
Pangeran Liu bak dan cia tong lay yang berada di udara saling melepaskan pukulan andalan mereka masing masing membuat Kilauan cahaya yang sangat menyilaukan mata akibat kedua tangan mereka saling beradu.
Sungguh pertarungan yang sangat menakjubkan dan membuat para jendral yang menyaksikan pertarungan itu hanya bisa berdecak kagum kepada dua pendekar itu.
Cia tong lay yang masih menggunakan jurus jurus dewa merusak formasi membuatnya lebih unggul dalam hal kecepatan.
tetapi akibat luka di dadanya karena pedang pangeran liu bak membuat kecepatanya semakin lama semakin berkurang.
Sehingga sebuah pukulan dari pangeran Liu bak berhasil mendarat di perutnya membuat dirinya terlempar sangat jauh hingga menghantam dinding luar istana.
Tubuh cia tong lay langsung terjatuh ketanah dan perutnya seperti terbakar oleh pukulan dari pangeran Liu bak.
Pangeran Liu bak pun mengejar tubuh cia tong lay dan melepaskan beberapa pukulan
tetapi cia tong lay berhasil menghindari pukulan dari pangeran Liu bak sehingga pukulan pangeran Liu bak hanya mengenai dinding dinding istana dan mengakibatkan dinding istana hancur berlubang lubang.
Cia tong lay pun menggunakan jurus tinju dewa untuk menahan pukulan dari pangeran Liu bak,jurus kedua dari ciptaan gurunya membuat kedua tangan Cia tong lay menjadi berwarna kuning keemasan.
Saat pukulan pangeran Liu bak di tahan oleh cia tong lay dan kedua tangan mereka saling beradu sebuah ledakan yang sangat keras terdengar.
Dan membuat pecahan tanah di sekitar mereka naik hingga satu meter.
Pangeran Liu bak tercampak hingga belasan meter dan tubuhnya terbanting jatuh ketanah membuat dirinya kembali memuntahkan darah segar yang cukup banyak.
" Pangeran..."
Seseorang yang tak lain malaikat berhati iblis mendekati pangeran Liu bak dan berusaha menolongnya.
__ADS_1
Malaikat berhati iblis yang sejak tadi menyaksikan pertarungan pangeran Liu bak dengan pendekar yang berhasil mengalahkannya dengan mudah hanya bisa menonton dari sebuah pohon.
Wuan Yo tidak berani untuk membantu pangeran,karena dia sadar kalau ilmunya masih jauh berada di bawah mereka.
Tetapi saat pangeran Liu bak terluka,dia segera menolong pangeran Liu bak dan akan membawa pangeran Liu bak kabur.
Tetapi niat itu harus gagal saat dia ingin membawa pangeran Liu bak,para jendral telah menghadang wuan Yo.
Sehingga kini wuan Yo harus harus bertarung menghadapi lima jendral sekaligus.
walaupun pangeran Liu bak dalam keadaan terluka dia berhasil memberi pukulan jarak jauh kepada salah satu jendral yang mengeroyok wuan Yo sehingga jendral itu terlempar oleh pukulan jarak jauh dari pangeran Liu bak dan membuatnya terluka cukup serius.
Cia tong lay yang berada cukup jauh tidak dapa menolong jendral Yap yang terkena pukulan pangeran Liu bak.
" Mundurlah.."
Para jendral pun mundur dari pertarungan membuat wuan Yo bernafas lega.
tetapi lepas dari para jendral yang mengeroyoknya kini di hadapanya berdiri seorang pemuda berambut putih dengan menatapnya sangat dingin.
" Menyerahlah kalian berdua sebelum kalian kan menyesal."
" Lebih baik kami mati dari pada harus menyerah pangeran Liu bak menatap cia tong lay penuh kebencian.
" Hem..baiklah kalau itu mau kalian."
Muan Yo dan pangeran Liu bak segera menyerang cia tong lay para jendral yang melihatnya hanya bisa diam karena isyarat dari Cia tong lay membuat mereka tidak jadi membantu Cia tong lay.
__ADS_1
Tetapi pangeran Liu bak dan Muan Yo sangat terkejut.
tiba tiba tubuh mereka sangat berat dan susah untuk di gerakan dan akhirnya mematung.
Untuk berbicara mereka juga tak dapat melakukannya,mereka hanya bisa melotot memandang cia tong lay yang seperti membaca mantra dan memandang mereka dengan sangat dingin.
Muan Yo dan pangeran Liu bak merasakan ketakutan yang sangat luar biasa.
tubuh mereka menjadi dingin karena darah mereka talah menjadi beku akibat jurus mata dewa salju yang di gunakan oleh Cia tong lay.
para jendral dan tabib Lin yang melihat kejadian itu menjadi sangat bingung apa yang sebenarnya terjadi.
perlahan tubuh pangeran Liu bak dan Muan Yo membengkak dan merasakan sakit yang sangat luar biasa.
Tidak lama kemudian tubuh wuan Yo meledak di susul oleh tubuh pangeran Liu bak yang ikut meledak.
membuat daging mereka berhamburan di tanah.
Para jendral yang menyaksikan kejadian itu sungguh tak percaya apa yang mereka lihat.
kejadian yang sangat mengerikan bagi mereka dan baru pertama kali mereka saksikan selama hidup.
Sungguh jurus yang sangat mengerikan yang membuat para jendral bergidik ngeri dan hanya menelan ludah menyaksikan tubuh para pemberontak itu hancur berkeping keping.
Cia tong lay pun terjatuh dan tak sadarkan diri akibat tenaga dalamnya terkuras habis.
tabib Lin pun dengan cepat mendekati cia tong lay dan segera mengobati pendekar pulau es itu.
__ADS_1