
Xi Ryu melihat-lihat batu itu, dirinya sedikit takjub. Dia merasa batu giok hitam yang dia pegang itu memiliki energi yang sangat kuat dan terlihat sangat indah, dia kemudian menghela nafas panjang dan mencoba menyerap energi yang ada didalam giok hitam itu.
Dengan perlahan, Xi Ryu mencoba menyerap energi yang ada didalam giok hitam tersebut. Tetapi saat mencoba menyerapnya tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa, hingga nafas Xi Ryu tidak beraturan. Merasakan sakit yang luar biasa secara tiba-tiba membuat Xi Ryu menghentikan proses penyerapannya.
Xi Ryu berkeringat dingin, "Kenapa badanku menjadi sangat sakit saat aku mencoba menyerap energi dalam giok ini?" gumam Xi Ryu dengan nafas tidak beraturan.
Fu Xiang yang masih duduk lemah karena lukanya berkata, "Mungkin itu efek samping dari penyerapan giok hitam itu. Ingat, tidak ada jalan yang mudah untuk mendapat kekuatan yang besar." Ucap Fu Xiang serius.
Xi Ryu mengangguk mengerti dengan nasihat Fu Xiang. Xi Ryu lalu berkata, "Aku akan mencobanya kembali." Xi Ryu menghela nafas lalu mencoba menyerap kembali energi dalam giok hitam itu.
Yang pertama Xi Ryu rasakan adalah rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Rasanya tubuh Xi Ryu seperti ditusuk ribuan jarum besar yang ditusukan di seluruh tubuhnya.
Tetapi Xi Ryu tidak menyerah dan terus melanjutkan proses penyerapan dalam giok hitam tersebut. Muka Xi Ryu memerah menahan sakit, keringat dingin mengucur deras di tubuhnya. Melihat itu, Fu Xiang pun menjadi khawatir pada Xi Ryu.
Melihat Xi Ryu menahan sakit membuat Fu Xiang merasa ngeri. Fu Xiang tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit yang diderita Xi Ryu. Fu Xiang tak bisa membantu dan hanya bisa berdoa untuk kelancaran proses penyerapan energi dalam giok hitam.
Beberapa menit berlalu, Xi Ryu sudah selesai melakukan penyerapan energi dalam giok hitam tersebut. Saat energi di dalam giok hitam itu habis, giok itu perlahan menjadi retak, kemudian menjadi debu dan akhirnya menghilang.
Fu Xiang hanya bersyukur karena proses penyerapan energi sudah selesai dan berjalan lancar. Tak jauh dari Fu Xiang, Xi Ryu hanya tersenyum bangga dengan tubuhnya yang lemas setelah proses menyakitkan itu selesai. Setelah Xi Ryu tersenyum, Xi Ryu lalu jatuh pingsan, tak sadarkan diri di depan Fu Xiang.
__ADS_1
Fu Xiang yang melihat itu panik, dengan susah payah Fu Xiang mendekat kearah Xi Ryu dan melihat kondisi tubuh Xi Ryu, Fu Xiang bisa tenang saat tahu bahwa Xi Ryu hanya tak sadarkan diri karena kelelahan. Mungkin Xi Ryu terlalu lelah sebab kekuatan mental dan fisiknya terkuras karena proses penyerapan energi.
"Syukurlah, dia baik-baik saja." Fu Xiang lalu membaringkan tubuhnya karena tubuhnya masih merasa sakit.
Satu hari berlalu dengan cepat dan Xi Ryu baru sadar, pemandangan yang pertama kali Xi Ryu lihat adalah Fu Xiang yang terbaring di dekatnya, Xi Ryu kemudian bertanya, "Paman berapa lama aku tidak sadarkan diri?" tanya Xi Ryu.
Fu Xiang yang mendengar Xi Ryu berkata, "Kau sudah bangun ya? Emm… Kalau tidak salah kau tidak sadarkan diri selama satu hari." Fu Xiang sambil memalingkan wajahnya ke arah Xi Ryu.
"Satu hari ya? Hmmmm, berarti selama itu paman tak memakan apapun? " Xi Ryu sambil bangkit berdiri.
"Ya, karena aku tidak bisa mencari makanan sepertimu, tubuhku masih terasa sakit." Fu Xiang kesal.
Saat sudah selesai mengganti perban Xi Ryu berkata, "Sepertinya tenaga dalamku hanya meningkat sedikit, mungkin sepuluh."
"Benarkah?!!! Bukankah100 titik tenaga dalam?" Fu Xiang terkejut.
"Ya, meskipun hanya 10 titik tenaga dalam. Tapi itu sangat berguna untukku, dengan begini aku selangkah lebih dekat ke tingkat fana."
Fu Xiang mengangguk, setelah itu perut Fu Xiang berbunyi. 'KREL' suara cacing dalam perut berdemo.
__ADS_1
Xi Ryu dan Fu Xiang tertawa, lalu Xi Ryu berkata, "Paman aku mencari makanan dulu, kau sabar sebentar ya." Xi Ryu lalu melesat pergi.
"Ya." ucap Fu Xiang.
4 hari berlalu dengan cepat. Luka Fu Xiang sudah sembuh, meskipun belum sepenuhnya, Hubungan Xi Ryu dan Fu Xiang pun sekarang sudah semakin dekat.
"Uhh, Akhirnya aku sembuh juga. Terimakasih nak telah menolongku." Ucap Fu Xiang yang sedang meregangkan tubuh. Saat ini Xi Ryu sedang memakan buah-buahan dengan santainya di atas pohon.
"Ya, itu tidak masalah. Lagi pula dengan adanya paman aku jadi bisa untuk menentukan arah tujuanku sekarang." ucap Xi Ryu lalu mengunyah buah apel yang ada di tangannya.
"Sebenarnya ada yang ingin aku tawarkan padamu, aku tidak tahu kau ingin atau tidak." ucap Fu Xiang sambil meloncat ke dahan pohon yang di duduki Xi Ryu.
"Apa itu." ucap Xi Ryu yang masih memakan buah-buahan.
"Apa kau ingin bergabung dengan sekte kami?" ucap Fu Xiang.
"Sekte apa?" tanya Xi Ryu.
"Sekte Burung Phoenix. Kau tahu kan?" jawab Fu Xiang dengan raut muka serius.
__ADS_1