Pendekar Pulau Es 1

Pendekar Pulau Es 1
MENUNGGU PARA PEMBERONTAK.


__ADS_3

Setelah mereka mengganti pakaian mereka lengkap dengan sebuah topeng merekapun berakasi dan mengikuti Kasim mung yang memasuki sebuah jalan rahasia di bawah istana.


" sebaiknya tuan Ling tinggal di sini untuk mengawasi pergerakan yang akan membahayakan kita."


" sepertinya begitu,karena saya khawatir tuan Ling menjadi beban buat kita."


Tuan Ling bo,wajahnya sangat memerah karena menahan rasa geram pada iblis mata satu yang merendahkan ilmu silatnya.


andai saja tidak ada pangeran Liu bak mungkin setan mata satu akan di ajak bertarung sampai mati.


" Baik yang Mulya,saya akan meledakan kembang api ini bila keadaan sangat genting."


" Baguslah,beri tahu malaikat berhati iblis untuk segera menyusul kami."


" baik yang Mulya."


Lalu tuan Ling bo kembali keatas dan mencari tahu situasi di dalam kediaman kaisar.


tetapi saat dia masuk kedalam kediaman kaisar beberapa prajurit yang sudah siap siaga langsung menodongkan tombaknya kearah tuan Ling bo.


" Apa apan ini,sungguh berani kalian menodongkan senjata kalian pada saya?


turunkan senjata kalian atau kalian akan menyesal..!"


Para prajurit hanya saling pandang,tetapi senjata mereka masih di arahkan pada tuan Ling bo.


" selamat datang tuan Ling?"


" Jendral Khao?


mengapa kamu di sini?


bukankan kamu sudah mati?


" hahahaha..tuan Ling,mengapa kamu harus heran?rencana licik harus di bayar dengan rencana licik juga."


" Tidak mungkin, apakah ini semua jebakan?"


tuan Ling segera mengambil sebuah kembang api yang ada di balik jubahnya untuk di ledakan agar teman temannya yang ada di lorong bawah tanah mendengar suara ledakan kembang api itu.


Tetapi belum sempat tuan Ling meledakan kembang api itu,jendral Khao telah merampas kembang api itu dari tangan tuan Ling.


" Apa yang kau lakukan jendral Khao?


kembalikan benda itu cepat!!!"


" Mengapa ini harus saya kembalikan?

__ADS_1


apakah ini sangat berharga bagimu tuan Ling?"


" Kurang ajar,mari kita bertarung sampai mati jendral Khao?"


" Apakah kamu mampu untuk menghadapi saya tuan Ling?ambilah benda ini,kalau kamu sanggup."


" Kurang ajar kau jendral Khao,matilah kau.!"


Para prajurit yang mendapat kode isyarat dari jendral Khao segera menurunkan senjata mereka dan mundur mengelilingi tuan Ling dan jendral Khao.


Tuan Ling melihat ke sekelilingnya dan tidak ada celah sedikitpun dia untuk kabur.


dengan terpaksa tuan Ling harus menghadapi jendral Khao yang memiliki ilmu silat yang lumayan tinggi.


Tuan Ling menyerang jendral Khao dengan sebuah pisau kecil yang selalu terselip di pinggangnya.


dengan gerakan seperti menikam kearah perut jendral Khao.


Jendral Khao dengan sangat mudah menghindar dari serangan tuan Ling,sekali tendang pisau yang ada di tangan tuan Ling terlepas dari tangan tuan Ling tak hanya di situ sebuah tendangan melengkung mengarah keperut tuan Ling sehingga tuan Ling mundur beberapa langkah kebelakang.


Tuan Ling jatuh berlutut sambil mengerang kesakitan dan memegangi perut yang terasa mulas akibat tendangan telak dari jendral Khao.


" kurang ajar.."


tuan Ling yang sangat marah kepada jendral Khao.


Diapun menyerang jendral Khao dengan membabi buta,membuat dia sendiri harus jatuh bangun akibat tendangan dan pukulannya hanya mengenai tempat yang kosong dan membuat tubuhnya tidak seimbang dan terjatuh.


karena rumor kalau tuan Ling memiliki ilmu silat tinggi ternyata hanya isapan jempol belaka.


Menghadapi jendral Khao tuan Ling seperti orang yang baru belajar ilmu silat karena tidak memiliki kuda kuda yang kuat.


Sebuah tendangan kembali mendarat di perut tuan Ling sehingga tuan Ling kembali terlempar kebelakang.


kali ini tuan Ling memuntahkan darah segar,perutnya terasa mules dan tak mampu bangkit lagi.


" Tangkap dia prajurit,dan jebloskan kedalam tahanan."


para prajurit pun langsung menyeret tuan Ling kedalam tahanan.


" Benda apa ini?sebaiknya benda ini saya serahkan pada kaisar."


Jendral Khao pun masuk keistana menemui jendral jei.


saat di dalam ruangan istana,para jendral dan kaisar telah berkumpul.


Mereka sengaja menunggu kedatangan para pemberontak yang ingin membunuh kaisar.

__ADS_1


pergerakan para pemberontak telah di ketahui oleh kaisar dan jendral lainya.


Demua prajurit telah mengepung seluruh istana.berkat Cia tong lay yang berhasil menyusup dan mendengar pembicaraan mereka yang akan membunuh kaisar malam ini.


" Salam paduka.."


jendral Khao memberi hormat pada kaisar.


" apa yang kamu bawa itu jendral Khao?"


" Maaf paduka,saya tidak mengerti ini benda apa saya mendapatkan dari tuan Ling yang sepertinya benda ini sangat mencurigakan."


jendral Khao pun memberikannya pada kaisar.


" Dimana sekarang tuan Ling jendral Khao?"


" Dia telah saya ringkus paduka.


dan saya jebloskan kedalam tahanan."


" Bagus jendral Khao."kaisar memuji jendral Khao dan memperhatikan benda yang di berikan pada jedral Khao.


Hem..sepertinya ini sebuah kembang api.lalu memberikan kepada jendral Yap yang berada paling dekat dengan kaisar.


karena jendral Yap adalah seorang yang ahli dalam hal persenjataan.


jendral Yap pun memperhatikan benda itu


" benar paduka,ini adalah kembang api.


benda ini berasal dari negri Wei."


" untuk apakah tuan Ling membawa benda ini?"


" sepertinya benda ini hanya untuk memberikan isyarat paduka?"


jendral Yap menjelaskan kegunaan benda itu pada kaisar.


" Hem saya pikir juga begitu jendral Yap.


jendral jei,apakah perangkap buat para pemberontak itu telah siap?"


" Sudah paduka,pendekar Cia yang di temani oleh tabib Lin,telah berada di ruangan kaisar.


mereka menunggu para pemberontak itu datang."


" Bagus jendral jei,malam ini mereka harus kita ringkus."

__ADS_1


" Siap.."


jawaban para jendral serentak membuat dinding dinding istana seperti bergetar.


__ADS_2