Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch.34 - Kitab Energi Alam


__ADS_3

Yang pertama Xi Ryu lakukan setelah hidup kembali adalah mengunjungi Fu Chen. Xi Ryu pergi ke Aula Utama, tempat Fu Chen menjalankan tugasnya sebagai Patriak Sekte Phoenix.


5 menit berlalu. Karena Aula Utama dekat dengan pemakaman sekte, Xi Ryu bisa dengan cepat sampai disana. Tanpa basa-basi Xi Ryu meloncat ke balkon jendela ruang kerja Fu Chen.


'WUSSS' Xi Ryu meloncat keatas balkon jendela.


Xi Ryu melihat kedalam ruangan, lalu dia berkata, "Ohh, ternyata Patriak masih mengurusi berkas-berkas. Hmmm… Pasti berat ya." Xi Ryu lalu mengetuk jendela itu. Saat Xi Ryu mengetuk jendela, Fu Chen terkejut.


Fu Chen lalu mendatangi jendela yang diketuk tadi. Melihat ada Xi Ryu didekat jendela itu membuat Fu Chen melebarkan kedua matanya, sambil membuka jendela itu, Fu Chen berkata, "Ryu'er? Apakah kau hantu? Ilusi?"


Xi Ryu yang mendengarkan itu berkata, "Sembarangan saja, aku masih hidup tahu." Xi Ryu sambil masuk kedalam jendela yang sudah Fu Chen buka.


Fu Chen tertawa sejenak, lalu dia berkata, "Ternyata dunia masih memiliki peluang untuk damai." Fu Chen dengan senyum tipis dibibirnya.


Fu Chen lalu duduk dikursi kerjanya, lalu dia bertanya pada Xi Ryu, "Ryu'er, bagaimana kau bisa hidup kembali? sedangkan waktu itu jantungmu pecah dan tidak sudah bisa berfungsi." Fu Chen dengan raut wajah serius.


Xi Ryu yang berdiri didekat jendela, maju lalu duduk dikursi yang bersebelahan dengan kursi milik Fu Chen, lalu dia menjawab, "Patriak, sebenarnya aku sudah mati, tetapi…"


Xi Ryu bercerita. Pada saat dirinya mati, dirinya yang berada di ruang yang gelap dan sunyi. Tubuhnya saat itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya putih dan membuat ruang yang gelap itu menjadi ruang putih. Lalu setelah kejadian itu dirinya tiba-tiba hidup kembali dan berada didalam kuburan.


Tentu saja dia tidak bisa menceritakan tentang Shen Long dan yang semua yang diceritakan Shen Long, hanya bagian-bagian perjalanan-nya saja yang dia beri tahu.


Fu Chen mengangguk, lalu dengan senyum dingin dia berkata, "Apa hanya itu saja?"


Xi Ryu yang mendengar itu hanya menelan ludah, lalu dengan nada pura-pura lupa dia berkata, "Hmmm… Oh iya aku lupa, dan juga ada seorang manusia bertanduk. Dan manusia itu yang menolongku."


Fu Chen mengangguk, lalu dia berkata, "Baiklah, sekarang aku percaya padamu."

__ADS_1


Xi Ryu tersenyum tipis. Tetapi senyum itu tiba-tiba menghilang, berganti dengan raut wajah serius, "Patriak, bisakah engkau melatihku, agar aku menjadi lebih kuat?"


Fu Chen berfikir sejenak, lalu dia menggeleng dan berkata, "Sayang-nya itu tidak bisa aku lakukan, dengan kesibukanku yang sekarang aku tidak bisa melatihmu. Tetapi, kau bisa melakukan latihan tertutup. Aku mempunyai tempat yang bagus untuk itu."


Mata Xi Ryu berbinar, dengan nada yang antusias dia berkata, "Benarkah? Kalau begitu aku akan melakukan latihan tertutup."


Fu Chen tersenyum lebar, dia berkata. "Baiklah sekarang kita akan berangkat ke tempat itu, tapi pertama-tama kau harus mengganti baju itu. Bajunya sudah sangat kotor, juga bercak darah yang ada di dadamu terlihat tidak bagus untukku."


Xi Ryu melihat ke arah bajunya, lalu dia tertawa kecil. Sesudah melihat kearah baju-nya, Xi Ryu berkata, "Baiklah, tapi dimana pakaian-nya?"


Fu Chen lalu mengambil sebuah seragam sekte dari bawah meja-nya dan melemparkan-nya pada Xi Ryu. Fu Chen berkata, "Pakai itu, mungkin ukuran-nya pas dengan tubuhmu."


Xi Ryu mengangguk. Lalu dia menganti pakaian-nya di toilet yang ada di ruangan kerja Fu Chen. Di dalam toilet, Xi Ryu yang sudah mengganti bajunya berkata, "Emm, pas sekali ukuran-nya." sambil sedikit melakukan peregangan.


Xi Ryu keluar dari toilet, lalu bertanya pada Fu Chen, "Ohh, iya. Patriak, baju ini milik siapa? Ukuran-nya cocok sekali dengan ukuran tubuhku." sambil meloncat-loncat kecil.


Xi Ryu menghela nafas, dia berkata, "Baiklah, ngomong-ngomong dimana tempat berlatihnya?" tanya Xi Ryu binggung.


Fu Chen bangkit dari tempat duduknya, lalu dia berkata, "Tempat-nya ada disini." sambil berjalan ke pojok ruangan yang berada di sebelah kanan pintu.


Sesudah berada dipojok ruangan, Fu Chen menekan tembok yang ada didepan-nya. Setelah Fu Chen menekan tembok itu, tiba-tiba lantai yang ada di pojokan tiba-tiba menggeser. Terlihat sebuah lubang gelap yang memiliki tangga di sisi temboknya.


Fu Chen melihat kedalam lubang itu, lalu dia berkata, "Ayo masuk, tempat latihanmu ada di dalam sini." Fu Chen sambil masuk kedalam lubang itu.


Xi Ryu lalu mengikuti Fu Chen. Setelah Xi Ryu masuk tiba-tiba lubang yang ada di atas tangga kembali tertutup oleh tembok dan membuat tempat itu menjadi sangat gelap. Melihat tempatnya berada sekarang menjadi gelap, dengan cepat Xi Ryu mengeluarkan bara api dari tangan-nya untuk menerangi jalan.


Fu Chen yang berada di bawah Xi Ryu berkata, "Terimakasih, ayo turun." sambil menuruni tangga.

__ADS_1


Xi Ryu mengikuti Fu Chen. Setelah 1 menit menuruni tangga, akhirnya Xi Ryu berada disebuah ruangan yang sangat luas, saat sudah berada di ruangan yang dimagsud, tiba-tiba 8 obor yang ada diruangan itu menyala dengan sendiri-nya.


Melihat ruangan yang luas membuat Xi Ryu takjub, ruangan yang luasnya hampir sama dengan luas Aula Latihan, dan itu membuat yang Xi Ryu takjub. Sambil melihat langit-langit ruangan itu dia bergumam, "Hebat… Luas sekali tempatnya."


Saat Xi Ryu melihat lebih detail ruangan itu ternyata, di ruangan itu terdapat rak buku kecil yang memiliki 3 buku didalamnya. Melihat rak buku itu membuat Xi Ryu penasaran dan akhirnya bertanya pada Fu Chen, "Patriak, buku apa yang ada di rak itu?" tanya Xi Ryu, sambil menunjuk Rak buku kecil yang ada di samping ruangan.


Fu Chen menjawab, "Sebenarnya kedua buku itu adalah buku catatan milikku dan satu lagi adalah buku yang ingin aku berikan kepadamu. Kau ingat saat dulu aku bilang akan ada yang aku berikan kepadamu?" sambil melihat ke arah Xi Ryu.


Xi Ryu mengangguk, dia berkata, "Ya, aku ingat. Aku pikir Patriak sudah lupa dengan perkataan itu, ternyata tidak ya…"


Fu Chen mendekati rak buku itu, lalu mengambil salah satu buku yang ada di rak itu. Setelah mengambil buku, Fu Chen kembali mendekati Xi Ryu, sambil menyodorkan buku itu Fu Chen berkata, "Ini adalah Kitab Energi Langit, salah satu kitab Tingkat Langit. Didalam kitab ini di jelaskan cara menyerap energi yang ada di alam, Energi Alam akan diserap kedalam tubuh dan disimpan didalam tubuh."


Fu Chen menghela nafas, lalu berkata kembali, "Energi Alam hampir sama dengan tenaga dalam. Tetapi Energi Alam lebih baik dari pada Tenaga Dalam karena memiliki daya rusak yang lebih besar dari pada Tenaga Dalam, juga proses pengumpulan-nya juga lebih cepat. Hanya saja dibutuhkan konsrentasi yang tinggi untuk mengumpulkan-nya."


Xi Ryu mengangguk sambil mengambil Kitab Energi Alam yang di sodorkan Fu Chen, "Begitu ya… Kalau begitu aku akan berjuang untuk bertambah kuat dengan cepat." Xi Ryu dengan semangat.


Fu Chen mengangguk puas, sambil tersenyum Fu Chen berkata, "Baiklah, selamat berlatih."


Xi Ryu membungkuk, lalu berkata, "Terimakasih Patriak, aku berhutang kepadamu. Aku akan berusaha menjadi lebih kuat." Xi Ryu dengan nada serius.


Fu Chen tertawa kecil, lalu berkata, "Tidak perlu berterimakasih, itu sudah kewajibanku. Jadi, jangan sungkan ya. Kalau begitu aku pergi dulu, makanan akan aku antar nanti." sambil pergi mendekati tangga.


Xi Ryu mengagguk lalu berkata kembali, "Jangan beri tahu Paman Xiang ya, kalau aku masih hidup. Aku akan memberi kejutan untuknya."


Sambil menaiki tangga, Fu Chen berkata, "Ya." jawabnya singkat.


Dengan senyuman lebar diwajah Xi Ryu, Xi Ryu bergumam, "Baiklah, aku pastikan setelah aku kembali dari latihan ini aku akan menjadi lebih kuat." sambil mengepal tangan keras.

__ADS_1


__ADS_2