aku telah memakan racun? Sudahlah… Sekarang aku harus lepas dari ikatan ini, Berpikirlah diriku.' Jin Yong berpikir, tetapi setelah beberapa menit berpikir, tidak ada cara yang dapat membebaskannya dari ikatan ini, tali yang mengikatnya terbuat dari tali khusus dan terlalu tebal, juga kursi yang terikat dengannya terbuat dari besi. 


'Berpikirlah Yong…. Kemungkinan terbesarnya aku memakan racun yang dicampur kedalam makanan, karena keseharian ku sebelumnya hanya makan, menulis dan mandi, dan hampir setiap jam aku meminum arak di penginapan itu. Jadi dapat disimpulkan bahwa ditubuhku sekarang tersimpan racun yang sebelumnya di masukan kedalam makananku, dan racun ini membuat targetnya kehilangan stamina dan tenaga dalam. Biasanya efek racun jenis ini yang paling lama adalah satu hari, tetapi aku tidak tahu pasti. Jadi sekarang aku hanya bisa menunggu sampai efek racun ini habis.' batinnya berpikir, dia kemudian melihat kearah Xi Ryu dan satu orang lagi yang terkapar tak jauh dari Xi Ryu. 


"Maafkan aku Xi Ryu, disini aku tidak berguna sama sekali, maafkan aku. Padahal kau sepertinya sudah berjuang keras sampai terluka parah seperti itu." gumam Jin Yong dengan raut wajah bersalah, dia melihat kearah Xi Ryu yang terlihat terluka parah. 

__ADS_1


Enam jam berlalu, Jin Yong membuka matanya yang kini terlihat memerah, seperti mata orang yang terkena iritasi, dia memejamkan matanya, kemudian mencoba kembali mengumpulkan tenaga dalam ke sekian kalinya. Dia terus fokus, dan fokus hingga beberapa menit kemudian senyuman mengembang di bibirnya. 


'Akhirnya, efek racun ini sudah hilang.' batinnya. 


Satu jam berlalu, Jin Yong yang telah selesai mengumpulkan tenaga dalam dan staminanya pun kembali pulih, kini dia mencoba membuka paksa ikatan yang mengikatnya. Dengan bantuan tenaga dalamnya akhirnya tali khusus yang mengikatnya terlepas. 


Dia mengecek keadaan Xi Ryu, tangan dan kakinya terluka parah. Menurutnya Xi Ryu perlu pertolongan medis, tetapi dia rasa tidak ada Tempat pengobatan di desa ini, dan juga dia tidak tahu kemana arah kota terdekat, jadi dia hanya bisa mengobati Xi Ryu dengan kemampuannya. 


"Syukurlah, Ryu baik-baik saja. Lukanya tidak mengancam nyawanya." Jin Yong sambil menghela nafas. 


Jin Yong kemudian kearah orang yang terkapar tak jauh dari Xi Ryu, dia melihat kondisi orang itu, tetapi kulitnya kini pucat dan dingin. Dia kemudian mengecek nadi orang itu, tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. 


"Dia sudah mati? Apa sebenarnya yang akan dia perbuat padaku dan Xi Ryu? Tapi apapun itu, dia telah salah memilih musuh." Jin Yong sambil menggeleng. 


"Aku harus mencari jalan keluar dari sini terlebih dahulu." Jin Yong bangkit, kemudian mencari jalan keluar dari ruangan ini. 


Jin Yong melihat ke segala arah, hingga dia menemukan sebuah tangga yang mengarah ke atas, di ujung tangga itu terdapat pintu yang sepertinya pintu keluar. Dia kemudian kembali ke tempat tak sadarkan dirinya Xi Ryu, dia mengangkat Xi Ryu dan membawa Xi Ryu keluar dari ruangan ini. 


Jin Yong membuka pintu itu, dan saat pintu itu dibuka, gudang yang penuh dengan barang-barang tak berguna menyambut Jin Yong, dia melihat-lihat tumpukan barang itu, dan menemukan sebuah kain. 


"Bagus, aku menemukan kain. Dengan ini aku bisa membalut tangan dan kaki milik Ryu." Jin Yong sambil membawa kain berwarna hitam itu. 

__ADS_1


Setelah itu, dia pergi keluar dari pintu gudang itu dan melihat tempat makan penginapan. 


"Jadi tadi aku berada di ruang bawah tanah? Aku pikir pintu ini ruangan milik pemilik penginapan ini, tapi ternyata bukan." Gumamnya sambil melihat pintu gudang yang dia lewati tadi.


Jin Yong kemudian membawa Xi Ryu ke kamarnya, dia berjalan dengan sedikit cepat, hingga tak lama kemudian dia sampai di kamar Xi Ryu. Jin Yong membaringkan Xi Ryu di kamar nya, kemudian membalut lengan dan kaki milik Xi Ryu dengan kain. 


"Baiklah, dengan ini lukanya mungkin bisa sedikit lebih baik." Jin Yong kemudian menjadi ngambil sebuah botol giok dari jubahnya. Dan memakankannya kepada Xi Ryu. 


"Sekarang hanya tinggal pedang ku dan pedang milik Ryu yang harus aku cari, Hah… Kenapa masalah selalu datang di saat yang tidak tepat." Jin Yong sambil menghela nafas panjang, kemudian dia pergi keluar dari kamar Xi Ryu untuk mencari pedangnya.


Beberapa menit dia mencari ke seluruh gudang dan ruang bawah tanah yang ada di penginapan ini, hingga akhirnya dia menemukan pedang miliknya dan milik Xi Ryu. 


Saat dia keluar dari gudang, terlihat dua orang dengan jubah hitam. Salah satunya laki-laki berbadan besar dan satunya lagi seorang wanita dengan badan ramping, saat Jin Yong melihat mereka berdua Jin Yong terkejut bukan main. 


'Kenapa masalah selalu datang kepadaku? Apa dosaku terlalu banyak, sampai-sampai aku melihat dua monster yang mengerikan?' batinnya dengan keringat dingin yang mengucur deras. 


Laki-laki berbadan besar itu melihat kearah Jin Yong, "Siapa kau? Juga, kemana pemilik penginapan ini?" ucap pria itu dengan nada dingin. 


Catatan:


Maaf kemaren author ngak up, soalnya ada acara dan pas beres itu acara, author malah tidur. Tapi, jangan lupa dukung author dengan cara like atau komen yaa. Maaf kalau novel ini terlalu banyak kekurangannya, cuma ini yang bisa author buat...

__ADS_1


Tetap hidup...


__ADS_2