Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch. 47 - Sampai di Desa


__ADS_3

“Kita akan sampai satu minggu lagi untuk sampai di sebuah desa.” jawab Xi Ryu sambil mengingat letak gambar peta yang beberapa hari lalu dia lihat.


“Begitu ya… Jika seperti itu pekerjaanku tidak akan cepat selesai.” Jin Yong menghela nafas dalam.


“Pekerjaan? Bukannya paman tidak bekerja apa-apa?" Xi Ryu melirik ke sebelah kiri, tempat Jin Yong berlari.


Jin Yong menggeleng, “Sudah tidak perlu dibahas, aku sedang tidak mau bercerita.”


Xi Ryu mengendus, ‘Dasar.’


Satu minggu terlewati dengan cepat, dibawah pekatnya awan malam, Xi Ryu dan Jin Yong masih berlari. Selama satu minggu  itu Tidak ada masalah besar diperjalanan, hanya segerombolan perampok dan hewan-hewan buas yang mampu dibunuh dengan mudah. “Paman, lebih cepat sebentar lagi kita sampai di desa.” ucap Xi Ryu setelah melihat banyak cahaya terang yang berada lumayan jauh didepannya.


Mendengar itu wajah Jin Yong sedikit memancarkan semangat, “Ayo.” Jin Yong dengan semangat.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban dari Jin Yong, Xi Ryu menambah kecepatan berlarinya dan diikuti Jin Yong dari belakang. Beberapa menit terlewati hingga mereka berdua sampai didepan gerbang desa, dan menunjukan tanda pengenal pada seorang penjaga gerbang. Setelah selesai, kedua orang itu yang tak lain Jin Yong dan Xi Ryu masuk kedalam desa itu.


Saat memasuki desa itu, suasana terasa sepi, mungkin karena hari sudah malam dan hanya ada kurang dari 20 rumah di desa ini, terapi Xi Ryu dan Jin Yong tidak mempedulikannya, ini wajar karena ini hanya desa kecil dengan tempat yang jauh dari kota.


Mereka berdua pergi mencari penginapan, hingga mereka sampai disebuah penginapan kecil.


Mereka berdua masuk kedalam penginapan, tidak ada tamu yang terlihat, hanya seorang pria paruh baya di meja resepsionis yang sedang tidur pulas dimejanya. Xi Ryu melirik kearah Jin Yong dan dibalas dengan gelengan malas, Xi Ryu menghela nafas, sebelum mendekar ke arah pria paruh baya itu.


Xi Ryu menggerakan bahu pria paruh baya itu, tetapi tidak membuahkan hasil, pria paruh baya itu tidak bangun, masih diam tidak bergerak. Xi Ryu mencoba menggoyangkan bahu pria paruh baya itu lebih keras, tetapi lagi-lagi tidak membuahkan hasil.


Xi Ryu yang berada di samping Jin Yong terkejut karena suara keras dan cara Jin Yong membangunkan pria paruh baya itu. Dengan raut wajah yang sedikit terkejut, pria paruh baya itu terbangun. Setelah terbangun pria paruh baya itu mengusap usap matanya. Saat sudah mengusap mata pria paruh baya itu melihat kedua mata, pakaian dan pedang yang tersarung di pinggang orang-orang didepannya, dirinya tersenyum. Setelah itu pria paruh baya itu berbicara dengan sopan, “Ada yang bisa saya bantu tuan-tuan.” pria paruh baya itu dengan ramah.


Xi Ryu dengan cepat berkata, “Aku pesan 2 kamar, dan antarkan makanan ke kamar kami.”

__ADS_1


Pria paruh baya itu mengangguk, “Biayanya 30 koin perak." kemudian pria paruh baya itu memberikan 2 kunci kamar pada Xi Ryu.


Setelah kunci tersebut diterima, Xi Ryu memberikan uang bayarannya.


“Makanannya akan aku antar, kalian tunggu saja. Kamarnya ada di lantai atas.” Pria paruh baya itu dengan ramah.


Xi Ryu mengangguk, kemudian memberikan salah satu kunci yang ada di tangannya pada Jin Yong, setelah itu keduanya naik ke atas tangga, dan menuju ke kamar masing-masing.


setelah tiba di kamar Xi Ryu langsung membersihkan tubuhnya yang bau karena belum mandi selama lebih dari satu minggu, setelah selesai membersihkan tubuh, Xi Ryu duduk di ranjangnya, berfikir.


‘Kenapa aku merasakan aura aneh di tubuh pria itu ya?’ batin Xi Ryu, dirinya sedikit terkejut saat merasakan sedikit aura aneh yang terpancar di tubuh pria paruh baya itu, meskipun auranya sangat tipis, tetapi karena bantuan tubuhnya yang khusus dia memiliki indra tubuh yang lebih tajam.


Xi Ryu menggeleng 'Biarlah, lagipula tidak ada untungnya memikirkan itu. Lebih baik pergi tidur, sudah lama aku tidak tidur di ranjang yang empuk.' batinnya.

__ADS_1


Beberapa menit Xi Ryu berbaring di ranjang, Xi Ryu sudah tertidur pulas. Sepertinya dia lupa kalau dirinya memesan makanan.


__ADS_2