Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch. 49 - Jurus Pedang Terkuat


__ADS_3

Setelah Xi Ryu tidur, dia kemudian terbangun. Saat dia terbangun, dirinya terkejut karena bukannya bangun di ranjang penginapan, dia malahan terbangun di ruangan yang gelap dengan penerangan obor yang sangat minim. 


Xi Ryu juga terkejut karena kondisinya yang tengah terikat kuat di kursi yang terbuat dari besi. Xi Ryu juga merasakan jika sekarang tubuhnya sangat lemas, seakan tidak memiliki tenaga. 


"Sialan, kenapa aku bisa ada disini? Apa aku sedang bermimpi?… Tidak, ini bukan mimpi, aku bisa merasakan rasa sakit di seluruh tubuhku." Gumam Xi Ryu dengan raut wajah kesakitan. 


Xi Ryu kemudian mencoba membuka paksa tali yang mengikatnya, dia menggunakan tenaga dalamnya untuk membuka paksa ikatan itu. Tetapi tetap tidak bisa, dia tidak merasakan adanya tenaga dalam di dalam tubuhnya. 


"Sialan, ada apa sebenarnya ini?" Xi Ryu sambil mengeraskan rahang. 


Xi Ryu kemudian mencoba untuk tenang, dan mengumpulkan tenaga dalam. Hingga beberapa menit kemudian Xi Ryu hanya menghela nafas, lagi-lagi dia tidak bisa menggunakan tenaga dalam. 


"Wah… Ternyata salah satu pangeran tidur kita sudah terbangun dari tidurnya." ucap seseorang dengan nada yang terdengar menyenangkan, orang itu  berada tak jauh di depan Xi Ryu. 


Xi Ryu yang merasa familiar dengan suara itu, kini mengeraskan rahang nya, "Sialan, jadi kau yang membuatku seperti ini?! Pemilik penginapan!!." 


"Ya… Kau benar bocah. Aku tidak menyangka akan mendapat tangkapan besar hari ini. Seorang jenius dan juga seseorang penulis yang terkenal, Jin Yong. Hah… Dengan kekuatan kalian berdua, aku yakin dapat bertambah kuat dengan cepat." Pemilik penginapan itu dengan tawa kecil. 


Mendengar nama Jin Yong, Xi Ryu dengan cepat melihat kesana kemari. Hingga dia melihat adanya Jin Yong yang tak sadarkan diri dan sama-sama di ikat di samping kanannya. 


"Sialan kau?!!" Xi Ryu geram, dia mencoba berontak dengan harapan dapat lepas dari ikatan yang mengikatnya. 


Pemilik penginapan itu hanya tersenyum, dia mendekat kearah Xi Ryu, kemudian dia membuka tali yang mengikat Xi Ryu dan membawa paksa Xi Ryu. 


"Sebenarnya apa maumu?!!" Xi Ryu kembali berontak dari genggaman tangan pemilik penginapan itu. 


"Diam kau, percuma jika kau mencoba melawan. Kini didalam tubuhmu terdapat racun yang dapat membuatmu tidak bisa menggunakan tenaga dalam dan juga menurunkan kekuatan fisikmu. Kini, kau sama seperti manusia biasa." Ucapnya pelan sambil membawa paksa Xi Ryu. 


Xi Ryu kini menghela nafas panjang, dia mencoba untuk tenang, 'Baiklah, sepertinya aku tidak bisa melawannya karena kekuatanku yang hilang. Tapi aku akan mencoba menggunakan energi alam.' 

__ADS_1


Xi Ryu yang tadinya berontak, kini terdiam dan membiarkan dirinya dibawa paksa oleh pemilik penginapan itu. 


Xi Ryu memejamkan matanya, kemudian merasakan enargi alam di sekitarnya dan menyerapnya. 


Pemilik penginapan yang melihat Xi Ryu kini tak mencoba melawan hanya tertawa sinis, "Akhirnya kau sadar, jika kau tidak bisa melawan dan hanya bisa pasrah."


Pemilik penginapan itu tiba-tiba berhenti, dan Xi Ryu yang tengah menyerap energi alam masih memejamkan matanya, dia belum selesai.  


Pemilik penginapan itu hanya tersenyum lebar, "Hari ini kepalamu akan lepas dari tempatnya." Pemilik penginapan itu sambil melihat alat pemenggal kepala yang ada di hadapannya. 


Dia menarik tuas alat pemenggal kepala itu, hingga pisau pemenggal kepala naik keatas. 


Pemilik penginapan itu membawa paksa kepala Xi Ryu ke alat pemenggal kepala, melihat tidak ada perlawanan dari anak yang dibawanya, pemilik penginapan itu tersenyum lebar. 


"Sepertinya kau sudah siap akan kematianmu, sampai-sampai kau pasrah dan memejamkan mata. Ah… Indahnya membayangkan kepalamu yang menggelinding dengan darah yang menyembur kesana kemari. Kemudian setelah itu dengan teknik terlarang yang aku miliki, aku akan menyerap kekuatanmu." Pemilik penginapan itu dengan tawa kecil. 


Saat pisau pemenggal itu mengenai leher Xi Ryu… 


TANGGG… 


Pisau pemenggal yang besar dan tajam itu berbenturan dengan leher Xi Ryu hingga menghasilkan suara dua pedang yang sedang beradu. 


"Ba-Bagaimana bi-bisa?" Pemilik Penginapan itu terkejut bukan main, dia yakin seseorang yang baru menembus tingkat langit awalpun tidak bisa berkutik terhadap racunnya. 


Xi Ryu tertawa kecil, dia mengangkat pisau pemenggal yang menyentuh kulit lehernya, "Bagaimana…? Bukankah kau terlalu meremehkan ku?" 


Xi Ryu membunyikan lehernya, "Kau akan aku bunuh!! " 


Pemilik penginapan mengambil golok yang tersimpan di pinggangnya, "Meskipun kau berkata seperti itu, kau tidak akan bisa menang. Aku berada di tingkat langit awal, dan kau tidak memiliki senjata, jadi sudah dipastikan aku yang akan menang." Pemilik penginapan yang tadinya terkejut, kini mengesampingkan rasa keterkejutannya, dia kemudian bergerak maju menyerang Xi Ryu. 

__ADS_1


Xi Ryu tersenyum lebar, "Benarkah?" 


Xi Ryu mengambil pedang dari cincin naganya. Melihat Pemilik penginapan itu melakukan serangan kepada Xi Ryu, dengan cepat dia menangkis serangan golok itu dengan sarung pedangnya. 


"Ba-Bagaimana Bisa? Kau seorang penyihir?" Pemilik penginapan terkejut. Kini dia benar-benar sangat terkejut, mungkin ini kejadian paling mengejutkan dalam hidupnya. 


Xi Ryu tersenyum lebar, kemudian kembali menyerang Pemilik penginapan itu dengan pedangnya. 


"Aku sudah lama tidak menggunakan Jurus ini, Tarian Pedang Angin - Gerakan Keenam." saat Xi Ryu menggunakan jurus itu, setiap gerakan yang dilakukan Xi Ryu untuk menyerang, selalu mengeluarkan pisau angin yang sulit dilihat dan dihindari. 


Hingga sepuluh menit kemudian, kini mereka berdua telah bertukar puluhan serangan.


'Sial, bukannya dia berada di tingkat bumi akhir? Kenapa dia kuat sekali. Bahkan kekuatan fisiknya pun sangat-sangat kuat. Dan aku selalu berhasil dipojokan olehnya, dan juga Jurus-Jurus yang dia sebelumnya pakai bukan Jurus sembarangan. Jika terus seperti ini, lambat laun aku pasti akan kalah.' batinnya sambil berkeringat dingin. 


Di sisi lain, nafas Xi Ryu tak beraturan, meskipun begitu luka yang dia terima tidak separah luka pemilik penginapan itu. 


'Aku tidak menyangka, energi alam dapat sekuat ini. Tapi karena aku terlalu sering memakai Jurus pedang langit, tubuhku terbebani dan aku merasakan sakit di seluruh tubuhku. Tapi, aku tidak boleh menyerah, energi alam ini akan menghilang sebentar lagi, aku hanya mempunyai waktu kurang dari 5 menit untuk mengalahkannya.'


Xi Ryu kembali bergerak maju, meskipun ruangan yang dia pakai untuk bertarung lumayan sempit, tapi Xi Ryu dapat melakukan serangan dengan lancar. 


"Hanya dengan ini aku akan menang melawannya." Xi Ryu melihat kearah pedang yang dia gunakan, pedang yang kualitasnya sedikit dibawah pedang harimau hitam, "Jurus Kesepuluh - Kemarahan Dewa Pedang." 


Pedang dan tubuh Xi Ryu tiba-tiba mengeluarkan aura berwarna merah, atmosfer di ruangan itu menjadi dingin, Xi Ryu kini menyiapkan kuda-kudanya, dia bersiap menyerang.


Melihat itu Pemilik penginapan tiba-tiba merasakan firasat buruk, dia kini telah bersiap untuk serangan yang akan datang. 


'Anak ini... Dia bukan manusia, dia monster.' Batin pemilik penginapan dengan raut wajah serius sekaligus takut. 


"Ini Jurus pedang terbaik yang aku miliki, MATI!!!" Xi Ryu memejamkan matanya, kemudian dengan cepat bergerak kearah musuhnya. 

__ADS_1


__ADS_2