Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch.5 - Desa Pohon Jati


__ADS_3

Xi Ryu terus berlari, berharap dirinya menemukan sebuah kota atau desa, hingga malam datang dan bulan purnama bersinar di angkasa. Tetapi Xi Ryu masih belum menemukan kota atau desa. Xi Ryu bergumam.


"Aku lupa meminta peta kepada guru, kalau tidak lupa mungkin tidak akan seperti ini. Apa mungkin aku istirahat dulu? Emm, tidak aku belum merasa lelah. Lebih baik aku melanjutkan perjalanan."


Setelah Xi Ryu berlari dengan waktu yang lumayan lama, akhirnya dia menemukan sebuah desa. 


"Akhirnya aku menemukan desa." Xi Ryu sambil melihat pintu masuk desa, disana tertulis Desa Pohon Jati.


Xi Ryu langsung masuk karena tidak ada penjagaan diluar gerbang desa. Saat Xi Ryu masuk, situasi di desa sangat sepi bahkan terasa tidak ada orang, tetapi Xi Ryu tidak mempermasalahkannya. Mungkin orang-orang disini sedang tidur karena sudah larut malam.


Xi Ryu berkeliling mencari penginapan dengan waktu hampir sepuluh menit. Sampai akhirnya Xi Ryu menemukan Penginapan Kayu Jati. Seperti namanya Penginapan ini sepertinya terbuat dari kayu jati.


"Akhirnya aku menemukan penginapan, tak sabar aku ingin istirahat." Xi Ryu lalu masuk ke penginapan itu dan suasana disana sangat sepi, tidak ada orang hanya seorang nenek yang sedang tertidur sambil duduk di meja penerima tamu.


Xi Ryu mendekat pada nenek itu lalu menyapanya, "Permisi nek, apa masih ada kamar disini?"


Nenek tadi bangun dan terkejut melihat pemuda yang tidak lain dan tidak bukan Xi Ryu, saat sudah bangun dari keterkejutan nya, nenek itu berbicara, "Nak lebih baik kau pergi dari desa ini."


Xi Ryu yang merasa langsung di usir oleh nenek itu hanya menggaruk pelan kepalanya, 'Apa ada yang salah denganku?' batinnya berkata. 


"Maaf nek, tapi aku berniat menginap disini karena tak bisa pulang dalam beberapa tahun. Jadi aku tidak bisa pergi dari sini." Xi Ryu sambil tersenyum canggung. 


Nenek itu menghela nafas lalu berkata, "Nak tempat ini sedang tidak aman, besok akan ada sekelompok bandit datang ke desa ini dan kau harus pergi jika tidak ingin menjadi korban."


Mendengar itu Xi Ryu terkejut, "Tapi kenapa nenek tidak pergi dari desa ini?" Xi Ryu penasaran.


"Cucu nenek dan gadis-gadis yang ada di desa ini di bawa oleh sekelompok bandit itu dan jika Nenek dan Penduduk disini pergi, maka gadis-gadis dan cucu nenek akan dibunuh." Nenek itu dengan raut wajah sedih. 


Mendengar itu Xi Ryu memperlihatkan raut wajah marah, bagaimanapun Xi Ryu masih mengingat jelas bagaimana desanya hancur dan orang tuanya mati. Dia tidak ingin ada desa atau orang lain yang mengalaminya.

__ADS_1


Xi Ryu lalu berkata, "Kapan mereka datang?" Xi Ryu dengan tatapan mata yang tajam. 


Nenek penjaga itu terlihat bingung, dirinya merasa anak di hadapannya memiliki keinginan untuk menolong desanya, namun nenek itu merasa jika anak dihadapannya hanya akan menyumbangkan nyawanya saja, jika ikut campur masalah desanya, "Emm… Kira-kira besok siang, jadi sebelum mereka datang lebih baik kau pergi." 


"Baiklah… Nenek! aku mau pesan kamar. Besok aku akan membantu untuk mengusir bandit-bandit itu." tegas Xi Ryu.


"Untuk seukuran anak kecil sepertimu, ini terlalu berbahaya, lagipula mereka sangat kuat, jadi lebih baik kau pergi." ucap nenek itu.


"Tidak apa nek, jika aku mati disini mungkin sudah takdir diriku." ucap Xi Ryu meyakinkan nenek itu. 


"Baiklah, Aku tidak akan memaksamu untuk pergi dari desa." ucap nenek itu menyerah menyuruh anak di depannya pergi. 


"Terimakasih nek, tetapi bisa nenek memberi tahu rincian kekuatan mereka?" Ucap Xi Ryu.


"Jika Tidak salah, jumlah mereka ada 15 orang dan kekuatan mereka rata-rata berada di tingkat 3 dan bos mereka berada di tingkat 1." ucap nenek itu.


Xi Ryu lalu memberitahukan bantuan apa yang dibutuhkan nya. Lalu setelah itu Xi Ryu izin kekamarnya untuk melakukan persiapan.


Setelah dikamar Xi Ryu hanya bermeditasi mengisi tenaga dalamnya yang sudah habis, tenaga dalamnya habis karena memakai ilmu meringankan tubuh secara terus menerus.


Xi Ryu terus bermeditasi hingga matahari terbit dan secara bersamaan tenaga dalamnya pun pulih kembali.


Xi Ryu turun dari kamarnya yang berada di lantai dua, lalu memesan makan pada nenek yang kemarin malam, karena Xi Ryu belum makan dari awal dirinya berangkat.


Saat makanan sudah sampai, Xi Ryu bertanya pada Nenek itu, "Nek apa rencana kemarin sudah dibicarakan dengan kepala desa." Xi Ryu dengan wajah serius.


"Ya, aku sudah memberitahunya tuan muda, awalnya kepala desa itu tidak percaya tetapi setelah dia berfikir, dia merasa diam pun tak ada gunanya, akhirnya dia akan melakukan rencana yang dibuat tuan muda." ucap nenek itu.


Xi Ryu mengagguk lalu tersenyum tipis, dalam hati dia berkata, "Habis riwayatmu bandit-bandit bajing*n."

__ADS_1


Saat sudah selesai makan, Xi Ryu mendekati nenek pemilik toko. Lalu memberi Beberapa Pil Teratai Putih untuk berjaga-jaga jika ada orang yang terluka.


Waktu berlalu dengan cepat, sekarang hari sudah siang dan bandit yang dikabarkan sering mengganggu desa-desa datang dengan 7 kuda yang masing-masing dinaiki 2 orang dan 1 kuda yang dinaiki 1 orang berbadan besar.


Xi Ryu Berada di depan gerbang masuk desa. Gerbang desa itu hampir tertutup dan hanya menyisakan celah yang bisa dimasuki 1 orang manusia.


Pemimpin bandit yang melihat seorang di depan gerbang desa hanya tersenyum, lalu bergumam, "Mereka memberontak ya?, dan bodohnya seorang bocah cebol itu mereka biarkan berada di posisi paling depan."


Pemimpin bandit berteriak, "Hey bocah, menyingkir kau. Jika tidak, kau pasti tahu apa yang akan aku lakukan."


Xi Ryu tersenyum kecil, saat jarak Xi Ryu dan para Bandit hanya sekitar 7 meter Xi Ryu langsung menggunakan teknik meringankan tubuh langkah angin, saat berada di dekat pemimpin bandit itu Xi Ryu langsung menarik pedang dan menghunuskannya pada pemimpin itu, tetapi sayangnya pedang Xi Ryu tidak mengenai pemimpin bandit itu karena ditangkis oleh pemimpin bandit.


Xi Ryu langsung mundur karena serangan pedangnya tidak mengenai pemimpin bandit itu.


Melihat anak didepannya memiliki kekuatan yang setara dengannya, dia terkejut tidak percaya. Namun pemimpin bandit itu dengan cepat menghentikan keterkejutannya, dan menyuruh semua anak buahnya yang akan turun dari kudanya berhenti, pemimpin bandit itu lalu turun dari kudanya lalu mendekati Xi Ryu dan berkata, "Nak, kulihat kau punya pedang yang bagus dan memiliki kekuatan yang hampir setara denganku. Jadi maukah kau bergabung dengan kami dan sama-sama menguasai semua wilayah disini?" Pemimpin itu menawar.


Xi Ryu yang mendengar itu hanya berdecih lalu berkata, "Kau bercanda? Sampai matipun aku tidak akan sudi bergabung dengan orang seperti kalian." Xi Ryu dingin.


Tanpa basa basi Xi Ryu memakai Jurus Burung Elang bagian pertama dan mengarahkan nya kearah leher pemimpin bandit itu, tetapi bandit itu masih bisa menghindar dan hanya mendapat goresan kecil di bagian leher.


"Kau…!!! Akan ku bunuh kau! , anak-anak serang dia!!! Jangan beri dia ampun." ucap pemimpin bandit itu sambil menunjuk Xi Ryu.


"Baik bos." ucap bandit-bandit itu serempak.


Mereka semua turun dari kuda dan maju menyerang pada Xi Ryu dengan membawa senjata masing masing.


Xi Ryu dengan cepat menggerakkan pedangnya, menangkis serangan serangan yang mengarah kepadanya, sekali-kali dirinya membalas menyerang lawannya. Hingga beberapa lama kemudian Xi Ryu dapat unggul dari pihak lawan. 


Saat itu terjadi Xi Ryu mengangkat tangannya, memberi tanda pada orang-orang desa. Setelah Xi Ryu mengangkat tangannya, puluhan anak panah melesat kearah para bandit, dan Xi Ryu dengan cepat mundur. 

__ADS_1


__ADS_2