Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch.14 - Tingkat Langit Awal


__ADS_3

Xi Ryu sebenarnya tidak pergi jauh dan masih bisa melihat pertarungan keduanya, melihat Fu Xiang dikalahkan, Xi Ryu merasa marah. Amarahnya meluap, pedang milik Xi Ryu tiba-tiba diselimuti oleh api dan tubuhnya diselimuti aura berwarna emas


Di tempatnya bersembunyi, Xi Ryu terlihat marah kemudian dia berkata, "Kau… Sialan kau!!! Kubunuh kau!!!."


Tiba-tiba Xi Ryu bergerak cepat ke arah Gu Yan, Kecepatan Xi Ryu yang biasanya terbilang lambat, kini jauh meningkat drastis, dia bergerak maju kearah Gu Yan dan menyerangnya dengan pedangnya yang kini diselimuti api membara. 


Mata Gu Yan dan Fu Xiang melebar terkejut. Pasalnya sekarang kekuatan Xi Ryu hampir sama dengan Gu Yan yaitu di tingkatan Langit awal, mungkin sedikit lebih kuat. 


Saat Xi Ryu sudah dekat dengan Gu Yan. Xi Ryu menyerang dengan sangat cepat dan kuat kearah Gu Yan. Gu Yan menahan serangan itu dengan susah payah. Hingga akhirnya Gu Yan terpental dan menabrak pohon.


Fu Xiang tergeletak lemah di bawah pohon hanya melongo tak percaya, dia tak bisa berhenti terkejut. Disisi lain Xi Ryu kembali mengangkat pedangnya lalu dengan cepat kembali menyerang Gu Yan yang sedang mencoba berdiri.

__ADS_1


"Aku akan serius mulai sekarang." tiba-tiba dari tubuh Gu Yan aura pembunuh yang pekat membrebes keluar, hingga Fu Xiang yang terluka dan kondisi fisiknya yang lemah merasa kesusahan dalam bernafas dan akhirnya tak sadarkan diri.


Tetapi tidak dengan Xi Ryu, aura pembunuh itu tak berdampak sedikitpun pada dirinya. Dia kembali bergerak, saat sudah dekat dengan Gu Yan, Xi Ryu bergumam, "Tarian Pedang Burung Elang Api, Gerakan kedua."


Pedang Xi Ryu dengan cepat menyerang Gu Yan, hingga Gu Yan hampir kewalahan. Memang Gu Yan tidak diuntungkan dalam hal persenjataan, karena Xi Ryu memakai pedang yang diselimuti kobaran api yang panas. Sedangkan Gu Yan hanya memakai sarung tangan khusus. Otomatis Gu Yan hanya bisa menangkis memakai tangannya dan kesulitan menyerang.


Gu Yan terus terpojok karena jurus pedang Xi Ryu yang terus menerus menyerangnya, hingga Pedang Xi Ryu mengarah ke arah kepala Gu Yan.


'TRINGG…'


Xi Ryu tidak menjawab. Lalu Xi Ryu mundur menjauhi Gu Yan. Tiba-tiba saja api di pedangnya membesar dan berubah menjadi biru. Suara menyeramkan keluar dari mulut Xi Ryu, "Kau sudah menyakiti tubuh ini. Kau tidak akan aku ampuni sedikitpun."

__ADS_1


Xi Ryu tiba-tiba melesat kearah Gu Yan yang masih terkejut dengan suara menyeramkan tadi. saat Xi Ryu sudah berada di dekat Gu Yan, Xi Ryu menyerang dengan pedangnya kearah Gu Yan. Hingga Gu Yan tersadar dari keterkejutannya.


Gu Yan buru-buru menghindar dari serangan itu. Tetapi tidak sempat, serangan Xi Ryu mengenai Gu Yan dari bahu sampai ke dada.


"Ukhh, sial aku lengah. aku harus mencari kelemahannya." Gu Yan sambil mengusap darah yang ada di bahu sampai dadanya.


Entah kenapa tiba-tiba Aura emas di sekujur tubuh Xi Ryu memudar dan pedangnya pun kini tidak diselimuti api, mata Xi Ryu sedikit demi sedikit menutup.


Gu Yan yang melihat itu sedikit melebarkan matanya. Dalam hatinya Gu Yan berkata, "Sepertinya kekuatan besarnya hanya bersifat sementara." Gu Yan tersenyum lalu maju dengan tinjuannya Kearah Xi Ryu, Gu Yan tidak akan melewati kesempatan ini untuk mengalahkan Xi Ryu.


Gu Yan dengan keras meninju perut Xi Ryu, Xi Ryu yang sudah tidak sadarkan diri menabrak dua pohon besar hingga kedua pohon besar itu berlubang karena tubuh Xi Ryu. Gu Yan bergumam, "Bocah itu pasti sudah mati, jika saja kekuatannya masih bisa bertahan lima menit lagi. Mungkin aku sudah tiada sekarang karena tenaga dalamku sekarang hanya tersisa sedikit." Gu Yan sambil melihat pohon yang berlubang karena bertabrakan dengan tubuh Xi Ryu.

__ADS_1


Gu Yan tersenyum jahat sambil melihat kearah Fu Xiang. Gu Yan sebisa mungkin menekan pendarahan itu dengan tenaga dalamnya, dengan senyum jahat dia bergumam, "Akhirnya aku bisa membalaskan dendamku pada orang itu." Gu Yan Tertawa kecil, kemudian bergumam kembali, "Kau akan kubunuh sekarang Fu Xiang."


Gu Yan dengan perlahan berjalan maju ke arah Fu Xiang yang sedang terkapar tak sadarkan diri, Gu Yan berkata, "TAMATLAH RIWAYATMU…!!!" Gu Yan melapisi tinjunya dengan tenaga dalam, dan kemudian dia mengarahkan tinjunya ke arah kepala Fu Xiang.


__ADS_2