
walau agak terbatuk, cing sun tersenyum puas kepada cia tong lay.
guru..sun pek, mendekati cing sun yg susah payah untuh berjalan.
cing sun di bantu oleh sun pek untuk duduk di batu besar itu.
" he. he..ternyata sin liong telah berhasil menciptakan pendekar sakti sepertimu.
jurus apakah yg kamu pakai sicu?"
" maaf locianpwe, saya tidak bermaksud untuk menyerang locianpwe. gerakan reflek dari tubuh saya yg langsung menahan pukulan locianpwe dengan jurus tangan inti es."
" a.. a.. pa, ilmu dari pulau es??
dari mana sin liong mendapat ilmu itu?"
" dari pulau es locianpwe."
" hem...memang nasib gurumu sangatlah beruntung, dia selalu saja menemukan ilmu ilmu langka di tengah kemelutnya dunia persilatan yg sangat serakah untuk mendapatkan ilmu ilmu sakti."
" apakah kamu Sintong(anak ajaib)itu sicu?"
cia tong lay hanya terdiam, karena gurunya tidak pernah bercerita tentang masa lalunya. gurunya hanya bercerita kalau dia menemukan dirinya di tepi sungai.
" kenapa sicu menunduk?"
" entahlah locianpwe, guru tidak pernah bercerita asal darimana diriku berada."
" sudahlah mungkin belum saatnya gurumu memberitahukan dirimu.
oiaya kenapa gurumu tidak datang bersamamu?"
" belum waktunya locianpwe."
__ADS_1
" belum waktunya? kenapa demikian?
" entahlah locianpwe, di pulau es guru sering melamun dan mengurung diri."
" sungguh jalan pikiran gurumu susah di tebak."
" begitulah locianpwe, suatu saat guru pasti akan kembali."
" mungkin ilmu gurumu sekarang, sukar sekali di cari tandinganya."
" guru..sun pek yg tadi diam hanya mendengar percakapan cia tong lay dan sing cun kini buka suara."
" ada apa sun pek?sin liong menitipkan dua buah kitab ini."
sun pek pun menerima kitab yg di keluarkan dari balik jubahnya.
" bukankah ini kitab jurus pedang sakti yg telah lama hilang."
" iya guru, saya juga terkejut."
cing sun sangat berterima kasih,kepada cia tong lay. dan sin liong karena telah mengembalikan kitab jurus pedang sakti yg telah lama hilang.
cia tong lay, meminta izin pamit.untuk kembali ke pulau es.karena tugasnya sudah selesai.
hati cia tong lay kini lega tanpa beban, tetapi saat di baru saja keluar dari gerbang perguruan kun lun,seseorng mengikutinya dari belakang.
cia tong lay mengetahui kalau seseorang mengintainya. diapun dengan kecepatanya menghilang dari pandangan orang yg menguntitnya.
" kemanakah pemuda yg tak tau malu itu.
sayang dengan wajahnya yg lumayan tampan, tetapi."
dia tak melanjutkan kata katanya, diapun ingin kembali. tetapi saat dia ingin kembali. dia hampir saja melompat pingsan kini cia tong lay berada tepat di depanya.
__ADS_1
" kau.. manusia apa siluman?"
cia tong lay tersenyum kepadanya, yg membuat cui yin, membuang muka saat cia tong lay tersenyum kepadanya.
" ada apa nona, kenapa kamu mengikuti saya?"
" siapa yg mengikutimu, dasar tak tau malu."
cui yin pun pergi meninggalkan cia tong lay. tetapi hati cui yin berdegup kencang saat bertatapan dengan wajah cia tong lay.
ingin rasanya menghentikan langkah cia tong lay, untuk pergi meninggalkan perguruan kun lun pai.
" hem..jadi nona gk ada keperluan dengan saya.
baiklah saya akan pergi."
" tu. .tunggu..
saat dia membalikan tubuhnya, cia tong lay sudah tidak ada lagi di tempatnya."
hem dasar siluman, tidak tau perasaan wanita.
cui yin pun berlari kembali ke asrama wanita, dengan perasaan hancur. ingin dia mengejar cia tong lay tetapi kemanakah siluman itu pergi dia tidak tau air matanya menetes di pipinya.
sementara cia tong lay, memperhatikan dari balik pohon, dia tersenyum melihat Cui yin.
hem dasar wanita.
lalu cia tong lay, melanjutkan perjalananya.
tetapi saat dia baru saja turun dan menjejakan tanah. dia mendengar suara pertarungan yg sngat hebat.
dia heran, siapakah yg bertarung itu.
__ADS_1
dengan ilmu ginkangnya dia, mencari sumber suara itu.