
"Kapan kau mengalami kenaikan?" Ucap Fu Xiang, yang kini makanan di mejanya sudah habis.
"Hmmm… Baru saja aku mengalami kenaikan."
"Bakatmu menakutkan sekali, Pasti orang tua mu bangga." Fu Xiang sambil meminum arak yang ada di mejanya.
Xi Ryu tersenyum, dalam hatinya Xi Ryu berkata, 'Ya, paman benar. Orang tuaku pasti bangga.'
Pelayan yang kerjanya mengantar makanan kemudian datang. Pelayan itu berkata, "Ini ayam goreng spesial porsi besarnya, silahkan di nikmati makanannya."
"Terimakasih." ucap Xi Ryu, lalu pelayan itu pergi meninggalkan Xi Ryu dan Fu Xiang.
Sementara itu di tempat lain, "Nak apa kepalamu masih terasa sakit?" ucap walikota sambil mengelus halus kepala Anaknya.
"Tidak ayah, hanya sedikit pusing saja. Tapi aku tidak akan melepaskan manusia brengsek itu, dia pasti akan mendapat balasan yang setimpal." Ucap Anak walikota, dengan dendam yang terlihat membara di matanya.
"Ayah juga tidak akan melepaskannya. Ayah pastikan, dia akan mendapat balasan yang jauh lebih buruk." Ucap walikota. Memang benar, pepatah mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Dari luar ruangan, ada orang yang berbicara, "Tuan apakah saya boleh masuk?" ucap orang yang diluar ruangan.
"Masuklah." ucap walikota, lalu seorang pria masuk kedalam ruangan sang walikota. "Apakah kau sudah mendapat informasi anak itu." kata walikota.
"Sudah Tuan. Anak itu bernama Xi Ryu dan sekarang dia sedang berada di penginapan Awan." ucap Pria itu memberi informasi.
"Baiklah, bawa 2 orang yang berada di tingkat fana menengah. Dan hancurkan dia, kau jangan kembali sebelum membawa kabar baik." ucap walikota itu sambil tersenyum jahat, dia lalu bergumam, "Dia anak yang berbakat, namun sayang nya dia harus mati hari ini."
Di dalam penginapan, Xi Ryu yang sedang makan tiba-tiba bersin. "Ukhh, apa mungkin aku sakit?" Xi Ryu sambil mengusap-usap hidungnya.
"Kau mungkin sakit, karena tubuhmu yang kecapean." ucap Fu Xiang yang masih menikmati araknya.
"Mungkin…" Xi Ryu lalu melanjutkan makannya.
__ADS_1
Dari luar penginapan, dua orang berbadan besar datang dengan menendang pintu masuk penginapan. Salah satu dari mereka berkata, "Mana orang yang bernama Xi Ryu." ucapnya dengan menakutkan.
Xi Ryu yang sedang makan terkejut karena suara keras itu, Xi Ryu lalu berdiri dan berkata, "Orang yang kau magsud itu adalah diriku, Untuk apa kau mencariku."
Hampir semua orang yang berada di lantai satu pergi, mereka semua tidak ingin terlibat dengan masalah ini, tetapi sisanya masih diam dan bersantai, karena mereka semua rata-rata seorang pendekar.
"Jadi kau ya, anak yang bernama Xi Ryu? Kubunuh kau…!!" ucap orang yang berbadan berbadan besar.
keduanya lalu berlari kearah Xi Ryu. Saat sudah dekat dengan Xi Ryu mereka dengan serempak menyerang Xi Ryu dengan pukulan tapi pukulan mereka dengan mudah ditahan oleh kedua telapak tangan Fu Xiang.
"Jika kau ingin bertarung dengannya, lawan aku terlebih dahulu, kita cari tempat yang luas untuk bertarung,jangan disini. Aku tidak mau mengganti kerugiannya." ucap Fu Xiang dingin.
Mereka berdua berkeringat dingin, dengan rasa takut yang besar, mereka berdua meminta maaf, lalu pergi meninggalkan Xi Ryu dan Fu Xiang.
Fu Xiang berkata, "Dasar penganggu."
"Hah… Paman, padahal aku ingin bermain-main dengan mereka untuk mencoba kekuatanku." ucap Xi Ryu.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu." Xi Ryu lalu pergi menginggalkan Fu Xiang.
Xi Ryu mengejar dua orang tadi hingga beberapa menit kemudian Xi Ryu menemukan mereka berdua, di dalam hatinya Xi Ryu berkata, 'Akhirnya, aku menemukan kalian.'
Xi Ryu kemudian mencegat kedua orang itu dan berkata dengan nada meremehkan, "Paman ingin membunuhku kan? Kalau begitu ayo kita bertarung. Paman yang tadi sedang asik minum. Jadi, dia tidak akan ikut, lagipula aku tidak akan melibatkannya. Ayo ikuti aku." Xi Ryu lalu pergi melompat-lompat dari atap ke atap.
Dua orang itu saling menatap hingga salah satu dari mereka mengangguk. lalu mereka mengejar Xi Ryu dengan cara yang sama seperti Xi Ryu.
Xi Ryu berdiri di sebuah hutan yang cukup luas dan agak jauh dari tempat tinggal para penduduk. Dua orang tadi kemudian datang dengan senyuman.
Mungkin kedua orang itu senang karena berfikir Xi Ryu bodoh. Sebab mereka berpikir Xi Ryu hanya mengantarkan nyawanya pada mereka.
Salah satu dari mereka berkata, "Kau akan aku habis!!" kedua orang itu lalu mengambil senjata yang berupa kapak dari punggungnya lalu maju menyerang Xi Ryu.
__ADS_1
"Aku akan serius mulai sekarang." Xi Ryu lalu membuka kain yang menutupi pedangnya, dia memakai pedangnya yang tidak lain pedang harimau hitam.
Xi Ryu menangkis kedua serangan dari orang itu dan menyerang balik.
Xi Ryu lalu bergumam, "Tarian Pedang Burung Elang, gerakan pertama." Xi Ryu dengan cepat menyerang kedua orang itu.
Kedua orang itu hanya menangkis serangan Xi Ryu, hingga salah satu dari mereka mundur. Lalu maju kearah samping Xi Ryu dan menyerang Xi Ryu.
Xi Ryu yang menyadari ada serangan, dengan cepat menghindari serangan yang ada di sampingnya itu dengan cara meloncat ke belakang.
Puluhan hingga kemudian ratusan jual beli serangan sudah mereka lakukan, kini mereka sudah bertarung selama 30 menit.
Xi Ryu yang sudah terlihat kelelahan bergumam, "Aku akan mempertaruhkan segalanya sekarang, jika aku mati setidaknya aku bisa merasakan bagaimana pertarungan yang sebenarnya." ucap Xi Ryu sambil tersenyum, kemudian Dia berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh langkah angin dengan kecepatan penuh.
"Sial, trik merepotkan ini lagi." ucap mereka berdua.
Xi Ryu berlari mengelilingi mereka berdua, menyerang mereka disegala arah. Hingga mereka yang menjadi samsaknya kewalahan, dan tak berhasil menangkis seluruh serangan Xi Ryu, hingga akhirnya salah satu dari mereka lengah dan leher orang itu terpotong oleh ketajaman pedang Xi Ryu.
Rekan dari orang yang lehernya terpotong oleh Xi Ryu kini marah besar. Entah bagaimana caranya, namun kekuatan orang utu tiba-tiba meningkat, sampai-sampai Xi Ryu lengah dan terpukul oleh bagian tumpul kapak dan terpental 2 meter.
"Sial." Xi Ryu lalu bangkit, tetapi saat Xi Ryu bangkit. Orang itu sudah berada di depan Xi Ryu dan bersiap untuk memukulkan kapaknya. Tetapi dengan cepat Xi Ryu menghindar, Xi Ryu lalu menjauh dari orang itu.
"Sepertinya aku akan tidak sadarkan diri untuk waktu yang lumayan lama setelah ini." ucap Xi Ryu, tanpa basa-basi Xi Ryu mengalirkan semua tenaga dalamnya dan menyisakannya sedikit, Xi Ryu menyisakannya untuk dipakai menggunakan ilmu meringankan tubuh langkah angin.
Xi Ryu maju dengan cepat, lalu mengayunkan pedangnya pada kepala orang itu dengan sekuat tenaga. Tetapi, orang itu dengan cepat menahan serangan Xi Ryu, orang itu kemudian berkata, "Kau tidak akan bisa membunuhku jika aku masih memiliki kapak ini, hahaha."
Xi Ryu tersenyum. Dia kembali bergerak cepat, kemudian dirinya memusatkan kekuatannya pada pedangnya, dan mengarahkannya pada kapak yang di pegang orang itu. Karena mungkin kapak itu sudah memiliki banyak retakan, dengan pedangnya Xi Ryu berhasil memotong kapak itu. Kemudian Xi Ryu kembali mengayunkan pedangnya kearah orang itu, disaat mata pedang Xi Ryu sudah dekat dengan kepala orang itu, Xi Ryu menghentikan ayunannya, lalu dengan keras Xi Ryu menendang kepala orang itu, hingga orang itu terpental jauh dan tidak sadarkan diri.
Xi Ryu melihat kearah pohon yang diatasnya ada Fu Xiang, lalu dia tersenyum padanya, sebenarnya Fu Xiang baru mengikuti Xi Ryu setelah Fu Xiang kehabisan araknya. Fu Xiang kemudian berlari kearah Xi Ryu.
"Aku sudah tidak kuat." gumam Xi Ryu, tak lama kemudian Penglihatan Xi Ryu memburam dan akhirnya Xi Ryu tidak sadarkan diri, Fu Xiang menambah kecepatan berlarinya dan menagkap Xi Ryu sebelum Xi Ryu terjatuh ke tanah.
__ADS_1
"Aku terkejut kau bisa mengalahkan mereka berdua, aku tidak menyangka ini akan terjadi. Kau memang memiliki bakat yang mengerikan." Fu Xiang menggeleng kepala pelan, kemudian Fu Xiang menggendong Xi Ryu dan membawa Xi Ryu pergi ke penginapan untuk dia obati, tanpa mempedulikan dua orang yang kalah oleh keahlian Xi Ryu.