
Dengan nada tinggi, salah satu Tengkorak Pembunuh yang sedang melawan Xi Ryu berkata, "Nak, aku sarankan kau jangan ikut campur urusan ini, atau kau akan tanggung akibatnya."
Xi Ryu tertawa kecil, "tanggung akibat-nya? aku akan senang hati menanggung akibatnya, jika kau bisa mengalahkanku." sambil menyerang kembali kedua Tengkorak Pembunuh.
Disisi lain Jendral Guo terlihat berimbang dengan lawan-nya, "Jendral, sekarang aku tidak akan bermain-main lagi." salah satu Tengkorak Pembunuh mengangkat tinggi gada besarnya, "Hantaman Tengkorak Kegelapan." Teriak-nya.
Dari gada lawan muncul siluet tengkorak berwarna hitam, dengan cepat gada itu menghantam Jendral Guo hingga Jendral Guo terpental jauh menabrak pohon besar.
BUKK
Jendral Guo menghapuskan darah yang keluar dari mulutnya, "Sial, aku lengah harusnya aku lebih hati-hati melawan-nya. Aku akan serius mulai sekarang." Jendral Gou bangkit, memasang kuda-kuda kemudian dengan cepat maju menyerang lawan-nya.
Pukulan beruntun dikeluarkan Jendral Guo dengan sekuat tenaga, setiap pukulan-nya mengandung tenaga dalam yang membuat pukulan-nya memiliki daya rusak yang lebih tinggi, "Pukulan Gorila Emas." sarung tangan milik Jendral Guo bercahaya emas, pukulan itu mengarah kearah kepala lawan.
BUMMM
Tengkorak Pembunuh yang terlambat menghindari pukulan itu dan hanya bisa menahan pukulan dari Jendral Guo dengan kedua tangan-nya.
KRAKK
Karena pukulan dari Jendral Guo terlalu keras Tengkorak Pembunuh terpental jauh hingga menabrak pohon yang jarak-nya 50 meter dari posisi-nya bertarung.
Saat menambrak pohon, Tengkorak Pembunuh berteriak dengan keras, "ARKHHHHHH tanganku." tangan Tengkorak Pembunuh melengkung dan berubah warna menjadi unggu.
__ADS_1
Dengan nafas yang terengah-engah dan senyum kemenangan, Jendral Guo bergumam, "Meskipun dapat melukai-nya dengan jurus andalanku, butuh tenaga dalam yang besar dan kekuatan fisik yang besar untuk menggunakan jurus itu. Uhuk…" Gumam Jendral Guo sambil terbatuk darah.
Disisi lain Xi Ryu dan Kedua Tengkorak Pembunuh yang mendengar teriakan keras itu saling mundur dari pertarungan kemudian melihat kearah sumber suara. "Sepertinya tangan miliknya sudah tidak berguna lagi." Gumam Xi Ryu diiringi tawa kecil.
Kedua Tengkorak Pembunuh yang melihat rekan-nya tidak berdaya dan kesakitan menjadi marah besar, "KAU AKAN AKU BUNUH JENDRAL SIAL*N!!!" Kedua Tengkorak Pembunuh secara serempak mengangkat gadanya dan berlari menyerang Jendral Guo.
Melihat itu Xi Ryu dengan cepat menyalurkan tenaga dalam yang cukup besar pada pedangnya, kemudian melemparkan pedang-nya keatas langit, "Jurus Pedang Langit - Pedang Bayangan." gumam-nya.
Pedang Xi Ryu yang berada di atas mulai menggandakan diri hingga menjadi ratusan, kemudian pedang itu mengarah kearah Tengkorak Pembunuh yang berlari kearah Jendral Guo.
CLEB… CLEB… CLEB…
Karena terbakar emosi dan lengah, Kedua Tengkorak Pembunuh tidak menyadari kalau jurus pedang Xi Ryu mengarah padanya, karena lengah akhirnya mereka tertusuk ratusan pedang yang berasal dari jurus pedang bayangan milik Xi Ryu. Kedua Tengkorak Pembunuh akhirnya mati karena tertusuk pedang di area vital seperti kepala, jantung dan lain-nya.
Xi Ryu tersenyum tetapi muka-nya terlihat pucat, "Uhuk… Uhuk… Aku terpaksa memakai jurus pedang langit yang memberi efek samping buruk pada tubuhku. Jika aku bisa mencapai Tingkat Langit mungkin efeknya tidak akan seburuk ini." Xi Ryu sambil terbatuk darah.
Jendral Guo tersadar dari keterkejutan-nya, kemudian memberi hormat pada Xi Ryu, "Terimakasih senior telah membantuku, jika tidak ada senior aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku dan keluarga kerajaan."
Xi Ryu tertawa kecil karena mendengar kata senior, tetapi dia tidak memikirkan-nya, "Tidak apa-apa, ini sudah menjadi kewajibanku sebagai manusia, jadi tidak perlu dipikir kan. Kalau begitu aku akan sedikit bertanya padanya." Xi Ryu mendatangi Tengkorak Pembunuh yang masih tersisa.
Xi Ryu memotong kedua lengan Tengkorak Pembunuh, "Aku sudah menghilangkan sedikit rasa sakit itu. Jadi sebagai bentuk terimakasih mu, kau harus menjawab pertanyaan-ku." Xi Ryu dengan dingin.
Dengan tubuh bergetar, Tengkorak Pembunuh berkara lantang, "Aku tidak akan menjawab pertanyaanmu. Lebih baik aku mati daripada menjawab pertanyaan mu."
__ADS_1
Xi Ryu tersenyum dingin, lalu menusukan pedangnya pada bahu Tengkorak Pembunuh. Tengkorak Pembunuh menjerit, "Aku lebih baik mati daripada menjawab pertanyaan mu."
Xi Ryu menghela nafas dalam, "Lebih baik mati? Tapi aku tidak akan membiarkan-mu mati sebelum menjawab pertanyaan-ku. Jawab pertanyaan ini, siapa yang mengirimu kemari? Dan alasan kau dikirim kemari?" Xi Ryu sambil menusukan pedangnya lebih dalam.
Jendral Guo yang melihat itu merasa ngeri akan kesadisan sosok yang ada didepan-nya. Sosok yang dinilai-nya sebagai orang baik yang paling kejam yang pernah dia lihat, dan tanpa ragu membunuh.
Tengkorak Pembunuh berteriak keras, kemudian dengan cepat mengagguk, "Baik… Baik… Aku akan menjawab-nya, aku…" belum selesai tengkorak pembunuh bicara, tiba-tiba tubuhnya meledak menjadi gumpalan daging tidak berguna.
Xi Ryu melebarkan mata, "Dia meledak? Bagaimana bisa? Sepertinya pihak musuh memiliki trik agar informasi-nya tidak bocor." batin Xi Ryu.
Jendral Guo yang berada dibelakang Xi Ryu bersuara, "Sudah aku kira akan seperti ini. Ini bukan yang pertama kalinya terjadi." Jendral Guo menghela nafas panjang.
Xi Ryu membalikan badannya matanya menatap serius Jendral Guo, "Bukan pertama kalinya? Berarti mereka berasal dari Aliansi Iblis Hitam? Jika boleh aku tahu, apakah ada informasi yang kerajaan miliki tentang Aliansi Iblis hitam ini?"
Jendral Guo menggeleng, "Sayangnya sekarang belum ada informasi yang kami dapatkan."
Tiba-tiba dari kereta seorang Pria paruh baya yang disebut yang mulia oleh Jendral Guo keluar. "Jendral, apakah pertarungan-nya sudah selesai?"
Jendral Guo sedikit terkejut sebelum membalikan badan-nya, kemudian Jendral Guo memberi hormat, "Maaf yang mulia saya tidak dengan segera memberi tahu yang mulia kalau pertarungan-nya sudah selesai. Sebenarnya yang menjadi penyelamat adalah senior ini yang mulia, saya hanya sekedar membantunya saja."
Pria yang disebut sebagai Yang Mulia tampak bingung, "Senior? Senior yang mana?"
Xi Ryu maju kemudian memberi hormat, "Senior yang dimagsud itu saya Yang Mulia. Perkenalkan yang kecil ini bernama Xi Ryu dari Sekte Phoenix."
__ADS_1
Pria itu mengangguk kemudian berkata, "Kalau begitu terimakasih senior telah menolong kami. Aku Zhang Kun, sebagai kaisar dari Kekaisaran Wei pasti akan memberikan hadiah yang pantas untuk senior. Tetapi sebelum itu bisakah senior mengantar kami melakukan perjalanan ke ibu kota untuk berjaga-jaga jika ada kejadian yang tidak di inginkan?"
Xi Ryu terlihat ragu sebelum mengangguk dan menjawab, "Baiklah yang mulia, saya bisa."