Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga
Ch.42 - Jubah Hitam


__ADS_3

Tengah malam. Hampir semua orang yang ada didalam istana sudah terlelap dalam tidurnya. Xi Ryu yang masih menyerap gingseng lumut dewa mengerutkan dahi karena samar-samar Xi Ryu merasakan aura pembunuh kental yang sedang di sembunyikan. Xi Ryu membuka lebar matanya, "Ini… Kental sekali aura pembunuhnya, Aku harus mencarinya." gumam Xi Ryu dengan raut wajah serius.


Dengan cepat Xi Ryu keluar dari kamarnya, lalu berlari ke taman bunga istana, setelah sampai disana Xi Ryu meloncat menaiki atap demi atap hingga akhirnya sampai di atas atap yang paling tinggi, "Dimana orang beraura pembunuh besar tadi?" batinnya sambil melihat kesana-kemari, mencari orang yang memiliki aura pembunuh.


Xi Ryu akhirnya menemukan asal aura pembunuh itu, orang yang memakai jubah hitam. Saat melihat keasal aura pembunuh itu, Xi Ryu mengerutkan dahi, bukan aura pembunuhnya yang membuatnya mengerutkan dahi. Tetapi perbuatan orang itu, orang berjubah itu sedang duduk santai sambil memegang sesuatu. Dalam batinya Xi Ryu berkata, "Sedang apa orang itu?"


Xi Ryu belum bertindak, masih bersembunyi melihat dan memperhatikan gerak-gerik orang itu. Tetapi tidak ada yang aneh, "Tidak ada yang aneh. Sebenarnya sedang apa dia?"


Beberapa saat kemudian, setelah Xi Ryu selesai bergumam, orang yang terus diperhatikan oleh Xi Ryu mengeluarkan sebuah senjata berupa pedang. Pedang berwarna perak kebiru-biruan. Melihat itu Xi Ryu langsung bertindak, menyerang orang itu, Xi Ryu mengeluarkan pedang, lalu berlari dengan ilmu meringankan tubuh ke arah orang itu.


Merasakan ada seseorang yang mengarah padanya orang berjubah hitam itu dengan cepat memasukan sesuatu yang dia pakai beberapa saat lalu, kemudian memegang erat pedangnya. Merasakan akan ada serangan dari belakang, orang berjubah hitam itu dengan cepat membalikan tubuhnya dan menahan, menangkis serangan Xi Ryu.


Xi Ryu melebarkan matanya, "Tingkat Langit? Siapa sebenarnya kau?" Xi Ryu sambil melihat ke arah mata orang berjubah hitam dan memakai penutup muka.


Tanpa menjawab orang itu hanya menangkis, sesekali menyerang balik serangan dari Xi Ryu.


Xi Ryu menghela nafas, "Tidak menjawab ya…. Kalau begitu kau akan menjawabnya nanti!" Xi Ryu menyerang.

__ADS_1


"Tarian Pedang Burung Elang -  Gerakan ketiga." batinnya.


Pedang Xi Ryu dengan cepat menyerang, gerakan pedangnya yang indah dengan gerakan yang terkesan lambat tetapi cepat dan mematikan membuat orang berjubah hitam itu meningkatkan kekuatannya, "Jurus Pedang Biru - Petir Menyambar."


Orang berjubah hitam itu tiba-tiba bergerak cepat, dengan pedang yang mengeluarkan bercak petir. Dengan sangat lihai orang itu menyerang Xi Ryu, Gerakannya cepat dan tajam, belum lagi penggunanya yang sudah berada ditingkat langit, membuat jurus tersebut terlihat tanpa celah.


Xi Ryu yang dari tadi menghindar dan menangkis, tidak bisa membalas serangan tersebut. Meskipun begitu wajah Xi Ryu tetap tenang, tidak terlihat takut sedikitpun.


Xi Ryu yang dari tadi menangkis akhirnya menemukan celah, "Rasakan ini!" pedang Xi Ryu berayun cepat dan mengenai kaki orang berjubah hitam, dengan cepat Xi Ryu mundur.


Orang berjubah hitam yang dari tadi memperlihatkan raut wajah tenang akhirnya melebarkan matanya, "Dia dapat menyerang balik dan menahan seranganku. saat aku memakai jurus terbaik ke 4 milikku?!" batinnya terkejut. Orang berjubah hitam itu menghela nafas, "Aku harus serius bertarung dengannya, meskipun tingkatannya seperti tingkat Bumi - Akhir, tetapi dia bisa menangkis dan menahan seranganku bahkan menyerang baik." batinya lagi.


Xi Ryu tampak berfikir, "Orang jahat? Kenapa aku disebut orang jahat? Bukankan dia yang jahat?" batinya berfikir, tetapi sebelum fikirannya menemui jawaban. Pedang milik wanita berjubah hitam sudah mengarah ke batang leher Xi Ryu.


TRINGG


Xi Ryu dengan cepat menangkisnya, "Sepertinya tidak ada waktu untuk berfikir." batin Xi Ryu sambil menangkis serangan wanita berjubah itu. Kali ini serangan wanita itu sangat serius, serangan yang cepat ditambah petir yang bisa menyambar kapan saja dari pedangnya.

__ADS_1


Xi Ryu yang lengah, akhirnya terkena sabetan pedang di tangan kirinya dan bahu. Saat terkena serangan itu tangan kirinya dan bahunya mengalami mati rasa selama 2 detik.


"Baiklah aku terpaksa memakai jurus milikku ini." gumam Xi Ryu sambil menangkis serangan terakhir dari jurus milik wanita berjubah.


Wanita berjubah hitam kali ini terkejut, "Bagaimana mungkin kau yang hanya pendekar Tingkat Bumi - Akhir dapat bertahan dan hanya mendapat luka kecil dibagian bahu dan tangan?" wanita berjubah hitam itu tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.


Xi Ryu hanya tersenyum tipis menjawab pertanyaan dari keterkejutan wanita berjubah hitam, "Jurus Pedang Langit - Semilir Angin." gumamnya pelan.


Tiba-tiba angin disekitar Xi Ryu dan wanita berjubah hitam bergerak kencang, angin itu lalu berpindah tempat ke pedang yang dipakai Xi Ryu. Angin berputar pelan di pedang Xi Ryu, Xi Ryu tersenyum kecil, "Jurus ini akan merepotkan untukmu." Xi Ryu lalu menebaskan pedangnya di udara, saat pedang milik Xi Ryu berayun 3 pisau angin yang sudah diatur oleh Xi Ryu bergerak cepat kearah wanita itu.


Xi Ryu mengayunkan kembali pedangnya dengan cepat, hingga angin yang ada di pedang Xi Ryu habis tidak tersisa.


Wanita berjubah hitam yang melihat itu melebarkan matanya dia tidak bisa tidak terkejut setelah melihat jurus yang Xi Ryu keluarkan. Jurus tingkat tinggi, yang kekuatannya hanya sedikit dibawah jurus terbaiknya yang sampai sekarang masih belum dia kuasai dengan sempurna.


Meskipun hanya terlihat ratusan pisau angin yang kelihatannya tidak berbahaya bagi orang yang berada di tingkat langit dan terlihat tidak bisa melukai orang yang berada ditingkat langit. Menurut pengelihatannya dan analisa singkatnya, pisau angin itu sangat tajam, bahkan bisa melukai pendekar yang baru saja berada di tingkat langit - menengah.


Wanita berjubah hitam itu menghela nafas berat, "Sepertinya ini akhir dariku, jika saja aku sudah menguasai jurus terakhir dari jurus pedang biru mungkin hanya butuh sedikit usaha untuk melepas diri dari pisau angin ini." wanita berjubah hitam itu melihat kedepan, ke pisau angin yang mengarah padanya. Lalu menutup matanya.

__ADS_1


WUSS…. WUSS…. WUSS….


Tidak ada pisau angin yang mengarah pada wanita berjubah itu, semua pisau angin itu mengarah kearah jubah hitam wanita itu, saat pisau angin terakhir mengenai jubah wanita itu. Jubah hitamnya yang hanya tersisa sobekan-sobekan kecil lepas dari tubuhnya, hanya menyisakan baju yang biasa dipakai oleh pendekar aliran putih.


__ADS_2