Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch.6 - Melawan Bandit


__ADS_3

Puluhan anak panah meluncur dari atas benteng dan mengarah kepada para bandit yang menyerang Xi Ryu, meskipun tembakan anak panah itu tidak sepenuhnya mengarah pada para bandit. karena yang memanah hanya warga desa yang mungkin baru pertama kali mencoba senjata panah. Tetapi untungnya ada hampir semua anak panah yang mengenai para bandit.


Delapan bandit mati dan sisanya luka parah karena tertancap anak panah, pemimpin para bandit marah besar setelah melihat anak buahnya banyak yang mati dan terluka, dia berteriak, "BOCAH SIALAN…!!!" Pemimpin bandit itu lalu berlari kearah Xi Ryu dengan cepat sambil memegang pedang yang siap dihunuskan kearah Xi Ryu.


Xi Ryu yang melihat itu langsung waspada dan siap-siap menerima serangan dari pemimpin bandit. hingga pada saat hanya tersisa jarak satu setengah meter antara Xi Ryu dan pemimpin bandit itu, pemimpin bandit itu berteriak, "jurus pedang hitam gerakan pertama." pemimpin bandit itu sambil mengarahkan pedangnya pada Xi Ryu.


Tetapi Xi Ryu berhasil menahan serangan itu dengan pedangnya dan mendorong pedang Pemimpin bandit itu lalu dia memakai ilmu meringankan tubuh langkah angin, lalu Xi Ryu berlari kesamping pemimpin bandit itu sambil merapal jurus pedang, "Tarian pedang burung elang, Gerakan pertama." Xi Ryu menyerang bandit itu dengan jurus pedangnya hingga pemimpin itu kewalahan menangkis jurus pedang Xi Ryu dan akhirnya Xi Ryu berhasil melukai dada pemimpin bandit itu hingga pemimpin bandit itu mundur.


"Bocah sialan akan kubunuh kau." Pemimpin bandit sambil berlari kearah Xi Ryu, lalu dia merapal jurus, "jurus pedang hitam gerakan ketiga."


Xi Ryu yang melihat itu hanya tersenyum, kemudian dia mengangkat tangannya kembali, memberi tanda.


Puluhan anak panah kembali meluncur dan mengarah kepada pemimpin bandit itu, pemimpin bandit yang melihat banyak anak panah di atas kepalanya dan tidak bisa kabur, hanya bisa mencoba menangkis puluhan anak panah itu. Tetapi mustahil. dia tidak akan bisa menangkis semua anak panah yang mengarah padanya dengan kekuatannya yang sekarang, hingga akhirnya bagian bahu dan kaki terkena anak panah. Pemimpin para bandit berteriak dan meringis kesakitan.


Xi Ryu yang melihat hujan anak panah sudah selesai dan sang pemimpin bandit sedang lengah, langsung memakai ilmu meringankan tubuh langkah angin dan menyerang dari belakang, hingga pemimpin bandit itu tertusuk jantungnya oleh serangan Xi Ryu, serangan Xi Ryu pun menyebabkan pemimpin para bandit itu meninggal.


Pemimpin bandit amruk tanpa bisa berkata sepatah katapun, dan mati dengan mata melotot, mungkin karena tidak percaya jika dirinya dapat dibunuh oleh seorang anak kecil, yang umurnya beda jauh dengannya.


Anak buah para bandit yang masih hidup menatap ngeri jasad pemimpinnya hingga mereka melihat pada Xi Ryu dan dibalas tatapan tajam dari Xi Ryu hingga mereka berteriak dan berkata, "maafkan kami tuan pendekar muda." mereka dengan serempak bersujud.


Melihat mereka bersujud Xi Ryu hanya tersenyum dingin dan berkata dengan nada dingin, "mengampuni, memaafkan, kalian bercanda?." Xi Ryu lalu maju dan membunuh bandit-bandit itu satu persatu dengan cara memotong leher mereka, lalu Xi Ryu menyisakan salah satu dari mereka.


Bandit yang tidak dibunuh Xi Ryu ketakutan, badannya bergetar hingga berurai air mata. Xi Ryu lalu bertanya pada bandit itu, "Paman bodoh, siapa namamu?"


Bandit itu menjawab dengan suara bergetar, "Li, tuan pendekar muda." Bandit itu sambil menunduk, tidak berani menatap mata Xi Ryu.

__ADS_1


"Paman Li ya? emm Paman Li, apa paman masih ingin hidup?" ucap Xi Ryu sambil berjongkok menyetarakan tinggi tubuhnya dengan Li.


"I…iya pendekar." Lidengan suara bergetar ketakutan. 


"Kalau begitu antar aku ke markas mu." ucap Xi Ryu.


"Ba…Baik pendekar." Limencoba berdiri tapi Xi Ryu berkata,"Kau diam dulu, akan aku obati lukamu dahulu."


Sesudah mengobati LiXi Ryu memasuki desa dan berkata kepada kepala desa, "Kepala Desa bisakan anda menguburkan jasad jasad mereka." Xi Ryu sambil menunjuk keluar gerbang desa.


"Baik pendekar, dan terimakasih sekali telah menyelamatkan desa kami." ucap kepala desa.


"Tak apa itu sudah kewajibanku untuk menolong." Xi Ryu dengan senyuman hangatnya.


"Saya tidak tahu harus berkata apa dan memberi pendekar apa, kurasa jasa tuan pendekar muda sangat besar, jadi…" sebelum sang Kepala Desa menyelesaikan ucapnya, Xi Ryu menepuk pundaknya dan berkata kepadanya. 


"Sama-sama. Sudah tidak usah dipikirkan, Ini adalah tugasku. Kalau begitu aku akan pergi dulu." Xi Ryu sambil berjalan meninggalkan Kepala Desa. 


Xi Ryu lalu pergi kembali keluar gerbang dan pergi kemarkas para bandit memakai kuda dengan Li. Hingga beberapa puluh menit berlalu, akhirnya Xi Ryu dan Lisampai di markas, dalam batinnya Xi Ryu berkata, "Aku pikir markasnya jauh ternyata lumayan dekat."


Saat sudah sampai markas Xi Ryu bertanya pada Li, "Paman Li, desa mana saja yang sudah paman serang?"


"Hanya desa Pohon Jati pendekar." ucap Lisambil menunduk.


Xi Ryu mengangguk lalu bertanya kembali, "Dimana kalian mengurung para gadis desa?" tanya Xi Ryu.

__ADS_1


"Di- Didalam sini tuan pendekar muda." Lisambil masuk kedalam markas.


Disana banyak gadis-gadis desa yang dikurung dalam kurungan kayu dan untungnya masih dalam keadaan baik-baik saja dan masih memakai baju. Gadis-gadis disana ketakutan ketika Lidan Xi Ryu datang. Tetapi Xi Ryu langsung menenangkan dengan berkata, "Semuanya tenang karena kalian akan kembali pulang." Xi Ryu sambil tersenyum hangat.


Xi Ryu lalu melepaskan para gadis yang dikurung. salah satu dari mereka berterimakasih pada Xi Ryu hingga semuanya berterimakasih pada Xi Ryu dan Xi Ryu hanya berkata, "Tidak perlu berterima kasih ini adalah kewajibanku."


Xi Ryu bertanya pada Li, "Paman Li, dimana harta hasil rampasan disimpan." ucap Xi Ryu.


"Di-Disana tuan pendekar muda. Biar aku ambilkan." Li kemudian berlari secepat yang dia bisa kearah gudang markasnya, beberapa menit kemudian Li membawa dua karung goni sekuran 3 kepala manusia berisi harta rampasan. 


Xi Ryu mengangguk lalu berkata pada para gadis yang ada di depannya, "Kalian tahu jalan pulang?." ucap Xi Ryu.


Mereka menjawab, "Ya tuan."


"Kalau begitu kalian ambil ini lalu berikan pada kepala desa, dan suruh kepala desanya untuk membagikan harta yang ada di dalam karung itu." Xi Ryu sambil memberikan karung goni itu.


Karung goni itu tidak terlalu berat, hanya berberat sekitar beberapa puluh kilo, jadi Xi Ryu tidak khawatir pada merekal. Lagi pula markas ini dekat dengan desa mereka hanya satu jam perjalanan jika dengan berjalan.


Lalu perempuan yang umurnya lebih tua dari pada yang lain membawa karung goni itu dan berterimakasih pada Xi Ryu.


Xi Ryu lalu berkata pada Li, "Paman Li, kau antarkan mereka, dan jangan berbuat jahat lagi. Atau kau akan mengetahui akibatnya, dan akibatnya bisa berimbas pada keluarga paman." Xi Ryu dengan nada dingin.


"Ba…baik pendekar muda." Li dengan suara bergetar karena takut pada Xi Ryu.


"Kalau begitu aku pergi dulu." Xi Ryu lalu pergi meninggalkan para gadis dengan Li, Xi Ryu yakin bahwa Li tidak akan macam-macam dengan para gadis jadi Xi Ryu berani mempercayakan mereka pada Li.

__ADS_1


__ADS_2