
Dua minggu berlalu, dan malampun tiba, mereka kini sudah sampai di tempat tujuannya, tidak ada masalah besar di dalam perjalanan, hanya ada perampok dan penjahat kecil yang dapat diselesaikan oleh prajurit-prajurit istana yang mengawal sang kaisar saat diperjalanan.
Tidak terasa sekarang Xi Ryu dan keluarga Kaisar sudah sampai di depan istana, yang letaknya di Ibukota Chongnam. Xi Ryu yang baru pertama kali melihat istana megah dengan obor-obor terang dan indah di depannya berdecak kagum, "Wah, jadi seperti ini istana. Ukurannya besar sekali, kalau dengan perkiraanku istana ini besarnya hampir sama dengan sebuah kota, kira-kira berapa banyak ya orang yang ada di dalamnya?" batinnya sambil berdecak kagum.
Zhang Kun yang dari tadi tidak berbicara sedikitpun sekarang berkata, "Akhirnya… setelah menempuh perjalanan yang melelahkah, kita bisa sampai di istana."
Semua orang yang ada di dalam kereta kuda keluar. sambutan meriah dari orang-orang istana menyambut mereka. Tetapi saat orang-orang istana melihat Xi Ryu, mereka semua bingung. Mereka saling berbisik, "Siapa dia? Apakah itu calon menantu yang mulia?"
"Melihatnya dapat menaiki satu kereta dengan Yang Mulia, sepertinya dia orang yang penting."
"Siapa dia? Apakah dia berasal dari tiga bangsawan utama?"
Banyak komentar tentang Xi Ryu baik yang positif ataupun negatif, meskipun Xi Ryu mendengarnya dia tetap memberikan mereka senyuman, Xi Ryu berpikir sikap itu wajar mengingat dirinya orang yang tidak terkenal di Kekaisaran Wei dan baru diketahui oleh mereka, jadi kebanyakan orang menilainya dari kesan pertama.
Xi Ryu dan keluarga kaisar masuk ke dalam istana, Zhang Kun yang berada di depan dan tiba-tiba berhenti dan melirik pada Xi Ryu, "Pendekar Ryu, bagaimana jika kita makan malam terlebih dahulu. Saat makan malam nanti aku akan memberikan hadiah sesuai janjiku kepadamu. Karena hari sudah malam kau bisa bermalam di istana."
Xi Ryu mengagguk, "Baik yang mulia."
Xi Ryu sebenarnya tidak ingin mendapat hadiah dari sang kaisar, melihat dalam cincinnya pun banyak barang-barang berharga. Tetapi, karena Kaisar sendiri sudah berjanji, Xi Ryu tidak bisa menolaknya, jika Xi Ryu menolaknya kaisar akan menganggap kalau dirinya tidak menghormati kaisar dan kaisar mungkin akan tersinggung.
Mendengar jawaban dari Xi Ryu, hati Zhang Qianyu merasa senang. Sementara Zhang Kun merasa puas dengan jawaban dari Xi Ryu.
Zhang Kun kembali berkata, "Pembantu disini akan menyiapkan kamarmu terlebih dahulu dan para koki sedang menyiapkan hidangan terbaik, itu membutuhkan waktu yang agak lama jadi kau bisa berjalan-jalan di istana terlebih dahulu dan Yu'er akan menemanimu, benarkan anakku?"
__ADS_1
Zhang Qianyu yang mendengar itu kaget, dengan gugup dia menjawab, "Ah… iya."
Berbeda dengan raut wajahnya, didalam hatinya Zhang Qianyu berkata, 'Terimakasih ayah, kau telah mendukungku. Aku tidak akan menyia-nyiakan dukungan ayah.'
Zhang Qianyu mendekat pada Xi Ryu, dengan nada acuh dia berkata, "Sebenarnya aku lebih memilih berendam di air panas setelah pulang ke istana, tetapi karena ini perintah dari ayahku aku akan mengajakmu jalan-jalan." Zhang Qianyu memegang tangan Xi Ryu, lalu pergi mencari tempat yang bagus untuk diperlihatkan pada Xi Ryu.
Kaisar dan Permaisuri hanya tersenyum melihat tingkah anaknya pada Xi Ryu sedangkan para dayang yang melihat tuan putrinya berjalan dengan laki-laki, saling berbisik pada dayang lain, "Menurutku mereka pasangan yang serasi."
"Aku jadi iri."
"Kapan aku mempunyai pasangan seperti itu."
Xi Ryu yang memiliki pendengaran tajam hanya menghela nafas mendengar omongan para dayang, "Sepertinya kesalah pahaman ini akan sangat merepotkan, tapi aku hanya bisa pasrah." Xi Ryu sambil melihat tangannya yang dipegang erat oleh tangan halus Zhang Qianyu.
Zhang Qianyu dan Xi Ryu sampai di taman bunga yang di tengahnya ada pancuran, "Ini tempat favoritku, jika aku sedang merasa bosan aku pasti akan datang kesini, entah kenapa tapi aku merasa sangat tenang jika berada disini."
Zhang Qianyu kaget, lalu dia melihat tangannya sendiri dan benar saja tanpa dia sadari dirinya telah memegang tangan orang yang memiliki tempat khusus di hatinya, "Maaf aku terlalu bersemangat." sambil melepas tangannya.
Xi Ryu tak berkomentar lebih jauh dan hanya mengagguk pelan sebagai jawaban. Sementara Zhang Qianyu mengajak Xi Ryu untuk berjalan lebih jauh.
1 jam berlalu hingga Xi Ryu dan Zhang Qianyu sudah menghampiri semua tempat yang ada didalam istana, dan Xi Ryu sangat antusias setelah melihat lebih banyak tempat indah di dalam istana, "Ternyata tempat ini sangat luas, aku pikir tidak seluas ini." Xi Ryu kepada Zhang Qianyu yang sedang berada ditempat favoritnya.
Sesudah berjalan-jalan ke semua tempat yang ada didalam istana dan saling bertukar cerita, Xi Ryu dan Zhang Qianyu menjadi sedikit lebih dekat, bisa dibilang mereka berdua sudah berteman.
__ADS_1
Zhang Qianyu sudah tidak terlihat kaku dan gugup, sekarang dia lebih terbuka pada Xi Ryu, "Banarkan aku kan sudah bilang, istana ini luas dan banyak tempat-tempat bagus didalamnya. Oh, aku lupa aku ingin memberikanmu ini." Zhang Qianyu sambil memberi lencana emas berukiran naga pada Xi Ryu.
Xi Ryu terlihat bingung, "Untuk apa ini? Sepertinya ini barang berharga?" Xi Ryu sambil melihat sekeliling lencana emas itu.
Zhang Qianyu mengagguk, "Benar itu adalah barang berharga, hanya orang yang memiliki kedudukan tinggi di istana yang memilikinya kau bisa masuk kedalam istana dengan mudah. dan itu adalah milikku aku menghadiahkannya padamu karena telah menolongku pada saat kakiku terkilir." Zhang Qianyu dangan nada malu diakhir kalimat, Zhang Qianyu malu karena mengingat kejadian saat kakinya terkilir.
"Kenapa Tuan Putri memberikannya padaku, bukannya ini terlalu berharga?" tanya Xi Ryu pada Zhang Qianyu.
Zhang Qianyu menggeleng, "Tidak, aku hanya perlu memintanya kembali pada ayahku. Dan aku minta jaga itu baik-baik."
Meskipun Xi Ryu bingung kenapa Tuan Putri didepannya memberikan lencana emas miliknya kepadanya, Xi Ryu hanya mengagguk sebagai jawaban dari permintaan Zhang Qianyu.
Tak lama setelah keduanya berbicara, seorang dayang datang mendatangi Zhang Qianyu dan Xi Ryu. Dayang itu berkata, "Maaf Tuan Putri, Pendekar Muda. Saya kesini menyampaikan kalau hidangan sudah disiapkan, kaisar dan permaisuri sudah menunggu di meja makan."
Zhang Qianyu memegang tangan Xi Ryu lalu berkata, "Baiklah, ayo kita akan pergi ke ruang makan."
Dayang yang melihat itu menggeleng pelan kepala, "Jadi Tuan Putri dan Pendekar Muda adalah sepasang kekasih?" Gumam Dayang itu sambil melihat Tuan Putrinya yang sedang berlari sambil memegang tangan Xi Ryu.
Lagi-lagi Xi Ryu hanya menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan dari dayang yang tadi mendatanginya, "Sepertinya kesalah pahaman ini semakin parah." batinya.
Sambil berjalan Xi Ryu berkata, "Em, Tuan Putri bisa kau melepaskan ini."
Zhang Qianyu menggeleng, "Aku tidak mau melepaskannya kalau Ryu tidak memanggilku dengan sebutan Tuan Putri."
__ADS_1
Xi Ryu hanya pasrah sebelum berkata, "Tuan Putri… Magsudku Nona Yu, bisakah kau melepaskan ini."
Dengan cepat Zhang Qianyu melepaskan pegangan tangannya, "Meskipun sebutan itu masih formal, tapi itu lebih baik daripada sebutan tuan putri."