
Di kediaman walikota.
"Ahhh!!! Sial, kenapa anak itu tidak terbunuh." Walikota memarahi pria berbadan besar, yang sebelumnya bertarung dengan Xi Ryu.
"Maaf tuan, tetapi anak itu sangat kuat meskipun perkiraanku anak itu setingkat di bawahku, tetapi dirinya mampu menaklukan 2 orang tahap Fana menengah sekaligus, akupun hampir terbunuh tapi untungnya aku diampuni olehnya dan hanya dibuat tidak sadarkan diri." ucap orang itu.
"Sialan, Chu kuperintahkan padamu bunuh dia bagaimanapun caranya. CEPAT!!!" Walikota itu memerintah pada orang itu yang ternyata bernama Chu.
"Maaf tuan saya tidak bisa. Bagaimanapun saya berhutang nyawa padanya, juga dia ditemani orang dewasa yang kemungkinan besar dirinya jauh lebih kuat daripada diriku, saya tidak bisa membaca tingkat praktiknya. Jadi saya sarankan tuan untuk tidak menganggunya. Mulai sekarang saya mengundurkan diri bekerja disini." Chu membungkukan tubuhnya, lalu pergi meninggalkan walikota di ruangannya.
"Arghh, sialan. Bagaimanapun caranya, aku harus membunuhnya." Ucap walikota dengan dendam yang membara.
Di penginapan awan.
Xi Ryu dibaringkan di kamarnya oleh Fu Xiang. Fu Xiang menambah masa menginap menjadi 1 minggu. Karena menurutnya masalah ini akan menjadi panjang.
Sekarang sudah lebih dari 4 jam Xi Ryu tidak sadarkan diri, hari sudah mulai malam dan Fu Xiang dengan santainya makan di lantai satu, Fu Xiang tidak menghawatirkannya, karena Fu Xiang sudah tahu kalau Xi Ryu hanya perlu beristirahat dan membiarkan tubuhnya membaik dengan sendirinya, meskipun pastinya ini membutuhkan waktu yang cukup lama.
Malam pun datang, Fu Xiang hanya tidur dengan tenang. Sedangkan Xi Ryu terbangun. Dia barusan bermimpi buruk, mimpi yang paling menakutkan dan jarang sekali dia mimpikan. yaitu, Xi Ryu dikejar-kejar hantu dan Xi Ryu tidak bisa berdo'a ataupun bergerak.
__ADS_1
"Arghh, Sial mimpi buruk." Xi Ryu bangun dengan nafas yang tak beraturan, beberapa menit kemudian Xi Ryu dapat menenangkan dirinya.
"Apa sekarang sudah pagi?" Xi Ryu kemudian mengecek jendela dan ternyata masih malam. 'KRUK…KRUK…' Suara perut berbunyi. Xi Ryu bergumam, "Ahh lapar sekali, aku ingin makan." Xi Ryu keluar dari kamarnya, lalu turun ke lantai bawah.
Xi Ryu datang ke meja kasir untuk memesan, saat sudah sampai di meja kasir Xi Ryu berkata, "Pesan Ayam Goreng Spesial porsi besar Satu."
"Baik, apa tuan mau pesan yang lain?" ucap Kasir itu sambil menulis pesanan Xi Ryu. "Emm, dengan minumannya satu, minuman apa saja asal jangan arak." ucap Xi Ryu.
"Baik, mohon ditunggu." Kasir itu sambil tersenyum.
Xi Ryu lalu pergi ke meja yang biasa dia tempati. Yaitu, meja yang berada dipojok. Saat itu Xi Ryu berfikir, apakah dia bisa dengan cepat bertambah kuat? Xi Ryu berfikir hingga beberapa menit berlalu, Tak butuh waktu lama makanan sampai di meja. Karena hari sudah malam, jadi tidak banyak orang yang ada di lantai bawah, jadi Xi Ryu bisa tenang dan sedikit bersantai.
"Sepertinya kapasitas perutku hanya sampai sini." Xi Ryu tertawa kecil, kemudian melihat sekelilingnya. Sepinya orang di tempat ini membuat Xi Ryu menjadi tenang, Xi Ryu melemaskan tubuhnya dan menikmati suasana sepi ini.
Beberapa menit berlalu, kemudian Xi Ryu terpikir sebuah ide, "Sepertinya berjalan-jalan bukan ide yang buruk." Xi Ryu bangkit dari mejanya. Lalu membayar makanannya, sesudah itu Xi Ryu keluar dari penginapan itu.
Di luar penginapan banyak lentera yang terpasang. hampir ada di sepanjang jalan, Tempatnya sepi tetapi masih ada saja orang yang berlalu lalang di jalan. Xi Ryu yang melihat hanya bergumam, "Jadi seperti ini keadaan kota di malam hari." Xi Ryu lalu berjalan-jalan menyusuri jalan.
Xi Ryu berjalan sambil melihat-lihat, ternyata masih banyak toko-toko yang masih buka sampai sekarang. Saat Xi Ryu sedang asyik melihat-lihat kota, Xi Ryu melihat sebuah gang sempit yang agak mencurigakan, gang tersebut memiliki lebar kira-kira seperempat meter dan juga gelap.
__ADS_1
Entah kenapa rasa penasaran langsung merasuk ke tubuhnya, hingga Xi Ryu merasa penasaran. Xi Ryu kemudian masuk kedalam gang itu. Menyusuri jalan gelap itu hingga saat sudah sampai di akhir jalan Xi Ryu melihat seorang nenek peramal, nenek itu berkata, "Hei nak, namamu Xi Ryu bukan?." nenek itu sambil tersenyum lebar.
mendengar perkataan nenek itu membuat Xi Ryu kaget. Xi Ryu bertanya pada nenek itu, "Dari mana nenek tahu namaku?."
"Banyak yang aku tahu, jadi kau tak perlu bertanya seperti itu. Kita ke intinya saja, apakah kau ingin diramal? Mungkin jika kau mau, aku akan memberikanmu jawaban dari pertanyaanmu tadi." ucap nenek itu menawarkan.
Tanpa pikir panjang Xi Ryu berkata, "Baiklah aku ingin diramal berapa biayanya?." ucap Xi Ryu.
"Hanya dua puluh keping emas, tapi karena sekarang aku sedang senang. Aku akan memberimu potongan setengah harga, bagaimana? apa kau tertarik."
"Mahal sekali, 5 keping emas saja. bagaimana?" tawar Xi Ryu, meskipun Xi Ryu mempunyai banyak emas pemberian Yang Shu di dalam Cincin Naga miliknya tetapi Xi Ryu tidak ingin memakainya untuk sesuatu yang kurang penting menurutnya.
"Baiklah lima keping emas. Sini cepat bayar? Dasar orang kikir, padahal kau mempunyai banyak harta." ucap peramal itu kesal, kemudian dia mengulurkan tangannya meminta bayaran.
Xi Ryu sedikit terkejut mendengar perkataan nenek itu, tetapi dia langsung meredam keterkejutannya, "Nah lima keping emas." ucap Xi Ryu sambil memberikan 5 keping emas.
"Baiklah aku akan mulai meramalmu." peramal itu lalu mengambil kartu lalu memainkannya, Xi Ryu yang melihat itu hanya diam memperhatikan.
Setelah selesai meramal. Peramal itu berkata, "Di masa depan kau akan menghadapi masalah yang sangat-sangat besar, karena masalah itu akan menyangkut semua nyawa orang orang yang kau sayangi dan hanya kau satu-satunya harapan para manusia yang bisa mengalahkan masalah besar itu."peramal itu menghela nafas lalu berkata kembali, "Dan kau juga akan menghadapi masalah kecil besok." ucap peramal itu.
__ADS_1