Pendekar Pulau Es 1

Pendekar Pulau Es 1
SERANGAN JARUM BERACUN


__ADS_3

Saat pertandingan berlangsung seseorang yang sangat misterius melepaskan jarum beracun kepada kaisar Liu Li hok,tak seorangpun mengetahui serangan itu selain Sin liong yang sangat dekat dengan kaisar.


Sin liong berhasil menggagalkan serangan jarum beracun itu dengan sebuah butiran es yang di ciptakan oleh sin liong untuk meruntuhkan jarum yang mengarah ke kaisar Liu Li hok


mendapatkan serangannya gagal pria misterius itu berusaha melarikan diri.


Sin liong segera mengejar pria misterius itu sampai keluar gerbang kota raja.


akhirnya sin liong berhasil mengejar pria yang memakai sebuah topeng dan menutupi wajahnya.


Dengan ilmu meringankan tubuhnya sin liong telah berada di depan pria misterius yang ingin membunuh kaisar dengan senjata beracun yang sangat mematikan.


Pria bertopeng itu langsung menyerang sin liong dengan puluhan senjata dengan rahasia berupa jarum.


mendapat serangan dengan jarak dekat sin liong pun membuat butiran butiran es dan meruntuhkan semua jarum beracun yang mengarah padanya.


Pria bertopeng itu sangat terkejut,karena tak satupun senjata rahasianya berhasil mengenai lawanya.


dengan sedikit cerdik lalu dia mengeluarkan sebuah bom asap yang berisikan racun membuat bom yang di lemparkan ke udara meledak dan mengeluarkan asap yang sangat tebal sehingga pandangan sin liong tertutup.


Sin liong mundur beberapa langkah untuk menghindari asap beracun itu setelah asap beracun itu menipis dan akhirnya menghilang pria yang memakai topeng itu juga menghilang.


Sin liong kehilangan pria bertopeng entah sudah pergi kemana,tak lama teriakan suara wanita memanggil dirinya.


" Tuan sin.."


Sin liong menoleh kearah suara wanita itu.


" kemana pengecut itu tuan sin?"

__ADS_1


" Dia sudah kabur nona thio."


" Mengapa dia ingin membunuh kaisar tuan sin?"


" Entahlah nona thio,sebaiknya kita kembali ke istana saya khawatir teman temanya berada di kerumunan penonton dan berusaha membunuh kaisar."


Merekapun kembali ke kota raja,dengan perasaan yang sangat cemas.


tetapi saat mereka kembali untuk melihat pertandingan sayembara telah di tutup untuk hari ini dan di lanjutkan besok pagi.


Akhirnya sin liong kembali kerumah jendral sein,dan membawa thio bi lan untuk berkunjung kerumah jendral sein.


Sin liong yang di beri medali oleh jendral sein agar lebih mudah memasuki istana.


mereka pun menuju rumah jendral sein ji,saat sampai di kediaman jendral sein ji,sin liong di sambut sein Bu yang langsung meminta gendong dengan sein Bu.


" Paman..kenapa pulang lama sekali?


paman bersama bibi siapa?"


Sin liong tersenyum pada sein Bu,memang semenjak dia tinggal di rumah jendral sein ji,sein Bu sangat manja dengan sin liong.


" Bu er paman tadi ada urusan penting,ini kenalkan bibi thio."


" salam bibi thio.."


Thio bi lan tersenyum,pada sein Bu


walau dahulu dia pernah menikah Thio bi lan

__ADS_1


tetapi thio bi lantidak memiliki seorang anak sehingga bila melihat anak anak kerinduan akan mempunyai anak membuatnya termenung terbawa suasana.


" Bibi bibi bibi,sein Bu memanggil thio bi lan berulang kalibuat lamunan thio bi lan menjadi buyar..


"


" Ada pa bu er?"


" Kenapa bibi melamun?"


" Tidak ada apa apa Bu er."


" Bu er..bu er...suara Cong Li memanggil anak bungsunya."


" Sebentar ya bibi,ibu memanggil saya tu..


sambil menunjuk ibunya."


Cong Li menatap Thio bi lan yang bersama anaknya semntara sin liong hanya bisa menggaruk kepalanya saat pandangan kakaknya mengarah padanya.


" Adik liong,kenapa teman kamu tidak di suruh masuk?"


" Maaf kakak Li,tadi masih kenalan dengan Bu er."


" Mari masuk nona."


Cong Li pun,mempersilahkan thio bi lan untuk masuk.


di ruangan tamu,cia tong lay yang sedang asik bercerita dengan jendral sein ji.

__ADS_1


" Maaf saya terlambat pulang."


Jendral ein ji dan Cia tong lay tersenyum pada sin liong dan wanita yang ada di belakangnya.


__ADS_2