
Dengan mata yang melebar dan mulut bergetar. Fu Chen berkata, "Kau… Kau anak yang tertulis di dalam ramalan itu."
"Anak yang tertulis dalam ramalan? Ramalan apa? Yang mana?" Xi Ryu dengan raut muka bingung, dia agak tidak mengerti dengan apa yang di bahas oleh Fu Chen.
Fu Xiang berjalan mendekat pada Fu Chen dan Xi Ryu, dia juga bingung, tak tahu dan ingin tahu magsud dari kata 'Anak Dalam Ramalan'.
Fu Chen mengangguk, kemudian dia berkata, "Di dalam catatan tua milik keluarga Fu, terdapat ramalan kuno. Di ramalan kuno disebutkan 'Di masa depan akan datang kekuatan yang maha besar. Kekuatan yang akan menyebabkan kekacauan di dunia ini. Tetapi akan ada seorang anak yang akan menjadi jalan keluar dari kekacauan itu, anak itu adalah orang yang dapat membuka kotak berukiran naga ini'. " Ucap Fu Chen sambil menghela nafas.
Fu Chen berkata kembali, "Di dalam catatan keluarga Fu juga ter tulis, jika kotak itu harus diwariskan dari kepala keluarga pada anaknya, saat anaknya sudah berada di tingkat bumi." sambil menghela nafas kembali, Fu Chen berkata, "Tak ada lagi informasi yang ditulis dalam catatan, hanya itu informasi yang diberikan leluhur keluarga Fu."
"Jadi karena itu ya… aku dihadiahi kotak itu saat sudah berhasil mencapai tingkat bumi. Karena itu juga aku diharuskan berkelana saat aku sudah mencapai tingkat bumi." Fu Xiang sambil mengagguk-ngangguk.
"Ya kau benar. Tapi, kau diharuskan berkelana bukan tanpa tujuan, tetapi dengan tujuan agar kau mendapat pengalaman dan dapat menemukan anak dalam ramalan itu, meskipun aku tidak berharap banyak kau bisa menemukannya." Kata Fu Chen.
__ADS_1
"Baiklah, jika benar anak yang di sebutkan dalam ramal itu adalah aku. Maka aku akan berusaha untuk menjadi kuat dan menyelamatkan dunia ini dari kekacauan yang akan terjadi dimasa depan." ucap Xi Ryu dengan semangat besar yang terlihat berkobar dimatanya.
"Benar. Ryu, kau harus berusaha agar menjadi yang terkuat agar bisa memberantas kejahatan." ucap Fu Xiang yang menyemangati Xi Ryu.
Fu Chen hanya tersenyum, dirinya tahu meskipun kau mempunyai kekuatan yang amat besar, itu bukanlah sesuatu yang menjamin bahwa kau akan bisa menyelamatkan semua orang.
"Uhuk… Uhuk…" Fu Xiang tiba-tiba terjatuh dengan lutut sebagai sanggaan dan terbatuk darah. Dia tertawa kecil, lalu Fu Xiang berkata, "Aku melupakan fakta, bahwa aku sedang terluka sekarang."
Melihat anaknya terluka, Fu Chen dengan cepat mendekati Fu Xiang. Fu Chen berkata, "Bagaimana kau bisa lupa akan rasa sakitmu sendiri?" Fu Chen sambil menggeleng-geleng kepala.
"Kau diam dulu, akan ayah obati." ucap Fu Chen pada Fu Xiang.
Pada pagi itu mereka bertiga makan rusa bakar yang diburu oleh Fu Chen. Semua kebagian dan merasa kenyang. Sekarang pagi sudah lewat dan hari sudah siang, Xi Ryu pergi entah kemana. Sedangkan Fu Xiang sedang tertidur dan Fu Chen sedang bermeditasi, menggunakan teknik pernapasan.
__ADS_1
Di dalam tidurnya Fu Xiang memimpikan kejadian saat dirinya dan Xi Ryu bertarung dengan Gu Yan. Dalam mimpinya Fu Xiang sedang di serang secara membabi buta oleh Gu Yan, Fu Xiang tak bisa membalasnya hanya bisa menangkis dan menghindar dari serangan Gu Yan. Hingga akhirnya Fu Xiang telat menghindari serangan Gu Yan, dan saat serangan Gu Yan akan mengenai kepala Fu Xiang tiba-tiba….
Fu Xiang bangun dari tidurnya dengan nafas yang terengah engah, Fu Xiang melihat ayahnya yang sedang bermeditasi didepannya. Tiba-tiba Fu Xiang teringat akan Aura emas yang ada di tubuh Xi Ryu, Fu Xiang lalu berkata pada ayahnya, "Ayah… Ada yang harus aku bicarakan dengan mu." ucap Fu Xiang dengan wajah dan nada suara yang serius.
Fu Chen membuka perlahan matanya, lalu Fu Chen berkata, "Membicarakan apa?"
"Apa ayah tahu penyebab dari……" Fu Xiang menceritakan kejadian saat Dirinya dan Xi Ryu melawan Gu Yan.
Fu Chen sedikit terkejut mendengar kalau kekuatan Xi Ryu dapat meningkat ke tingkat langit awal. Tetapi dengan tenang Fu Chen berkata, "Ayah tidak tahu jelas. Namun, sepertinya penyebab utamanya karena anak itu memiliki tubuh yang istimewa. Tidak ada penjelasan lebih lanjut dari buku catatan keluarga Fu tentang tubuh spesial yang dimiliki Xi Ryu. Sepertinya hampir semua lembaranya sudah hilang, menghilang entah kamana." ucap Fu Chen.
Kemudian Fu Chen berbicara kembali, "Biarkanlah dia yang mencari tahu sendiri, lagipula anak itu harus belajar dan bertambah kuat dengan cepat." ucap Fu Chen.
"Baiklah, tetapi dimana sekarang Xi Ryu?" ucap Fu Xiang sambil melihat kesana kemari.
__ADS_1
"Hmmm, entahlah. Mungkin dia sedang berlatih, mungkin juga dia sedang berjalan-jalan karena bosan." ucap Fu Chen sambil mengangkat kedua bahunya. Fu Chen lalu kembali duduk bersemedi, dan menutup matanya kembali, melakukan teknik pernapasan.