
Saat sudah sampai di tepian sungai, Xi Ryu menyimpan buaya itu ditanah. Lalu Xi Ryu memakai kembali bajunya. Sesudah memakai baju, Xi Ryu mengangkat buaya itu dan membawanya bersama ikan miliknya ketempat istirahat dirinya. Kali ini, Xi Ryu akan makan dengan kenyang.
Saat sudah sampai di tempat istirahatnya. Xi Ryu melihat Fu Xiang sudah bangun dari pingsanya, dan sekarang Fu Xiang sedang duduk bersila sambil memejamkan mata, mungkin Fu Xiang sedang mengisi teknik pernapasan.
Xi Ryu dengan kasar meletakan buaya dan ikan itu hingga mengkasilkan suara.
'BUKK', suara buaya dan ikan yang terjatuh ke atas tanah.
Fu Xiang yang mendengar suara itu sedikit terganggu dan membuka matanya.
"Hai Paman. Apa sekarang Paman sudah sehat." Kata Xi Ryu karena melihat Fu Xiang membuka mata.
Melihat ada Xi Ryu didepannya, mata Fu Xiang melebar. Fu Xiang lalu mengecek tingkatan Xi Ryu, tapi tidak ada yang spesial, tingkatan Xi Ryu masih berada di tingkat Fana Awal.
__ADS_1
"Ryu, apa kau baik-baik saja?" Kata Fu Xiang. Lalu dia memaksakan diri untuk berdiri dan mendekat kearah Xi Ryu sambil menahan rasa sakit disekujur tubuh.
Setelah mendekat ke arah Xi Ryu. Fu Xiang dengan cepat mengecek urat nadi milik Xi Ryu, tetapi tidak ada yang berbeda masih seperti manusia biasa, semua masih seperti normal tidak ada yang berbeda.
"Aku tak apa-apa Paman." Ucap Xi Ryu sambil menjauhkan tangan Fu Xiang dari tangannya, 'Kenapa Paman jadi aneh seperti ini?' ucap Xi Ryu di dalam hatinya.
"Apa kau ingat saat kau bertarung sendirian melawan Gu Yan." ucap Fu Xiang dengan raut wajah serius.
"Tidak, aku tidak bercanda. Aku sangat serius, bahkan aku sangat serius tentang ini." kata Fu Xiang dengan alis mengkerut saking seriusnya, lalu Fu Xiang berkata kembali, "Sampai mana ingatan yang kau ingat saat kita bertarung dengan Gu Yan." Fu Xiang sambil memegang kedua pundak Xi Ryu.
Xi Ryu mencoba mengingat. Hingga tak lama kemudian Xi Ryu berkata, "Emmm, kalau tidak salah saat paman kalah, dan terpental jauh oleh Gu Yan, Aku marah dan tiba-tiba penglihatanku membura lalu menggelap. kemudian aku tidak ingat apa-apa setelah itu." ucap Xi Ryu sambil mengingat-ingat.
"Saat itu kau…." belum selesai Fu Xiang berbicara, tiba-tiba dari atas pohon, Fu Chen membawa seekor rusa di bahunya dan berkata, "Ada apa ini sepertinya pembicaraannya seru…" Fu Chen sambil turun dari pohon.
__ADS_1
"Ayah? Kapan ayah kesini? Ah, tidak itu tak penting. Ayah, ada sesuatu yang harus aku bicarakan." ucap Fu Xiang. Tanpa sadar dengan rasa sakitnya, Fu Xiang berlari mendekat pada Fu Chen. Fu Xiang lalu mengambil sesuatu dari dalam jubahnya, lalu dengan cepat Fu Xiang memperlihatkannya pada Fu Chen.
"Ayah, apakah ayah tahu alasan kotak ini tidak dapat dibuka?" ucap Fu Xiang sambil memperlihatkan kotak kecil berukiran naga berwarna emas yang sudah terbuka.
Melihat kotak yang sudah ratusan tahun tak pernah terbuka dan sekarang sudah terbuka. Mata Fu Chen melebar terkejut, dengan cepat Fu Chen memegang pundak Fu Xiang.
Dengan raut wajah yang serius. Fu Chen berkata, "Siapa yang membuka kotak ini?" ucap Fu Chen sambil mengambil kotak kecil itu. Dengan raut wajah yang tak bisa diartikan, Fu Chen berkata kembali, "Jangan bilang kalau anak itu yang membukanya." Ucap Fu Chen sambil melihat ke arah Xi Ryu.
Fu Xiang hanya mengagguk dengan raut muka serius sambil ikut melihat pada Xi Ryu. Melihat anggukan dari Fu Xiang, dengan cepat Fu Chen menjatuhkan kotak kecil itu dan mendekat ke arah Xi Ryu.
Fu Chen dengan cepat memegang tangan Xi Ryu, Fu Chen kemudian menyalurkan tenaga dalamnya kepada Xi Ryu. Xi Ryu yang bingung dan tak mengerti dengan apa yang dilakukan kakek ini hanya diam tak berkata.
Setelah Fu Chen selesai dengan Xi Ryu, matanya melebar dengan mulut yang bergetar. Fu Chen dengan terbata-bata berkata, "Ka-kau anak yang tertulis di dalam ramalan itu."
__ADS_1