Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch.46 - Penyerangan


__ADS_3

Malam yang sepi, di atas pohon yang menjulang tinggi tepatnya di depan markas para perampok. Xi Ryu dan Jin Yong terus mengawasi aktifitas para perampok yang keluar masuk benteng markas, benteng yang terbuat dari kayu.


Hingga akhirnya tengah malam yang mereka berdua tunggu-tunggu telah tiba, mereka berdua berencana menyerang markas dengan rencana yang sudah mereka buat beberapa jam lalu.


“Ryu, seperti rencana yang sudah kita sepakati. Kau bebaskan para tahanan, aku akan menjadi pengalih perhatian. Baik?” ucap Jin Yong yang ada di sebelah kanan Xi Ryu.


Xi Ryu mengangguk, "Baik."


Mereka berdua meloncat dari pohon, dengan ilmu meringankan tubuh mereka berdua bergerak cepat seperti bayangan hitam yang bergerak kesana kemari dimata para perampok. yang memang semua anggotanya orang-orang lemah.


Yang pertama Jin Yong lakukan adalah membunuh empat penjaga gerbang yang sedang bercanda riang. Dengan pedangnya, Jin Yong memotong ke empat batang leher para penjaga gerbang dengan cepat. Karena saking cepatnya, mereka berempat tidak sempat menghidupkan bel bahaya dan tidak sempat berteriak. Sabetan pedang Jin Yong terlalu tajam untuk para cecunguk seperti itu.


Sementara Xi Ryu menerobos 1 sampai 2 perampok yang masih berkeliaran di dalam markas, dengan ilmu meringankan tubuhnya Xi Ryu mampu bergerak cepat. Sambil berlarian mencari tempat para tahanan di tahan, Xi Ryu membunuh para perampok yang dia temui.


CLEB, pedang Xi Ryu menembus jantung salah satu perampok yang sedang meminum arak dengan temannya. Perampok yang berada di dekat Xi Ryu terkejut melihat temannya mati begitu saja. jantung perampok itu berdegub kencang saat melihat temannya mati dengan pedang menancap di dadanya. Dirinya ingin berteriak, tetapi saat melihat wajah orang yang membunuh temannya dia tidak bisa berteriak, mulutnya kelu, dirinya terlalu takut melihat senyum dingin malaikat maut yang ada didepannya.


Xi Ryu mengeluarkan pedang dari dada perampok itu hingga tubuh perampok itu terjatuh kelantai, Xi Ryu melihat kearah perampok yang dari tadi mematung ketakutan, senyuman dinginnya bagai senyum malaikat maut.


“Sekarang giliranmu, iblis berwujud manusia,” Xi Ryu memotong batang leher perampok itu dengan mudahnya, semudah memotong tahu.

__ADS_1


“Sepertinya aku tidak perlu mengkhawatirkan para perampok yang akan lari.” Xi Ryu setelah melihat 7 mayat perampok dengan luka dibagian leher dan jantung.


Tanpa mempedulikan lagi mayat itu Xi Ryu pergi berlari kembali mencari ruangan para tahanan di tahan. 10 menit Xi Ryu mencari hingga Xi Ryu menemukan sebuah kurungan kayu berisi banyak pria dewasa hingga lansia. Setelah melihat itu Xi Ryu menjadi geram, jika saja tidak perlu menyelamatkan para tahanan ini, mungkin Xi Ryu akan membunuh para perampok yang dirinya lihat.


Xi Ryu mendekati kurungan itu, kemudian menghancurkan gembok besi besar yang mengunci kurungan itu dengan mudah.


“Kalian aman sekarang, tidak perlu khawatir, aku berniat menyelamatkan kalian.” Xi Ryu berkata seperti itu karena ada banyak orang ketakutan setelah melihat dirinya menghancurkan gembok besar dengan mudah.


Mereka yang berada di dalam kurungan satu per satu keluar, Xi Ryu kemudian memberikan sebuah pil berwarna hijau pada orang-orang yang terlihat lemah, terutama para lansia. Setelah mereka memakan pil yang diberikan Xi Ryu, mereka yang terlihat lemah hingga tidak kuat untuk berdiri akhirnya menjadi agak membaik, nafas mereka mulai teratur dan kondisi mereka sudah tidak terlalu mengkhawatirkan.


“Kalau begitu kalian tunggu disini, aku akan membebaskan tahanan yang lain.” Xi Ryu kemudian mengibaskan tangannya, dan seketika makanan-makanan kering dan air yang sebelumnya Xi Ryu simpan dalam jumlah besar didalam Cincin Naganya keluar, menumpuk dihadapannya.


Setelah dicari ternyata ada 2 lagi kurungan yang berisi para perempuan dan anak-anak laki-laki. Ruangan yang berisi kurungan perempuan dijaga oleh dua orang orang perampok, hingga Xi Ryu harus bertarung dengan kedua perampok ini, tapi itu bukan masalah, Xi Ryu bisa menbunuh keduanya kurang dari satu menit.


Saat melihat keadaan kurungan khusus perempuan, muka Xi Ryu merah padam, dia sangat marah. Didalam kurungan itu hampir semua perempuan tidak memakai sehelai pakaianpun. Tapi Xi Ryu mencoba meredam kemarahannya, ada yang harus dia prioritaskan.


Xi Ryu membebaskan semua wanita yang ada di dalam kurungan itu, saat keluar dari kurungan itu hampir semua tatapan wanita-wanita itu kosong, ketakutan, sedih. Seakan tidak ada lagi hari esok. Melihat itu Xi Ryu hanya menghela nafas dalam, lalu memberikan kain-kain tebal dari cincin naganya.


Setelah itu Xi Ryu pergi tanpa memberitahu pada wanita-wanita yang ada diruangan itu. Percuma memberitahu mereka, tidak akan ada yang mendengarkan karena terlalu banyak rasa takut dan trauma di hati mereka.

__ADS_1


Disisi lain Jin Yong tengah membantai para perampok yang tengah berpesta disuatu ruangan, Dengan cepat Jin Yong bergerak dan menggerakan pedangnya, membunuh para perampok. Tanpa perlawanan akhirnya semua perampok yang ada diruangan itu mati.


Malam ini, markas perampok ini sudah tiada, dihabisi 2 orang.


Xi Ryu yang sudah berhasil membebaskan semua tahanan dan menenangkan semua tahanan akhirnya berkata, "Kalian bisa membawa harta milik kalian yang tersisa di gudang, kalian bisa tinggal di sini terlebih dahulu, dan jika kalian ingin, besok kalian pergi kearah utara, sekitar satu jam perjalanan dari sini kalian akan menemukan sebuah kota kecil, kalian bisa memulai hidup baru disana." ucap Xi Ryu pada orang-orang disekitarnya.


Setelah berkata begitu, Xi Ryu pamit dan pergi keluar markas itu.


Diluar Jin Yong menunggu, tidak ada bercak darah di pakaiannya, semua bersih seakan tidak pernah melakukan pembantaian.


“Paman, kau kemanakan mayat-mayat itu?” tanya Xi Ryu yang melihat Jin Yong sedang duduk didepannya dengan batu sebagai kursinya.


“Mayat para perampok itu? Tadinya akan aku bakar, tetapi karena aku melihat ada sebuah lubang besar dibelakang markas ini, aku buang semua mayat-mayat para perampok kesana dan aku longsorkan tanah itu hingga semua mayat itu terkubur," ucap Jin Yong dengan muka datar.


“Kalau begitu, ayo kita pergi. Meskipun aku kurang yakin, tapi orang-orang yang sebelumnya ditahan bisa mengurus dirinya sendiri.” ucap Jin Yong yang berdiri dari duduknya.


Xi Ryu mengangguk, kemudian berlari dengan cepat meninggalkan markas para perampok, markas yang orang-orangnya sudah mati dan menjadi pupuk.


Jin Yong mengikuti dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2