Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch. 52 - Menghindari Dewi Malam


__ADS_3

Jin Yong menghela nafas panjang, dia kemudian menyimpan pedang milik Xi Ryu di pinggang kanannya, setelah itu dia mengambil barang-barang penting miliknya dan Xi Ryu. Setelah selesai Jin Yong mendudukan Xi Ryu yang tengah tak tersadar, setelah di dudukan, Xi Ryu di gendong oleh Jin Yong. 


'Aku harus menghindari mereka terlebih dahulu dengan berlari dari sini sejauh mungkin, aku tidak mau hal yang merepotkan terjadi disini.' Batin Jin Yong sambil melihat pintu kamar Xi Ryu yang tertutup. 


Setelah semua barang penting milik Xi Ryu sudah dibawa Jin Yong, kemudian dia membuka jendela kamar Xi Ryu. Saat jendela itu dibuka, hawa dingin dari hujan deras terasa. Jin Yong kemudian keluar dari kamar itu lewat jendela, setelah keluar Jin Yong berlari di tengah hujan itu dengan menggunakan seluruh kemampuan ilmu meringankan tubuhnya. 


'Setidaknya dengan begini aku dan Ryu terhindar dari dua monster itu. Tapi harus kemana aku sekarang? Apakah diam di hutan?' Batin Jin Yong sambil terus berlari melewati hujan.


Beberapa puluh menit berlalu, Jin Yong kini berada di hutan. Jalan tanah yang licin tak membuat kecepatan berlari milik Jin Yong berkurang, dia terus berlari hingga merasa cukup jauh dari desa itu. 


Setelah lama mencari tempat berteduh, akhirnya Jin Yong melihat sebuah gua berukuran sedang yang letaknya tak jauh darinya, "Sebuah gua? Ah… Sepertinya diam sementara di sana tidak buruk." Gumamnya pelan, kemudian dia berlari kearah gua itu. 


Saat sampai di depan gua itu, Jin Yong mengeluarkan semua aura pembunuh yang sudah dia kumpulkan sebelumnya kearah gua itu. Karena tidak ada hewan buas yang keluar dari gua itu, Jin Yong kemudian menarik kembali aura pembunuhnya. 


"Sepertinya gua ini tidak dihuni hewan buas, jadi aku tidak perlu khawatir." Gumamnya sambil berjalan masuk ke gua itu. 


Setelah berada di dalam, Jin Yong menyimpan tubuh Xi Ryu di lantai gua. Kemudian dia ikut duduk di lantai gua yang kotor. 


'Aku beruntung telah diajari oleh Ryu untuk menutup aura pembunuhku dengan sempurna dan juga diajari untuk menutup kemampuanku, meskipun terasa memalukan karena diajari orang yang umurnya jauh dibawahku, tapi berkat itu nyawaku selamat. Aku tidak mengetahui apa yang akan terjadi jika wanita itu mengetahui identitasku atau mengetahui kalau Ryu yang membunuh pemilik penginapan itu.' Jin Yong menghela nafasnya dan memejamkan matanya. 

__ADS_1


'Jika dipikir lebih lanjut, sepertinya pemilik penginapan itu dan dewi malam saling mengenal. Mengetahui jika pemilik penginapan yang mengikat diriku dan meracuniku, juga orang dengan jabatan tinggi di organisasi iblis hitam datang ke penginapannya, membuatku yakin jika pemilik penginapan itu bagian dari organisasi itu.' batin Jin Yong sambil membuka matanya kembali. 


Jin Yong bangkit dari duduknya, dia melihat keluar gua yang masih diguyur hujan deras, kemudian dia melihat pakaian milik Xi Ryu dan miliknya yang basah


"Sepertinya aku harus mencari kayu bakar dan membuat api unggun disini." Gumamnya, kemudian dia menyimpan pedang Xi Ryu di dekat pemiliknya dan keluar dari gua untuk mencari kayu bakar dan juga berburu. 


Di penginapan. 


Dewi Malam dan Perisai Malam kini tengah diam menunggu di kursi makan milik penginapan, "Dewi, entah kenapa aku merasa pria aneh tadi terlihat mencurigakan. Bagaimana jika aku memeriksa seluruh tempat ini terlebih dahulu?" 


"Lakukan saja sesukamu." ucap Dewi Malam itu dengan dingin. 


Beberapa menit kemudian pria berbadan besar itu keluar dari gudang itu dengan membawa mayat seorang pria paruh baya. 


"Aku tidak percaya ini terjadi, tapi ini kenyataannya." Pria itu sambil melempar mayat pria yang tak lain pemilik penginapan. 


"Dia terbunuh? Bagaimana bisa? Padahal kekuatannya hanya sedikit dibawahku? Apa mungkin…" Dewi Malam melebarkan matanya. 


"Ya… Kemungkinan besar pelakunya adalah pria aneh tadi, sepertinya dia mempunyai teknik untuk menyembunyikan kemampuannya. Jarang sekali di Kekaisaran ini ada orang yang bisa menggunakan teknik seperti itu." Pria berbadan besar itu sambil mengeluarkan aura pembunuh yang kental. 

__ADS_1


"Kalau begitu bawa orang itu kesini, aku akan membunuhnya. Meskipun si kanibal ini orang yang aku benci, tapi kehilangannya membuat organisasi mengalami kerugian yang besar." Ucap Dewi Malam dengan nada dingin. 


Pria berbadan besar itu mengangguk, kemudian datang ke pintu kamar yang sebelumnya Xi Ryu tempati. Pria itu menendang pintu itu hingga pintunya terlepas dari tempatnya. 


Namun isi dari kamar itu membuat Pria berbadan besar itu makin mengeluarkan aura pembunuhnya, karena yang dia temukan hanya ruangan berantakan dengan jendela kamar yang terbuka lebar. 


"Sialan, tidak ada siapapun disini!! Sepertinya dia tahu siapa kita berdua." ucapnya dengan emosi. 


"Kalau begitu kita cari orang itu, kita akan membunuhnya." Dewi Malam dengan nada dingin. 


Pria berbadan besar itu mengangguk, tapi kemudian dia bertanya, "Tapi bagaimana dengan perintah ketua untuk tak menimbulkan keributan?" 


"Kesampingkan saja itu, aku yakin ketua akan senang jika kita berhasil membunuh orang itu." Dewi Malam sambil tersenyum dingin, dia kemudian berlari kearah jendela kamar Xi Ryu dan keluar dari jendela itu, dia berlari ditengah hujan deras itu dan diikuti oleh Perisai Malam. 


"Aku masih bisa melihat jejaknya, aku pastikan dia akan mati." gumam Dewi Malam sambil mengikuti jejak milik Jin Yong.


Catatan:


Maaf sebelumnya author ngak up, author sibuk. Tapi author sekarang sempetin buat chapter ini... Sekali lagi maaf karena author ngaa up.

__ADS_1


Tetap hidup


__ADS_2