
"Uhh... sepertinya kita sudah berlari lama sekali, apa jarak dari sini untuk sampai ke sekte masih jauh Kek?" tanya Xi Ryu pada Fu Chen.
"Ya, hanya butuh waktu satu minggu lagi, dengan begitu kita akan sampai jika menggunakan kecepatan ini." ucap Fu Chen sambil meloncat menggunakan ilmu meringankan tubuh dari pohon ke pohon diikuti Fu Xiang dan Xi Ryu dari belakang.
"Kalau begitu sih masih jauh." ucap Xi Ryu sambil memasang wajah kecewa.
"Sudahlah jangan mengeluh, anggap saja ini latihan, agar kau mahir dalam menggunakan ilmu meringankan tubuh." ucap Fu Xiang di belakang Xi Ryu dan Fu Chen.
"Latihan ya….? Kalau begitu sekarang aku akan menggunakan kekuatan penuh ilmu meringankan tubuhku." ucap Xi Ryu lalu dia melaju dengan kecepatan penuhnya yang meningkat 2 kali lipat dari sebelumnya.
"Anak itu sepertinya hanya bisa bersemangat ketika mendengar kata latihan." ucap Fu Chen dengan tawa kecil.
Lalu pasangan ayah dan anak itu mengejar Xi Ryu.
Hingga 6 jam berlalu, hari sudah malam dan purnama bersinar dengan terang menerangi gelapnya malam. Di hutan nafas Xi Ryu sudah tak karuan karena sudah kecapean.
Xi Ryu berkata pada Fu Xiang dan Fu Chen, "Paman, Kakek. Apakah jarak sekte dari sini masih jauh?"
Fu Chen terlihat berfikir lalu dia berkata, "berkatmu yang memakai ilmu meringankan tubuh dengan kecepatan penuh, perjalanan bisa dipercepat dan kira-kira dengan kecepatan tadi, kita dapat sampai di sekte tiga hari lagi dan ditambah istirahat jadi kira-kira empat hari."
"Empat hari ya… Kalau begitu aku akan mencoba mengumpulkan tenaga dalam terlebih dahulu, agar tenaga dalamku cukup untuk memakai ilmu meringankan tubuh dengan kecepatan yang sama seperti tadi." ucap Xi Ryu, lalu dia bersemedi untuk menggunakan teknik pernapasannya.
"Baiklah kita istirahat dulu sambil menunggu anak itu selesai mengumpulkan tenaga dalam." ucap Fu Chen pada Fu Xiang.
__ADS_1
"Ya, ayah." jawab Fu Xiang singkat.
Beberapa jam berlalu. Kini Xi Ryu sudah selesai mengumpulkan tenaga dalamnya, meskipun hanya dapat mengumpulkan tenaga dalam yang tidak banyak. Tapi Xi Ryu yakin dengan tenaga dalamnya dia bisa mengunakan ilmu meringankan tubuh dalam waktu yang lumayan lama.
Saat Xi Ryu membuka mata, yang pertama dia lihat adalah pasangan anak dan ayah itu sedang membakar seekor kelinci.
Xi Ryu maju mendekat pada Ayah dan Anak itu lalu dia berkata, "Mana untukku?" Xi Ryu yang melihat Fu Xiang memiliki 2 kelinci.
Fu Xiang yang berada didepan Xi Ryu berkata, "Memburu saja sendiri."
"Heh… Paman kan baik hati, lagipula paman memiliki dua kelinci, boleh kan aku minta salah satunya?" ucap Xi Ryu dengan tatapan memelasnya meminta pada Fu Xiang.
Fu Chen yang ada samping Fu Xiang berkata, "Berikan saja, dia kan masih kecil jadi masih dalam masa pertumbuhan dan dia harus banyak makan."
"Kenapa Paman dan Kakek tidak menggunakan perubahan jenis untuk membakar kelinci? Jika menggunakan perubahan jenis pasti lebih cepat." ucap Xi Ryu yang terpikirkan pertanyaan ini.
"Hmmm, hanya untuk hiburan saja. Jika langsung memakai perubahan jenis untuk membakarnya, pasti proses pembakarannya akan cepat dan akan membosankan, juga mungkin tidak akan seenak dibakar seperti ini." ucap Fu Xiang dan dibalas anggukan oleh Xi Ryu.
Beberapa menit berlalu dan mereka bertiga sudah selesai memakan kelinci.
"Uhh perutku sepertinya sudah kenyang. Kalau begitu kapan kita berangkat lagi?" ucap Xi Ryu sambil memukul-mukul lembut perutnya.
"Sekarang." ucap Fu Xiang, kemudian dengan cepat Fu Xiang berlari dengan ilmu meringankan tubuhnya dan di ikuti Fu Chen dan Xi Ryu.
__ADS_1
Beberapa jam berlalu, saat diperjalanan mereka bertiga tak menemukan masalah sedikitpun. Dan karena Xi Ryu kelelahan, mereka memutuskan untuk beristirahat kembali.
Setelah selesai istirahat, mereka kembali melakukan perjalanan. Tak terasa lima hari berlalu, di dalam perjalanan, mereka tak menemukan masalah besar, dan sekarang mereka bertiga sudah dekat dengan Sekte Burung Phoenix.
"Sebentar lagi kita sampai di sekte." ucap Fu Chen sambil melihat kearah cahaya yang ada didepannya.
Saat sudah melewati hutan Xi Ryu melihat sebuah kota besar.
"Wah. Apakah ini adalah Sekte Burung Phoenix?" ucap Xi Ryu.
"Bukan, ini adalah Kota Hangzhou. Sekte Burung Phoenix ada di dalamnya." ucap Fu Chen.
Lalu mereka bertiga pergi ke arah gerbang depan Kota Hangzhou.
Saat sudah sampai di depan gerbang kota, Xi Ryu melihat ada 5 orang yang penjaga kota. Fu Chen lalu masuk tanpa harus diperiksa, karena mungkin seluruh kota sudah tahu padanya.
Lalu diikuti oleh Xi Ryu dan Fu Xiang. Para penjaga hanya membungkuk memberi hormat tanpa mengucap sepatah kata pun.
Lalu mereka bertiga berjalan menyusuri kota, munuju Sekte Burung Phoenix.
Beberapa menit berlalu, hingga akhirnya mereka tiba didepan gerbang yang dijaga orang-orang yang memakai seragam khusus dan di atas gerbang itu tertulis Sekte Burung Phoenix.
Fu Chen lalu berkata, "Kita sudah sampai di sekte."
__ADS_1