Pendekar Pulau Es 1

Pendekar Pulau Es 1
MENDAPAT BERITA AYAHNYA TELAH MENINGGAL.


__ADS_3

Suasana yang sangat mengharukan membuat mereka lupa dengan Cia tong lay yang hanya berdiri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tiba tiba dari dalam rumah sein Bu melihat ibunya sedang berpelukan dengan pria lain merasa kebingungan.


" ibu.."


Cong Li dan sin liong melepaskan pelukan mereka dan Cong Li menghapus air matanya dengan ujung bajunya.


" Bu er..kamu sudah bangun?"


" Sudah ibu,siapakah paman ini ibu?"


" Dia ini paman liong,yang sering ibu ceritakan padamu nak."


" apa paman liong?"


sein Bu menatap sin liong dengan penuh keheranan.


Selama ini ibunya sering bercerita tentang paman liong,seorang pendekar yang sangat sakti dan mempunyai hati yang baik.


" maaf paman,sein Bu memberi hormat."


sin liong tersenyum kepada keponakanya


" Siapa nama kamu anak baik?"


" Nama saya Sein Bu paman."

__ADS_1


" Hem nama yang bagus,lalu sin liong menggendong sein Bu walau sein Bu kecil."


" Adik liong siapakah anak muda yang ada bersamamu."


Sin liong baru ingat kalau Cia tong lay juga ikut bersamanya,sin liong tersenyum sambil merasa bersalah kepada murid kesayanganya itu.


" Maaf kakak Li dan kakak ji,dia murid saya Cia tong lay.


Sein ji dan Cong Li yang pernah mendengar murid dari Sin liong dari perguruan Kun lun Pai bahkan kakek guru mereka Cing sun kalah saat beradu tenaga dalam dengan Cia tong lay.ternyata pendekar pulau es masih sangat muda batin mereka.


Cia tong lay pun memberi hormat pada mereka berdua.


Cong Li dan sein ji tersenyum pada Cia tobg lay mungkin usia cia tong lay sama dengan usia anaknya yg sulung sein Mey yang sekarang sedang di perguruan Kun lun Pai untuk memperdalam ilmu silatnya.


" Ternyata di rumah saya sekarang telah kedatangan dua pendekar sakti ucap sein ji sambil tertawa dan di balas tawa mereka yang ada di situ."


Sin liong terkejut,hampir saja dia berteriak mendengar ayah angkatnya telah tiada berita yang di sampaikan oleh kakaknya sangat membuat dia terkejut.


" Apa yang terjadi denga ayah kakak Li?"


Cong Li menceritakan bagaimana ayah mereka yang lagi sakit berusaha tetap memimpin desa pencing.


Cong Li yang mengetahui ayahnya sakit berusaha membujuk untuk tinggal di istana tetapi ayahnya dasar keras tidak mau dan tetap tinggal di desa pencing sampai akhir hayatnya.


tak terasa air mata sin liong membasahi pipinya,sin liong berusaha menahan kesedihan yang iya rasakan tetapi walau sin liong yang mempunyai ilmu tinggi,tetapi dia juga manusia.


" Paman liong menangis?"

__ADS_1


sein Bu yang masih di gendongan sin liong menatap sin liong yang berusaha menghapus air matanya.


" Tidak Bu er,paman sedang kelilipan debu,sin liong berusaha menutupi kesedihan dari sein Bu."


" Adik liong,apakah kalian ingin mengikuti sayembara?"


jendral sein ji mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak larut dalam kesedihan.


" Kedatangan kami hanya untuk menonton sayembara ini kakak ji."


" Hem sayang sekali,padahal dunia persilatan ingin sekali melihat pendekar naga langit dan pendekar pulau es bertarung di arena sayembara."


" Hem..sepertinya lay er,boleh juga ikut sayembara."


celetuk Cong Li.


" saya..?"


Sin liong menatap muridnya dan menganggukkan kepalanya.


" lay er,anggap saja ini latihan kamu selama kamu sakit?"


Cia tong lay tidak dapat membantah,kebetulan dia juga ingin menjajal kekuatan barunya yg ada di dalam tubuhnya.


" baiklah suhu.."


Cia tong lay hanya bisa mengharukan kepala yang tidak gatal melihat melihat tingkah cia tong lay sein Bu tertawa dan akhirnya diruang itu ikut tertawa.

__ADS_1


__ADS_2