Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch.38 - Gingseng Lumut Dewa


__ADS_3

Di dalam kereta kuda, Xi Ryu hanya diam mendengarkan dan mengagguk-ngangguk ketika mendengarkan Kaisar Zhang Kun bercerita tentang seriusnya masalah Aliansi Iblis Hitam yang belakangan ini semakin rumit masalahnya.


Xi Ryu mengangguk, "Iya, ini masalah yang rumit sekali, masalahnya kita tidak tahu latar belakang terbentuknya Aliansi ini dan seberapa kuat Aliansi ini. informasi yang kita dapatkan masih sangat minim. Jadi kita harus berhati-hati dan bersiap-siap terlebih dahulu." ucap Xi Ryu yang sudah memikirkannya panjang lebar.


Zhang Kun berdecak kagum atas kepintaran Xi Ryu, "Maaf senior, tanpa mengurangi rasa hormatku sebagai seorang kaisar, Jika boleh tahu berapa umur senior ini?"


Xi Ryu tersenyum canggung, "Sebenarnya hampir tidak pantas jika aku disebut senior oleh yang mulia, karena sekarang aku masih belum genap 18 tahun."


Semua yang ada didalam kereta kuda itu tidak ada yang bisa untuk tidak terkejut. Termasuk Xiao Yi, istri Kaisar dan Zhang Qian Yu, anak perempuan Kaisar. Juga Guo En yang tak lain termasuk 3 komandan utama kerajaan, Guo En biasa disebut Jendral Guo.


Dengan terbata-bata Zhang Kun berkata, "Apa aku tidak salah dengar, kau benar-benar belum genap 18 tahun?"


Semua yang ada didalam kereta menunggu jawaban dari Xi Ryu, yang paling antusias disana adalah Zhang Qian Yu, anak dari kaisar. Saat pertama kali melihat Xi Ryu entah kenapa hatinya berdegub kencang tanpa bisa dikendalikan, perasaan yang sebelumnya tidak pernah muncul dihatinya muncul begitu saja. Dengan malu-malu dalam hatinya Zhang Qian Yu mulai mengakui kalau dirinya menyukai sosok pemuda yang akan mengawalnya menuju ke ibu kota.


Tetapi saat ayahnya mengenalkan kalau sosok Xi Ryu ini adalah senior berkekuatan tinggi yang mempertahankan kemudaan-nya dengan ilmu tenaga dalam yang tinggi, hati Zhang Qian Yu hancur meskipun begitu dia masih mempunyai perasaan khusus pada Xi Ryu yang dianggapnya sudah senior.


Sekarang Xi Ryu akan mengungkap umurnya yang sebenarnya, dan itu membuat hatinya berbunga-bunga. Berharap kalau Xi Ryu memiki umur yang tidak jauh berbeda dengannya.


Xi Ryu yang melihat semua orang yang ada di dalam kereta penasaran akan umurnya tersenyum canggung, "Benar, saya memang belum genap 18 tahun. Sekarang bisa dibilang saya masih berumur 17 tahun sedikit lagi menuju 18 tahun."

__ADS_1


Zhang Kun dan semua yang ada didalam kereta terkejut melihat sosok yang begitu muda tetapi memiliki kekuatan yang begitu besar, belum ada didalam sejarah Kekaisaran Wei seorang anak yang belum genap 18 tahun memiliki kekuatan yang begitu besar. Hanya satu kata yang bisa disematkan pada Xi Ryu, Mengerikan.


Zhang kun berfikir kalau Xi Ryu berbohong. tetapi jika dipikir-pikir lagi apa untungnya kalau Xi Ryu berbohong dan juga tidak terlihat jejak-jejak kebohongan dimata Xi Ryu.


Dari samping kiri Zhang Kun, Jendral Guo berdecak kagum, "Sepertinya Pendekar Ryu ini akan menjadi sosok yang sangat kuat, dan mungkin akan menjadi Pilar aliran putih dimasa depan nanti." sambil tertawa kecil.


Zhang Kun mengangguk, "Mungkin Ryu bisa menjadi kaisar dimasa depan." Goda Zhang Kun pada anaknya sambil tertawa.


Zhang Qian Yu yang mendengar itu menjadi malu, hingga pipinya memerah. Tetapi tidak menjawab candaan Ayahnya, dia tahu ayahnya hanya sedang bercanda.


Xi Ryu hanya tertawa kecil tak memikirkan perkataan Kaisar yang ada disampingnya. Lagi pula jika dirinya ditawari menjadi seorang kaisar, dirinya tidak akan mau menjadi seorang kaisar. Dirinya lebih memilih hidup yang bebas dan menjadi pengelana daripada menjadi kaisar yang mengurus urusan rumit tentang politik.





Xi Ryu melihat ke langit, bulan purnama yang terang dan bintang-bintang menghiasi langit, "Jendral Guo, kalau boleh tahu kapan kita bisa sampai di ibukota?" sambil memegang pundak Jendral Guo.

__ADS_1



Jendral Guo mengelus janggutnya, "Dengan perhitungan kasarku, jika perjalanan kita lancar tanpa ada hambatan dan tidak berhenti-berhenti untuk istirahat seperti ini, kita bisa sampai diibukota dalam waktu kurang lebih 7 sampai 8 hari perjalanan. Tetapi jika terus seperti ini sekitar 13 sampai 14 hari."



Xi Ryu mengagguk pelan, "Ternyata masih jauh ya. Kalau begitu Jendral aku izin berlatih sebentar."



Sebelum mendapat jawaban dari Jendral Guo, Xi Ryu pergi ke batu besar yang jaraknya sekitar 150 meter dari kereta kuda.



Xi Ryu duduk disana, lalu mengambil sebuah gingseng berwarna kehijau-hijauan dari dalam Cincin Naganya. Xi Ryu memandangi gingseng yang dia pegang, "Guru saat itu pernah berpesan untuk memakai sumber daya seperti tanaman ajaib dan Tanaman herbal saat aku berada di tahap bumi, agar pemakaiannya dapat dimaksimalkan. Sekarang ditanganku ada gingseng lumut dewa berumur 300 tahun, jika aku menyerapnya secara sembarangan seperti saat aku baru mencapai tingkat bumi, bisa-bisa tubuhku tidak kuat untuk menerima khasiat dari gingseng ini, untungnya saat itu ada Patriak yang menolong jika tidak…" Xi Ryu berhenti membatin.



Bulu kuduk Xi Ryu berdiri karena membayangkannya, "Biarlah, yang penting sekarang aku punya Kitab Energi Langit di kepala ku. Beruntungnya Kitab Energi Langit mempunyai teknik untuk menyerap Khasiat dari sumber daya seperti ini. Dengan gingseng ini aku yakin kekuatan fisik ku akan meningkat pesat." Batinnya sambil tersenyum lebar.

__ADS_1



Xi Ryu memakan gingseng itu, lalu berkonsrentasi dan memyerap khasiat gingseng itu sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Energi Langit.


__ADS_2