
Di sebuah ruangan yg tidak terlalu megah,seorang biksu yg umurnya mungkin di perkirakan hampir seratus tahun sedang khusuk membacakan doa doa.
lama sin liong dan biksu itu harus menunggu biksu tua itu selesai membaca doa.
hampir dua jam sin liong menunggu akhirnya biksu tua itu membuka matanya dan menyelesaikan doanya.
" sancai sancai,sungguh Budha memberkatimu."
biksu tua itu tersenyum ketika melihat di depannya orang yg selama ini di kenal
dan di tunggu kehadirannya.
" benarkah yg di depan saya tuan sin atau pendekar naga langit?"
sin liong pun memberi hormat pada Dalai lama,benar tetua saya sin liong.
hormat saya pada tetua Dalai lama.
" sudah dua puluh tahun kita tidak lagi bertemu tuan sin,nama besarmu sudah lama terdengar di daerah Tibet ini tuan sin
sungguh pendekar naga langit menjadi pendekar golongan putih yg sangat di segani di dunia persilatan."
sancai sancai..
" tetua Dalai lama terlalu membesar besarkan gelar saya di dunia persilatan.
sepertinya tetua Dalai lama sedang tidak sehat maaf kalau pengelihatan saya salah."
" sancai sancai,memang pengelihatan tuan sin sangat jeli memang beberapa hari ini saya kurang sehat tuan sin.
ada keperluan apa tuan sin jauh jauh kemari?"
" maaf tetua,saya mencari keberadaan bunga mawar hijau?"
" sancai sancai,bunga mawar hijau?
bukankah bunga itu hanya tumbuh di bulan purnama?'
sin liong merasa girang mendengar Dalai lama mengetahui tentang bunga mawar hijau.
" apakah tetua mengetahui tentang bunga mawar hijau?"
__ADS_1
" kamu benar tuan sin,saya sangat mengetahui bunga mawar hijau yg hanya tumbuh di daerah pegunungan Tibet ini.
untuk apakah bunga tersebut tuan sin?"
" bunga itu untuk menyembuhkan murid saya
tetua Dalai lama."
" sancai sancai,murid tuan sin terluka?
" benar tetua,sin liong pun menceritakan bagaimana muridnya cia tong lay terkena racun iblis yg hampir merenggut nyawanya.
dan sekarang menjadi lumpuh."
Dalai lama hanya bisa mengangguk angguk mendengar cerita sin liong .
" sancai sancai,baiklah tuan sin saya akan memberi taukan keberadaan bunga mawar hijau yg sangat langka itu."
" sungguh tetua mengetahui keberadaan bunga mawar hijau?"
sin liong penuh kegirangan.
Dalai lama hanya mengangguk tersenyum.
" baik tetua."
'' tetapi tuan sin harus berhati hati,karena bunga mawar hijau di jaga oleh makhluk misterius yg sangat sakti dan tahan oleh senjata apapun."
" makhluk misterius?makhluk apaka itu tetua?"
" saya juga tidak pernah melihatnya tuan sin.
banyak kabar yg mengatakan semua yg menginginkan bunga mawar hijau itu selalu saja tidak pernah pulang atau selamat.
dan hanya seorang saja yg selamat tetapi dia menjadi gila."
" menjadi gila tetua?mengapa demikian?"
" beberapa tahun lalu,seorang pendekar yg mempunyai ilmu silat yg tinggi berusaha mencari bunga mawar hijau itu.
pendekar itu pun mendatangi keberadaan bunga mawar itu dan mencoba keberuntungan ya.
__ADS_1
karena bunga mawar itu di kabarkan selain untuk obat bisa juga untuk mempercepat peningkatan tenaga dalam yg mahh dahsyat ."
" apa penyebab dia menjadi gila tetua?"
" pendekar yg selamat itu tidak pernah menjelaskan apa yg telah terjadi,dia hanya merasa ketakutan akibat sesuatu yg membuatnya trauma.
sampai sekarang misteri itu belum juga terpecahkan.
dan sejak itu,masyarakat atau pendekar di daerah Tibet tidak lagi berani untuk mencari bunga mawar hijau."
" kalau boleh saya tau apakah pendekar yg selamat itu masih hidup tetua?"
" saya tidak tau tuan sin,tetapi yg saya dengar pendekar itu tinggal di daerah sauciang.
apakah dia masih hidup atau tidak saya juga tidak mendapat kabar yg jelas."
" maaf tetua dimanakah letak bunga mawar hijau itu?"
" tuan sin bisa berjalan ke daerah timur,tuan akan melewati kota sauciang.
dan tuan bisa menanyakan dimana bukit kembar berada kepada penduduk kota sauciang karena letak bunga mawar hijau ada di daerah bukit kembar itu.
" terima kasih atas informasinya tetua dan saya pamit untuk ke kota sauciang.'
" sancai sancai,mengapa terburu buru tuan sin."
" maaf tetua saya takut terlambat mendapatkan bunga mawar hijau itu tetua.
dan saya ingin mempelajari keadaan bukit kembar itu tetua."
" Hem..
baiklah tuan sin,semoga tuan di berkati oleh sang pencipta dan di beri keselamatan."
lalu Dalai lama memberi sebuah pisau berukuran kecil kepada sin liong.
" tuan sin terimalah sebuah pisau ini,sebagai tanda persahatan kita saya tak punya apa apa untuk saya berikan kepada tuan sin."
" tetua kenapa harus repot repot,saya sudah menganggap tetua adalah kakek saya sendiri
tetua tak perlu sungkan."
__ADS_1
setelah menerima pemberian dari Dalai lama sin liong pun memberi hormat kepada Dalai lama dan pergi menuju kota suciang