
Malam berlalu dengan cepat dan mentari masih malu-malu untuk memperlihatkan wujudnya. Sekarang Xi Ryu sudah selesai menyerap Gingseng Lumut Dewa, dan kembali lagi ke tenda istirahatnya.
"Oh, Pendekar Ryu apa latihanmu sudah selesai?" tanya Jendral Guo yang melihat Xi Ryu datang kearahnya.
Xi Ryu mengagguk, "Ya, aku sudah menyelesaikan latihannya. Maaf Jendral jika boleh tahu, kapan kita akan berangkat kembali ke ibukota?"
Jendral Guo mengusap janggut pendeknya, "Hmmm, kira-kira kita akan berangkat setelah kita sarapan. Tapi sekarang koki masih membuat hidangannya dan itu akan berlangsung paling lama 1 jam lebih. Jika Pendekar berkenan, maukah pendekar berlatih tanding denganku?"
Xi Ryu tertawa kecil, "Tentu saja, kalau begitu kita akan berlatih tanding dimana?" Xi Ryu sambil melihat-lihat sekitarnya.
Jendral Guo menunjuk tempat kosong yang tidak jauh dari letak batu yang dipakai Xi Ryu bersemedi, "Disana saja, tempatnya lumayan luas." sambil berjalan kearah yang ditunjuknya.
Xi Ryu hanya mengagguk sebelum mengikuti Jendral Guo dari belakang.
Jendral Guo melihat sekelilingnya, "Kalau begitu saya mohon serius untuk melawan saya, saya mohon pendekar tidak menahan kekuatan pendekar." sambil mengepal tangan tandanya memberi hormat.
Xi Ryu mengagguk sambil ikut memberi hormat, "Baiklah jika itu yang Jendral Guo inginkan, aku akan serius melawan Jendral." Xi Ryu lalu melakukan kuda-kuda, "Baiklah kita mulai."
Jendral Guo dan Xi Ryu di waktu yang sama melesat saling menyerang, "Jurus Aliran Air - Gelombang Pasang." deretan pukulan mengarah pada Xi Ryu tanpa henti yang dengan mudah di tangkis dan di hindari oleh Xi Ryu.
Setelah jurus milik Jendral Guo selesai, Jendral Guo menghela nafas karena tidak ada satupun pukulan yang diberikannya mengenai Xi Ryu.
Xi Ryu mundur beberapa langkah lalu memasukan pedang miliknya kesarungnya, "Jurus yang bagus, tetapi terlalu banyak celah. Jurus Aliran Air - Gelombang Pasang." jurus yang sama dengan yang dikeluarkan Jendral Guo, tetapi yang dikeluarkan Xi Ryu sedikit berbeda karena sudah sedikit dimodifikasinya.
Jendral Guo melebarkan matanya tidak percaya, jurus yang tadi dia keluarkan untuk menyerang pemuda didepannya, sekarang berbalik arah menyerangnya, dengan cepat Jendral Guo menangkisnya dan jika ada kesempatan Jendral Guo menghindarinya, "Bagaimana bisa, apakah dia mempelajari jurus yang sama denganku?" batin Jendral Guo yang tidak karuan karena terus dikejutkan oleh Xi Ryu.
__ADS_1
Sambil menyerang Xi Ryu berkata, "Harusnya seperti ini, tadi jurus yang Jendral keluarkan terlalu mudah terbaca." Xi Ryu terus menyerang hingga akhirnya Jendral Guo terpental 3 meter karena tidak kuasa menahan pukulan terakhir dari jurus Gelombang Pasang hasil modifikasi Xi Ryu.
"Uhuk… Uhuk… Kau kuat sekali Pendekar Ryu, aku menyerah." Jendral Guo bangkit lalu mengepalkan tangan, memberi hormat pada Xi Ryu, "Terimakasih Pendekar Ryu, berkatmu aku mendapat pencerahan."
Xi Ryu tersenyum tipis, "Jangan sungkan-sungkan Jendral Guo."
Dari dekat tenda Zhang Qianyu terpana melihat Pertarungan Jendral Guo dan Xi Ryu, meskipun lumayan jauh karena jaraknya 100 meter dari tenda, tetapi Zhang Qianyu masih bisa melihat pertarungan keduanya dengan jelas.
Tapi keterpanaannya berakhir karena mengingat kalau dirinya disuruh langsung oleh ayahnya untuk mengajak Xi Ryu dan Jendral Guo sarapan, "Aku lupa, kalau aku harus mengajaknya sarapan."
Dengan ilmu meringankan tubuhnya Zhang Qianyu berlari kearah Xi Ryu dan Jendral Guo. Zhang Qianyu belajar ilmu pendekar agar dirinya bisa menjaga diri meskipun sedikit, tetapi setelah melihat Xi Ryu dirinya termotivasi agar menjadi kuat dan berjanji akan berlatih dengan keras.
Saat Xi Ryu bertukar Pikiran tentang jurus tadi dengan Jendral Guo, Xi Ryu melihat Zhang Qianyu berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh kearahnya dan Jendral Guo, "Sepertinya sarapan sudah siap."
Saat Zhang Qianyu berlari, secara tidak sengaja dia menendang batu hingga terjatuh. Xi Ryu yang melihat itu ingin tertawa, tetapi Xi Ryu menahan tawanya karena tidak ingin menyingung keluarga kaisar.
Dengan cepat Xi Ryu berlari kearah Zhang Qianyu yang masih terlengkub karena terjatuh, Zhang Qianyu yang terjatuh tidak berusaha bangkit dan mengabaikan rasa sakit dari kakinya yang terkilir karena rasa malu yang menyerang.
Jendral Guo yang melihat itu hanya tersenyum tipis, sedangkan Xi Ryu yang berada di dekat Zhang Qianyu berusaha membangunkannya.
Zhang Qianya yang berhasil bangkit karena dibantu oleh Xi Ryu tiba-tiba mendesah, "Ahh… Kaki ku sakit." sambil duduk secara perlahan.
"Sepertinya kakimu terkilir, naik saja kepunggung ku." ucap Xi Ryu sambil menawarkan gendongannya pada Zhang Qianyu.
Zhang Qianyu terlihat ragu, "Apa Pendekar Ryu tidak masalah?"
__ADS_1
Xi Ryu mengagguk, "Tidak masalah, lagi pula kaki Tuan Putri terkilir dan tidak bisa berjalan dengan baik."
Zhang Qianyu mengagguk, "Baiklah, maaf ya aku merepotkanmu." berbeda dengan ucapannya, didalam hatinya Zhang Qianyu berkata, "Aku tidak percaya kalau ini akan terjadi. Sepertinya pribahasa Petaka membawa Berkah ada benarnya." Zhang Qianyu dalam hatinya yang berbunga-bunga.
Jendral Guo yang melihat itu dari kejauhan tiba-tiba bersiul lalu berlari dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh ke tenda untuk sarapan, "Pendekar Ryu, Tuan Putri. Aku sarapan duluan ya." Jendral Guo sambil berlari.
Xi Ryu yang melihat sikap Jendral Guo yang aneh tidak memikirkanya. Berbeda dengan Xi Ryu, Zhang Qianyu justru berterimakasih dalam hatinya pada Jendral Guo.
Dengan pelan Xi Ryu berjalan kearah tenda sambil menggendong Zhang Qianyu, "Tuan Putri, sepertinya ada yang salah dengan tubuhku, kenapa suara detak jantungmu berdetak dengan kencang sekali?"
Zhang Qianyu yang mendengar itu jadi bingung mau menjawab apa, dengan asal Zhang Qianyu menjawab, "Mungkin karena tadi aku terjatuh." ucap Zhang Qianyu dengan diiringi tawa kecil. Sebenarnya jantungnya berdegub kencang karena rasa senang dan gugupnya saat digendong oleh Xi Ryu.
"Kalau begitu aku akan mempercepat langkahku." ucap Xi Ryu sambil berlari.
Zhang Qianyu menyesal telah menyebutkan alasan seperti itu hingga Xi Ryu mempercepat laju berlarinya, sebenarnya Zhang Qianyu ingin lebih lama berdua bersama Xi Ryu tapi apa boleh buat sekarang dirinya hanya bisa pasrah menikmati sedikit waktu di gendongan Xi Ryu.
Tak lama kemudian Zhang Qianyu dibawa ke dalam tenda tabib untuk disembuhkan, setelah dibaringkan di ranjang kayu khusus yang ada di dalam tenda tabib, Xi Ryu pamit untuk pergi sarapan sambil memanggil tabib.
Zhang Qianyu yang sedang sendiri didalam tenda tabib tidak bisa menahan kesenangannya karena dapat digendong oleh orang yang mempunyai ruang khusus di dalam hatinya, Xi Ryu.
Xi Ryu yang sudah memberi tahu tabib kalau ada tuan putri di tendanya, lalu masuk ke tenda yang memiliki ukuran yang paling besar, "Maaf Yang Mulia, aku…"
Belum selesai Xi Ryu bicara, Zhang Kun angkat bicara, "Sudah, tidak perlu diceritakan. Jendral Guo sudah memberi tahu kami, sudah ayo makan. Jangan khawatirkan Yu'er dia memang anak yang sedikit ceroboh." Zhang Kun sambil tertawa kecil membayangkan anaknya yang ceroboh.
Xi Ryu duduk di kursi yang ada disebelah Jendral Guo, "Kalau begitu selamat makan." Xi Ryu sambil menyantap makanan didepannya dengan tenang.
__ADS_1