Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch. 51 - Kilas Balik Yang Panjang


__ADS_3

Di sore hari itu, hujan deras tiba-tiba turun, membuat suasana di ruang makan penginapan itu menjadi semakin menyeramkan, Laki-laki berjubah hitam itu melihat Jin Yong dari atas ke bawah. 


"Siapa kau? Juga dimana pemilik tempat ini?" pertanyaan pria berjubah hitam itu kini membuat suasana menjadi dingin. 


Jin Yong yang merasakan terkejut, kini sadar dari rasa terkejutnya dan tertawa canggung, "Maaf tuan, aku tidak tahu dimana pemilik penginapan ini, sepertinya dia sedang pergi keluar." Jin Yong sambil mengeraskan rahangnya. 


'Sialan, kenapa aku harus bertemu dengan orang ini, jika aku bertarung dengan mereka sekarang, aku pasti akan kalah telak karena kalah dalam jumlah dan kekuatan.' Batin Jin Yong.


"Ada apa denganmu? Kau terlihat aneh, apa kau telah melakukan sesuatu disini?" ucap pria bertubuh besar itu dengan Tatapan tajam. 


Jin Yong menghela nafas, kini sikapnya tiba-tiba berubah seperti bertemu dengan orang pada umumnya, dia menggaruk kepalanya kemudian tersenyum canggung. 


"Ah… Sebenarnya aku telah menghancurkan beberapa alat makan disini, karena aku takut mengganti rugi alat-alat makan itu, aku menyembunyikannya di gudang." Jin Yong kemudian menggaruk lagi kepalanya.


"Begitu ya? Lantas untuk apa dua pedang itu?" 


"Ini? Ini milik temanku, dia menitipkannya kepadaku. Ah… Iya aku lupa jika aku memiliki urusan mendadak, jadi aku mohon pamit." Jin Yong kemudian pergi berjalan ke kamar Xi Ryu. 


"Orang aneh." Gumamnya, kemudian dia kembali ke mejanya, setelah itu dia duduk di kursinya. 


"Nona, bagaimana menurut, sepertinya bajingan itu tidak ada disini." Pria berbadan besar itu dengan sopan pada perempuan dihadapannya. 


"Kita tunggu saja, lagi pula cuaca diluar sedang tidak bagus. Kita diperintah oleh ketua untuk membawanya tanpa membuat keributan, entah apa yang direncanakan ketua, tapi kali ini kita harus bergerak secara tenang terlebih dahulu." Perempuan itu dengan nada serius. 


Di kamar Xi Ryu, Jin Yong menghela nafas panjang, kini dia bisa sedikit menenangkan dirinya. Selama ini dia tidak menyangka akan bertemu seseorang yang berbahaya, dua orang dengan kekuatan yang jauh lebih kuat dibandingnya. 


Jin Yong mengetahui betul bentuk wajah mereka berdua, dan yang perempuan adalah bawahan dari ketua organisasi iblis hitam. Perempuan itu adalah bawahan terlemah dari ketua organisasi itu. Dari yang Jin Yong ketahui, perempuan itu dijuluki sebagai Dewi Malam karena memiliki jurus unik yang membuat pemiliknya mengalami peningkatan kekuatan saat malam datang, dan tingkat praktik milik perempuan itu berada tingkat Langit tahap menengah, kekuatan yang hanya dimiliki sebagian kecil orang di kekaisaran ini. Juga, Pria dengan badan besar itu adalah bawahan dari dewi malam, dia dijuluki sebagai Perisai malam karena memiliki pertahanan yang sangat kuat.


Jin Yong juga bisa mengenali mereka karena dia pernah tidak sengaja bertemu dengannya, pada saat organisasi iblis hitam melakukan penyerangan secara besar-besaran,  saat itu dia melihat Dewi Malam yang bertarung sengit melawan dua orang pendekar aliran putih yang berada di tingkat langit awal. 


(Flashback) 

__ADS_1


Di sore hari yang cerah itu, Jin Yong dengan topeng berwarna merah ke hitam hitaman sedang berlari di hutan, hingga pada saat dia berlari dengan seluruh kecepatannya, dia mendengar suara pertarungan yang lumayan keras. 


"Apa itu pertarungan antara aliran putih dan organisasi iblis hitam? Jika benar, aku harus membantunya." Gumam Jin Yong, kemudian dia berlari ke arah sumber suara. 


Beberapa menit kemudian Jin Yong sampai di sumber suara, dia terdiam melihat pertarungan hebat yang terjadi beberapa puluh meter di depannya, pertarungan antara dua orang pria paruh baya dengan seorang perempuan cantik dengan jubah hitam. 


Kedua pria paruh baya itu memakai pedang dan tombak, sedangkan perempuan dengan jubah hitam itu menggunakan dua buah kipas berwarna hitam. 


Di pertarungan itu, perempuan berjubah hitam itu bertarung imbang dengan mereka berdua, Jurus demi jurus mereka keluarkan, hingga beberapa lama kemudian pertarungan di dominasi oleh kedua pria paruh baya. Jin Yong yang berniat membantu kedua pria paruh baya itu, kini mengurungkan niatnya karena mengira jika kedua pria paruh baya itu yang akan memenangkan pertandingan. 


Pertarungan itu terus berlanjut, Jin Yong hanya memperhatikan pertarungan sengit itu, hingga matahari perlahan tenggelam dan akhirnya tenggelam. Saat matahari sudah tidak terlihat, tiba-tiba kekuatan dari perempuan berjubah hitam itu meningkat sedikit demi sedikit, dan akhirnya pertarungan antara dua lawan satu itu imbang kembali. 


"Ada apa ini? Kenapa kekuatannya semakin besar?" Jin Yong yang tadinya hanya berniat melihat pertarungan itu, kini merubah niatnya, "Ada sesuatu yang tidak beres di pertarungan itu." 


Jin Yong kemudian bergerak cepat kearah wanita berjubah hitam itu, dia mencabut pedangnya dari sarung pedangnya dan melakukan serangan kearah belakang wanita berjubah itu, "Tarian Pedang Burung Walet, Gerakan Kelima." Jin Yong menggumamkan jurus pedangnya. 


Jin Yong menyerang, tetapi sebelum mengenai wanita berjubah hitam, wanita itu dengan cepatnya menghindar serangan Jin Yong, dia kemudian mundur sedikit demi sedikit sambil menangkis serangan jurus pedang Jin Yong. 


"Syukurlah, bantuan yang tidak disangka datang. Baiklah, Ayo…"  salah satu pria paruh baya dengan senjata tombak itu berkata dan dibalas dengan anggukan oleh pria paruh baya dengan pedang. Mereka berdua kemudian bergerak, menyerang perempuan berjubah hitam itu. 


Perempuan berjubah hitam itu terlihat kesulitan saat diserang kembali oleh dua orang pria paruh baya itu. Tetapi meskipun begitu, wanita itu masih bisa mengatasinya. 


Jin Yong dan kedua orang itu terus menyerang dari tiga arah yang berbeda, sabetan pedang, tusukan pedang dan tusukan tombak terus menghujani Perempuan itu, hingga akhirnya dia kewalahan, juga mereka bertiga terus menyerang dengan jurus-jurus milik mereka. 


Tetapi di sisi lain, perempuan itu juga memakai Jurus unik yang pergerakannya sulit di baca oleh lawan, hingga beberapa serangan kipas milik perempuan itu mengenai Jin Yong dan kedua pria itu. 


Beberapa saat berlalu, hingga malam semakin menuju puncaknya. Dibawah cahaya bulan yang terang, pertarungan itu masih terus berlanjut, dua pria paruh baya itu mendapat luka lumayan banyak, juga mereka terlihat sangat kelelahan hingga nafasnya tak beraturan. Jin Yong pun tidak jauh seperti itu, dia mendapat luka di bagian perut, tangan dan kakinya juga terlihat sangat kelelahan. 


Nafas perempuan berjubah hitam pun tampak tak beraturan, dia mendapat banyak luka meskipun lukanya kebanyakan hanya luka gores. 


"Aku sudah lama tak melakukan pertarungan panjang seperti ini, aku salut kepada kalian karena masih bisa bertahan dariku. Padahal Kekuatan ku sudah lebih kuat dari sore tadi." Perempuan itu kemudian tiba-tiba bergerak cepat kearah Jin Yong, kemudian dia melompat dan mengipaskan dua kipas yang ada di tangannya hingga puluhan pisau angin datang kepada Jin Yong. 

__ADS_1


"Sialan, dia menincarku." Gumamnya sambil bersiap untuk menghindar dan menangkis puluhan pisau angin itu. 


Tetapi saat dia menghindari serangan pisau angin milik wanita berjubah hitam itu, dari belakangnya seorang laki-laki dengan badan yang besar memukul tubuhnya hingga menimbulkan suara yang keras. 


BUMM 


Jin Yong terlempar belasan meter dan akhirnya menabrak sebuah pohon dengan keras hingga membuatnya batuk darah, dengan perlahan dia bangkit kemudian melihat siapa yang telah membuatnya terpental seperti tadi. 


"Akhirnya kau datang, kenapa kau lama sekali… Aku sudah kesulitan tahu, tidak ada yang menjagaku saat bertarung." ucap perempuan itu pada laki-laki berbadan besar. 


"Maafkan saya, disana saya harus melawan beberapa penggangu yang menyulitkan."


"Ah… Ya sudahlah, kalau begitu kau bersiap-siap ikut melawan mereka." ucap perempuan itu dengan santainya. 


"Baik."


Di samping itu, Jin Yong kini tengah berfikir keras. 


'Tidak ada peluang untuk menang sekarang, aku yakin manusia berbadan besar itu memiliki kekuatan yang hanya sedikit dibawah perempuan itu.' Batin Jin Yong sambil memasang raut wajah serius, kemudian dia melihat kearah dua pria paruh baya itu, dia tersenyum kearah mereka berdua, senyum yang mengartikan siap untuk mati dengan mereka berdua. 


Kedua pria paruh baya itu membalas senyum Jin Yong, kemudian pria pengguna tombak itu menggeleng. 


"Terimakasih telah membantu kami, tapi kami tidak akan membuat nyawamu menjadi sia-sia. Long, ayo kita keluarkan semua yang kita miliki sekarang." ucap pria pengguna tombak itu, kemudian dia mengambil kuda-kuda dan menyerang perempuan berjubah hitam. 


"Yaa...!! Tuan bertopeng, aku mohon kau pergi dari sini, selamatkan nyawamu, kau tidak ada urusan dengan masalah ini, tetapi aku berterima kasih karena tuan telah membantu kami sejauh ini. Sekarang biarkan kami mempertahankan sendiri dengan apa yang kami miliki." ucap pria pengguna pedang, kemudian dia maju dan ikut melawan pria berbadan besar. 


Jin Yong terdiam, dia melihat kedua orang itu yang kini bertarung dengan nyawanya agar dia bisa lari sejauh mungkin. Jin Yong menghela nafas panjang, "Baiklah jika seperti itu. Juga... maafkan aku." 


Jin Yong berbalik, kemudian dengan kemampuannya dia meloncat ke atas pohon dan menjauhi pertarungan itu dengan ilmu meringankan tubuhnya. 


"Maafkan aku." ucapnya pelan. 

__ADS_1


(Flashback selesai) 


__ADS_2