
Hari ini hari pemakaman Xi Ryu. Xi Ryu dimakamkan di kuburan sekte yang tepatnya berada dibelakang sekte, semua murid sekte menggunakan baju berwarna hitam.
Di pemakaman itu, Fu Xiang adalah orang yang paling terpukul akan kematian Xi Ryu. Ingatan-nya saat bersama dengan Xi Ryu muncul, meskipun hanya sebentar tapi itu adalah ingatan paling menyenangkan. Saat pertama kali Xi Ryu mendatang sekte, Fu Xiang sudah menganggap Xi Ryu sebagai seorang Adik yang harus dia lindungi.
Fu Chen, Mei Ying, Fu Fan, dan yang lain-nya, yang memiliki hubungan baik dengan Xi Ryu hanya menunduk.
Proses pemakaman selesai. Xi Ryu dikubur dengan memakai baju sekte, dan memegang pedang. Sebagai tanda penghormatan terakhir pada Xi Ryu.
Dengan helaan nafas yang dalam, didalam hati Fu Chen berkata, 'Sepertinya dunia kali ini tidak akan berjalan dengan baik.' sambil melihat kearah kuburan Xi Ryu.
Setelah pemakaman Xi Ryu selesai, hampir semua yang ada di acara pemakaman itu kembali keaktifitas-nya masing-masing.
Termasuk Fu Xiang, dia terlalu sedih untuk berdiam di makam Xi Ryu.
Beberapa puluh menit kemudian, semua murid sekte dan tetua sekte membubarkan diri. Di pemakaman itu kini hanya tersisa beberapa orang yang hubungannya memang sudah agak dekat.
Satu minggu kini terlewati. Sekarang Fu Xiang sudah merasa tidak terlalu sedih karena kematian Xi Ryu, hanya masih berwajah lesu. Setiap sore hari Fu Xiang selalu meluangkan waktunya untuk mengunjungi makam ibunya dan makam Xi Ryu.
Sekarang Fu Xiang sedang berada Pavilliun Phoenix, tempat untuk orang-orang di sekte mengambil misi. Didepan meja administrasi, Fu Xiang berkata, "Ada misi apa saja hari ini?" tanya-nya dengan lesu.
__ADS_1
"Ohh tuan Fu, Sekarang hanya 40 misi kelas C, 18 misi kelas B, dan 3 Misi kelas A." ucap wanita yang berada di meja administrasi.
"Apakah tidak ada misi kelas S?" tanya Fu Xiang.
"Hmmm… Maaf tuan, tapi sekarang sedang tidak tersedia." wanita itu sambil merapatkan dua telapak tangan-nya, meminta maaf.
"Baiklah, aku ingin misi kelas A." Fu Xiang dengan suara yang sudah terdengar agak tidak terdengar lesu.
Wanita itu melihat-lihat catatan yang ada dimejanya, lalu dia berkata, "Misi pertama, membunuh siluman berumur 300 tahun di desa XX. Kedua, membunuh para bandit dikota XX." Wanita itu berhenti berkata. Lalu berkata kembali, "Ohh, aku lupa yang ketiga ini adalah misi kelas S. Sebenarnya misi ini terlalu berbahaya untuk tuan Fu." ucap wanita itu ragu-ragu.
Dengan ragu-ragu wanita itu berkata, "Misi ini adalah mencari Bunga Raflesia di hutan terlarang."
Mendengar hutan terlarang, Fu Xiang sedikit melebarkan mata-nya. Dia berkata, "Hutan terlarang? Siapa yang mengajukan misi itu?" Fu Xiang dengan nada terkejut.
__ADS_1
Wanita itu berkata, "Entahlah, aku lupa." wanita itu sambil menggaruk kepalanya.
Senyuman mengembang di bibir Fu Xiang. Fu Xiang berkata, "Terimakasih atas infonya, aku tidak jadi mengambil misi. Sekali lagi terimakasih." sambil pergi dari Pavilliun Phoenix.
Fu Xiang pulang kerumahnya, lalu mengambil kebutuhan untuk berkelana. Seperti uang, guci air, dan kebutuhan lainnya. Fu Xiang bergumam, "Benar juga Bunga Raflesia, bunga yang konon dapat menghidupkan orang mati, dan juga menyembuhkan segala macam penyakit. Meskipun aku tidak yakin mitos itu benar, tapi aku akan berusaha untuk bisa kembali menghidupkan Xi Ryu."
Dari luar kamar Fu Xiang, Fu Chen berkata, "Bunga Raflesia hanya mitos, aku pernah mencarinya dahulu saat ibumu mati. Aku tidak pernah menemukan-nya."
Mendengar suara dari ayah-nya membuat Fu Xiang terkejut, dia berkata, "Ayah, tapi saat kapan kau disana?"
Fu Chen masuk ke dalam kamar Fu Xiang, dia berkata, "Aku tahu kau sudah menganggap Xi Ryu sebagai adikmu sendiri. Tapi jika kau masuk kedalam hutan terlarang, kau tidak akan membuahkan hasil apapun. Dulu aku pernah masuk kedalam hutan itu, aku tersesat dihutan terlarang dalam waktu 2 bulan. Entah bagaimana aku bisa keluar, tapi saat itu aku diserang siluman yang berumur mungkin seribu tahun. Lalu aku tidak sadarkan diri. Saat aku bangun, aku tiba-tiba sudah berada diluar hutan."
Fu Xiang kembali bermuka lesu, dia bergumam, "Jadi hanya mitos ya?" sambil duduk di tempat tidurnya.
__ADS_1
Fu Chen duduk didekat Fu Xiang, lalu dia berkata, "Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu." sambil menepuk-nepuk pundak Fu Xiang.