Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch.30 Siapa Sebenarnya Kakek Shu?


__ADS_3

Melihat sebuah kitab jurus pedang, membuat Xi Ryu terkejut. Dengan cepat Xi Ryu keluar dari ruangan, untuk mencari Kakek Shu.


Xi Ryu berlari keluar dari restoran. Sesudah sampai diluar restoran, Xi Ryu bertanya pada dua penjaga yang menjaga pintu masuk restoran, "Paman, apa tadi kalian melihat kakek yang tadi aku bawa?" Xi Ryu dengan raut wajah serius.


Kedua penjaga itu menggeleng, lalu salah satu dari mereka berkata, "Tidak, kami tidak melihatnya."


Xi Ryu mengagguk, lalu dia berkata, "Baiklah, terimakasih." sambil berlari, masuk kedalam restoran.


Sesudah Xi Ryu masuk kedalam restoran, tampak dua penjaga itu berbicara, "Sepertinya dia sedang butuh pertolongan, kau bantu dia."


"Baik." Sambil masuk kedalam restoran.


 Xi Ryu terus mencari Kakek Shu di seluruh tempat yang ada di restoran, dibantu dengan penjaga yang tadi diperintah oleh rekannya. 


Sekarang Xi Ryu dan Penjaga itu berada di toilet lantai bawah, Penjaga yang sudah kecapean berkata, "Ini tempat terakhir yang ada direstoran ini, kemungkinan besar kakek itu pergi saat aku dan rekanku istirahat, dan juga sudah pergi jauh dari sini." Penjaga itu dengan nafas yang memburu.


Xi Ryu menghela nafas pelan. Lalu dia berkata, "Baiklah, biarkan saja. Terimakasih sudah membantu, ini untukmu." sambil memberi 2 keping perak.


Penjaga itu mengangguk, lalu berkata, "Terimakasih, aku pergi dulu." sambil pergi meninggalkan Xi Ryu.

__ADS_1


Xi Ryu lalu pergi kembali keruangan VIP sewaannya. Sesudah sampai dia menghela nafas, dalam hati Xi Ryu berkata, "Siapa sebenarnya Kakek Shu ini?" sambil duduk dan memegang Kitab Pedang Langit.


Xi Ryu dengan perlahan membuka Kitab itu. Saat dilihat kitab itu hanya memiliki 10 halaman saja. Setiap Xi Ryu melihat setiap halamannya, mata Xi Ryu melebar. Dalam hatinya Xi Ryu berkata, 'Ini... Ini... Kitab ini, kitab tingkat langit?!'


Sambil melihat ke atas langit-langit ruangan itu, Xi Ryu bergumam, "Kitab ini adalah Kitab tingkat Langit terkuat. Menurut guru, Kitab tingkat langit hanya ada tujuh di dunia ini, dan salah satunya ada padaku. Aku harus menjaganya baik-baik."


Xi Ryu keluar dari tempat makan itu. setelah keluar dari restoran, Xi Ryu pergi kedalam hutan. Dalam hatinya Xi Ryu berkata, "Aku jadi merasa berhutang pada kakek shu, dan merasa kaget karena kakek Shu. Tetapi, biarlah. Aku harus mempelajari kitab ini." kemudian dia meloncat keatas atap, kemudian dengan cepat Xi Ryu melompat dari atap ke atap.


Tak lama kemudian, Xi Ryu sampai ditempat tujuannya. Setelah itu Xi Ryu duduk di batu besar yang biasa dia tempati.


Xi Ryu bersemedi, bernafas dengan tenang selama 5 menit. Setelah selesai bermeditasi, Xi Ryu mencoba membuka Kitab Pedang Langit. Dihalaman pertama ditulis, 'Jurus Pertama-Semilir Angin'


3 jam berlalu. Sekarang matahari sudah hampir menghilang, dan Xi Ryu masih memahami Jurus Pertama-Semilir Angin pada halaman pertama Kitab Pedang Langit.


Xi Ryu yang sudah lelah karena merasa kesulitan saat memahami jurus itu, akhirnya menyerah. Dalam hatinya Xi Ryu berkata, 'Aku pikir tidak akan sesulit untuk mempelajari kitab ini, tapi ternyata ini memang sangat sulit.' Xi Ryu sambil menghela nafas berat.


Tanpa disadari oleh Xi Ryu. Dari atas pohon, seorang pria paruh baya berbadan kekar dan berkulit hitam, sedang memperhatikan-nya. Pria paruh baya itu bergumam, "Tidak sia-sia aku melewati hutan ini. Sepertinya hari ini aku akan mendapat tangkapan besar. Kitab Pedang Langit… Aku datang." pria itu sambil bersiap melaju kearah Xi Ryu.


'WUSSS' Pria paruh baya itu melesat, mengarahkan tendangan-nya ke arah Xi Ryu.

__ADS_1


Menyadari ada orang yang berniat menyerangnya, Xi Ryu dengan cepat menjauh dari batu yang ditempatinya.


'DUARRR' tendangan pria itu mengenai batu yang tadi ditempati Xi Ryu, hingga terlihat retakan besar di bekas tendangannya.


Xi Ryu yang sudah menghindar, dengan cepat memasukan Kitab Pedang Langit itu kedalam Cincin Naga.


Pria paruh baya yang melihat Kitab Pedang Langit tiba-tiba hilang, terkejut sekaligus bingung, dengan tatapan tajamnya pria paruh baya itu berkata, "Kau kemana-kan Kitab itu?" ucapnya dengan tegas.


Xi Ryu tersenyum, lalu dia berkata, "Kitab itu sudah aku musnahkan dengan kekuatanku. Kau tadi lihat sendiri kan?" gertak Xi Ryu.


Pria paruh baya itu tampak terkejut, dia berkata, "Kau bohong, kau tidak mungkin menghancurkan kitab yang berharga itu. Aku yakin seratus persen, kau hanya bicara omong kosong." ucap pria itu sambil meyakinkan dirinya sendiri.


Xi Ryu dengan senyum yang masih belum hilang dari bibirnya berkata, "Jika kau tidak percaya, ya… Silahkan saja." berbeda dengan perkataannya, dalam hati Xi Ryu berkata, 'Aku harus menghindari pertempuran ini, dia berada ditingkatan bumi-awal. Meskipun dia berada di tahap awal, kekuatan tingkat Fana-Akhir dan Bumi-Awal terlalu terlampau jauh. Aku hanya punya sedikit kesempatan menang.'


Pria paruh baya itu berkata, "Kau berbohong. Aku beri kau dua pilihan, kau berikan kitab itu padaku, atau aku yang akan mengambilnya darimu dengan cara paksa." pria itu sambil bersiap bertarung dengan Xi Ryu.


Xi Ryu menghela nafas panjang. Dengan suara yang pelan Xi Ryu berkata, "Baiklah, tidak ada pilihan lain. Aku serahkan ini pada takdir." sambil bersiap melawan pria paruh baya itu.


Dengan bersamaan Pria itu dan Xi Ryu melesat, saling menyerang.

__ADS_1


__ADS_2