Pendekar Pulau Es 1

Pendekar Pulau Es 1
MENINGGALKAN PULAU ES


__ADS_3

" Apa yang harus saya lakukan suhu?"


" Lay er,dengan kemampuanmu kamu dapat menyusup kedalam istana,untuk mengumpulkan bukti bukti kalau pejabat dan Kasim itu telah memberikan bukti bukti palsu terhadap jendral sein dan jendral lainya."


" Menyusup suhu?bukankah mereka telah mengenaliku saat sayembara yang di adakan di istana?"


" Jangan khawatir lay er,suhu sudah mengirimkan surat pada tabib Lin Qio untuk mengajarimu merubah wajahmu agar tidak di kenali oleh orang orang di dalam istana."


" Baiklah suhu,saya akan mencoba menyamar kedalam istana.


" Terima kasih lay er,atas kesedihanmu membantu jendral sein ji dan jendral lainya yang tidak bersalah.


suhu akan membimbingku agar kamu lebih cepat mengusai jurus kesembilan siulan dewa kematian dan jurus terkahir yaitu jurus kesepuluh.


jurus dewa menggetarkan bumi.


Sin liong pun setiap hari kembali keruang rahasia untuk membimbing cia tong lay mengusai jurus jurus ciptaanya.


Sudah hampir sebulan akhirnya cia tong lay berhasil mengusai jurus jurus ciptaan gurunya dengan sempurna.


Berkat bimbingan gurunya akhirnya cia tong lay pun dapay mengusai jurus jurus yang sangat dahsyat yang belum satupun pendekar dunia persilatan yang sanggup menghadapi jurus ciptaan sin liong atau pendekar naga langit.


Saat sin liong dan para muridnya berkumpul untuk memberi wejangan wejangan tentang arti hidup yang sesungguhnya.


seekor burung merpati dengan sebuah surat di ikat di sebuah kakinya mengintari mereka.

__ADS_1


Dengan cepat sin liong terbang menangkap burung merpati itu.


lalu di bukanya surat yang ada di kaki burung merpati itu.


Sin liong membaca isi surat dengan kening berkerut,wajahnya tampak sedikit muram.


dia pun menarik nafasnya dalam dalam tanda dia tidak puas dengan isi surat itu.


" Suhu ada apa?mengapa wajah suhu berubah?"


" Lay er,sepertinya kamu harus segera berangkat,karena situasi di istana sangat genting.


sekarang istri dan para pengikut jendral sein juga di tahan .


" Apa suhu,sein Bu yang mendengar kabar ayahnya dan ibunya di penjara merasa terkejut."


" Mengapa begini suhu,apa yang telah di lakukan ayah?


sein Bu dengan perasaan khawatir bertanya pada gurunya."


" Sabar Bu er,tenangkan hatimu.


jangan terbawa suasana,suhengmu akan pergi ke istana untuk mencari bukti kalau ayahmu tidak bersalah."


" Ayah...ibu...maafkan aku yang tak dapat menolong Kalian."Sein Bu berlutut sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


" Bu er,tenanglah tidak akan terjadi apa apa pada ayah ibumu Bu er."


Sin liong merasa terharu saat Bu er meneteskan air mata.


" Baiklah suhu,kapan saya harus berangkat?"


" Hari ini juga lay er,suhu sudah mengirimkan surat pada tabib lin Qio,untuk menunggumu di kota raja.


Cia tong lay mengangguk,dia pun menyiapkan bekal ke kota raja.sin liong juga memberi dua kantung emas pada Cia tong lay dari harta pulau es.


Cia tong lay pun berangkat setelah meminta doa restu pada suhu dan subonya..


cia tong lay pun berangkat keluar dari pulau es menuju kota raja.


Dengan ilmunya sekarang,Cia tong lay tak perlu menggunakan perahu lagi.


dia dapat menciptakan balok balok es seperti gurunya dan dengan ilmu meringankan tubuhnya tubuh layaknya seperti berlari di daratan.


##########


" Apa yang akan kita lakukan tuan Ling?"


" Tidak perlu ragu tuan Mung semua sudah kita rencanakan dan selama ini rencana kita telah berjalan dengan mulus.


tinggal si tua Bangka itu yang harus kita singkirkan dahulu.

__ADS_1


" Apa rencana tuan Ling selanjutnya?


Dengan senyum licik,Ling bo mendekati Kasim Mung Xin peng dan membisikan sesuatu yang membuat mereka keduanya tersenyum dan tertawa terbahak bahak.


__ADS_2