
Saat semua bagian jubah terlepas Xi Ryu melebarkan matanya, terkejut sekaligus tidak percaya, "Kau… LAKI-LAKI??!!!" Xi Ryu menunjuk pada orang yang tadi memakai jubah dan penutup muka dari kain. Orang itu berkulit putih dengan muka yang kira-kira berumur 40-50 tahun dengan rambut panjang yang diikat berwarna hitam dan pupil mata berwarna coklat.
Orang yang tadi memakai jubah hitam tiba-tiba terkejut karena dirinya diteriaki dan dia lebih terkejut karena dirinya masih hidup, tanpa menjawab pertanyaan Xi Ryu dia berkata, "Aku masih hidup?" sambil melihat ke arah telapak tangannya.
Xi Ryu yang tadi terkejut, akhirnya sadar dari keterkejutannya, kemudian dia berjalan kearah wanita, em bukan… Magsudnya, Pria yang tadi memakai jubah hitam.
"Kau benar-benar laki-laki?" ucap Xi Ryu sambil menunjuk pria itu.
Melihat Xi Ryu pria itu mengeluarkan pedang, "Pendekar, kenapa kau tidak membunuhku." ucap pria itu yang suaranya tiba-tiba berubah menjadi suara jantan.
Xi Ryu sedikit melebarkan mata, sebelum tertawa keras.
Pria itu bingung, karena merasa tidak dalam keadaan bahaya, pria itu menyarungkan kembali pedangnya, lalu dia berkata berkata, "Apa yang lucu? Suaraku?"
Xi Ryu yang masih tertawa akhirnya memelankan tertawaannya, "Tidak…. Tidak…. Bukan itu yang aku magsud. Justru suaramu yang bagus, aku hanya ingin tertawa karena sepertinya terjadi kesalah pahaman diantara kita."
__ADS_1
Pria itu bingung, "Kesalah pahaman apa?"
Xi Ryu menghela nafas, lalu menjelaskan. Kalau mereka bisa bertarung dengan jurus-jurus hebat karena masing-masing dari mereka mengaggap kalau lawannya orang yang jahat, karena mempunyai aura pembunuh yang kental.
Mendengar itu Pria itu menghela nafas, lalu tertawa kecil.
Pria itu mendekat kearah Xi Ryu, "Perkenalkan aku Jin Yong. Kau pasti mengetahui namaku." sambil mengulurkan tangannya.
Xi Ryu mendekat lalu menyambut uluran tangan Jin Yong, "Aku Xi Ryu, aku tidak pernah mendengar namamu."
Xi Ryu menggeleng, "Tidak, aku benar-benar tidak tahu."
Jin Yong melihat tatapan mata Xi Ryu, tidak ada sedikitpun kebohongan dimatanya. Jin Yong menghela nafas, "Akan aku ceritakan tentang diriku."
Jin Yong bercerita kalau dirinya berasal dari keluarga biasa yang berprofesi sebagai nelayan, saat itu ayahnya menolong seorang pendekar saat pendekar itu terdampar entah kenapa.
__ADS_1
1 bulan kemudian pendekar itu sudah merasa baikan, meskipun hanya bisa berjalan sedikit itupun masih lemah. Saat itu sang pendekar sudah dekat dengan keluargaku. Hingga dia akhirnya melihatku, lalu dia menawariku untuk menjadi seorang pendekar.
Aku yang saat itu tak tahu banyak soal pendekar hanya mengagguk, akupun dilatih selama 9 tahun sampai aku berada ditingkat bumi - awal. Saat ditingkat itu aku berumur 22 tahun dan guruku menyuruhku untuk berkelana kebanyak tempat bersamanya.
Aku meminta izin pada orang tuaku dan mendapat izin dari kedua orang tuaku, meskipun mereka merasaberat untuk meninggalkanku.
Akupun akhirnya berkelana ke banyak tempat bersama guruku, tapi sayangnya 4 tahun yang lalu guruku meninggal karena luka dalam yang tidak dapat tertolong.
Jin Yong menghela nafas, "Sudah lama aku tidak bercerita pada seseorang tentang masa laluku. Setelah bercerita padamu entah kenapa perasaanku menjadi lebih baik."
Xi Ryu hanya mengagguk sebagai jawaban, lalu dia bertanya, "Kalau boleh tahu, darimana Paman mempunyai aura pembunuh yang pekat itu?"
Jin Yong kembali bercerita kalau dirinya sering mengumpulkan aura pembunuh miliknya, karena aura pembunuh bisa berguna untuk mengintimidasi orang yang bermental lemah. Dan dirinya tidak bisa menutup dengan sempurna aura pembunuhnya hingga akhirnya bisa dirasakan oleh Xi Ryu.
Xi Ryu mengangguk, lalu dia bertanya kembali dengan ragu, "Maaf paman, aku ingin tahu bagaimana paman tadi bisa bersuara seperti wanita?"
__ADS_1