
Keesokan harinya, di pagi buta. Xi Ryu dan Jin Yong sarapan di tempat yang disediakan oleh penginapan. Xi Ryu yang tadinya mengira hanya akan diberi sebuah hidangan sederhana, kini tercengang dengan kumpulan masakan yang ada didepannya. Bermacam-macam sayur dan daging dihidangkan, juga sebuah arak yang memiliki bau yang sangat harum.
Jin Yong yang melihat arak itu langsung mengetahui, jika arak yang dihidangkan oleh penginapan sederhana ini adalah arak dengan kualitas yang sangat bagus, bahkan seperti arak yang biasa dijual di tempat makan yang mahal. Melihat makanan-makanan yang menggoda itu, Xi Ryu dan Jin Yong langsung memakannya dengan semangat.
"Selamat makan." ucap mereka berdua serempak.
Xi Ryu yang mencoba sayur jamur di hadapannya hanya tersenyum lebar, makanannya sungguh sangat enak. Setelah selesai memakan sayuran, kini Xi Ryu memakan daging yang dari baunya tercium sangat enak. Sekali lagi Xi Ryu tersenyum, dia kagum dengan rasa makanan ini.
Tak beda jauh dengan Xi Ryu, Jin Yong pun tanpa henti memakan makanan di hadapannya dengan lahap, sepertinya dia memang sudah kangen masakan seperti ini, karena memang sudah hampir dua minggu dia di perjalanan hanya memakan daging kering dan roti kering.
Beberapa menit kemudian makanan yang ada dihadapan mereka ludes oleh mereka berdua, dan Jin Yong kini sedang menikmati arak yang disediakan oleh penginapan.
"Semua makanan ini enak sekali, kira-kira berapa yang harus aku bayar?" Xi Ryu sambil mengelus-elus perutnya yang penuh.
"Kalau soal bayar membayar, aku bisa membantumu. Jadi jangan khawatir. Agar hemat, kita bayar setengah setengah. Bagaimana?"
"Baiklah, aku setuju." Xi Ryu menganggukan kepalanya.
"Oh… Bagaimana jika kita lanjutkan perjalanan besok? Aku masih ingin bersantai di tempat seperti ini." ucap Jin Yong yang tiba-tiba menyimpan guci araknya yang kosong di meja.
Xi Ryu tampak berfikir sebentar, kemudian dia mengangguk tanda setuju.
"Baiklah, aku setuju. Setelah melakukan perjalanan dua minggu dan hanya istirahat di dalam hutan, kurasa bersantai sejenak tidak masalah."
__ADS_1
Jin Yong tersenyum lebar, kemudian melanjutkan kegiatan meminum araknya kembali.
"Baiklah, kalau begitu aku akan berjalan-jalan sejenak." Xi Ryu kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari penginapan. Dia ingin berkeliling desa kecil ini, desa yang tidak memiliki nama dan jumlah rumahnya pun tidak sampai dua puluh.
Xi Ryu berjalan dengan santai, setiap dia bertemu dengan penduduk desa ini, penduduk desa ini selalu tersenyum ramah kepada Xi Ryu. Entah kenapa dirinya merasa nyaman dengan keadaan yang seperti ini, dia merasa jika penduduk desa ini sangat bahagia tinggal di desanya sendiri dengan keadaan ekonomi yang biasa saja.
Beberapa saat berlalu, Xi Ryu sudah berkeliling hampir ke semua sudut-sudut desa, setelah itu Dia pergi ke hutan desa ini, dia ingin berlatih mengumpulkan energi alam.
Saat melakukan latihan tertutup, Xi Ryu mempelajari kitab energi langit, kitab yang di dalamnya menuliskan cara mengumpulkan energi alam. Meskipun Xi Ryu sudah mempelajari kitab itu dan bisa menggunakan energi alam yang dia gunakan, namun kecepatan pengumpulan energi alam yang Xi Ryu lakukan sangat lambat, dan cara penggunaan energi itu pun, Xi Ryu masih belum terlalu ahli. Jadi hari ini dia berencana melakukan latihan pengumpulan energi alam.
Di dalam hutan, Xi Ryu mencari tempat yang pas untuknya berlatih, hingga beberapa menit kemudian dia mendengar suara gemuruh air, dan setelah Xi Ryu mendatangi sumber suara itu, Xi Ryu sedikit terkejut. Dia menemukan sebuah air terjun kecil dengan air yang sangat jernih. Melihat itu, Xi Ryu memiliki ide untuk latihannya.
Xi Ryu membuka bajunya, hingga hanya tersisa celananya saja, dia duduk bermeditasi di batu yang letaknya tepat di bawah air terjun itu, kemudian dia menarik nafas dalam-dalam dan melakukan langkah-langkah penyerapan energi alam yang ada di dalam Kitab Energi Langit.
Xi Ryu berhasil menyerap energi alam dengan cukup cepat, sedikit lebih cepat dari pada saat dia melakukan latihan tertutup beberapa minggu lalu. Juga kemampuan Xi Ryu dalam menggunakan energi alam meningkat, lebih baik dari pada sebelumnya. Kini dia bisa menggunakan energi alam untuk meningkatkan fisiknya dan juga menggunakannya untuk keperluan lain, hanya dalam beberapa puluh tarian nafas. Berbeda dengan sebelumnya yang butuh lebih dari seratus tarian nafas untuk menyerap dan menggunakan energi alam.
Matahari mulai tenggelam, Xi Ryu yang sudah merasa cukup akan latihannya kemudian memakai bajunya kembali. Setelah itu dia memakai energi alam untuk menggunakan elemen api di tubuhnya, agar celananya yang basah kembali kering. Xi Ryu diam beberapa saat, hingga kemudian pakaian milik Xi Ryu kering.
Setelah itu Xi Ryu kembali lagi ke penginapan, dia berlari dengan kecepatan sedang, meloncati dahan demi dahan dengan cepatnya, hingga sepuluh menit kemudian Xi Ryu sampai di desa tak bernama itu.
'Ternyata energi alam di tubuhku hanya dapat bertahan selama lima belas menit, setelah itu aku harus mengumpulkannya kembali. Tetapi, ini kemajuan besar, penggunaan energi yang sekarang lebih lama daripada saat itu.' Batin Xi Ryu yang kini berjalan menuju penginapan.
Setelah sampai di penginapan, Xi Ryu melihat Jin Yong yang sedang duduk di meja makan, Jin Yong tampak sedang menulis sesuatu di kertas. Xi Ryu yang penasaran mendekati Jin Yong dengan perlahan. Tetapi, telah berada di dekat Jin Yong, keberadaan Xi Ryu diketahui oleh Jin Yong.
__ADS_1
"Jangan mengganggu, Ryu. Sekarang aku sedang fokus, tunggu saja aku selesai." ucap Jin Yong dengan ketus.
Mendengar itu, Xi Ryu hanya menghela nafas.
"Baiklah, aku tidak tahu paman sedang menulis apa. Maaf mengganggu." Xi Ryu kemudian menemui pemilik penginapan dan memesan makanan. Setelah memesan, Xi Ryu duduk di kursi yang berada di meja yang sama dengan Jin Yong.
Beberapa menit Xi Ryu menunggu, hingga kemudian makanan yang dia pesan datang. Makanan yang dipesan Xi Ryu tidak lain adalah Ayam goreng. Entah kenapa, semenjak dirinya makan ayam goreng di tempat makan, dia menjadi sangat menyukai makanan yang digoreng oleh minyak ini.
"Baiklah, perut… Makanan akan segera datang." gumam Xi Ryu, kemudian dia memakan ayam itu.
Setelah Xi Ryu selesai makan, entah kenapa rasa kantuk tiba-tiba menyerangnya. Xi Ryu menguap, kemudian meregangkan tubuhnya.
"Paman, sepertinya aku sudah mengantuk. Kalau begitu aku tidur duluan." Xi Ryu. Bangkit dari duduknya, kemudian pergi ke kamarnya.
Jin Yong yang mendengar itu hanya mengangguk dan terus melanjutkan kegiatan menulisnya.
Beberapa jam kemudian, Jin Yong menguap.
"Ah… Rasa kantuk ini, mengganggu sekali kegiatanku. Tapi ya… Mau bagaimana lagi, lebih baik aku tidur dan melanjutkannya nanti." Gumam Jin Yong, dia memasukan kertas dan pena miliknya kedalam jubahnya, kemudian pergi ke kamarnya.
Disisi lain, Pemilik penginapan yang selalu duduk di meja resepsionis kini tersenyum lebar, dia menutup matanya perlahan.
"Sepertinya hari ini makananku akan enak." Pemilik penginapan dengan senyum lebar.
__ADS_1