Pendekar Pulau Es 1

Pendekar Pulau Es 1
MEMOHON UNTUK DI BUNUH


__ADS_3

" saya mengaku kalah pendekar,"prachande yg bertekuk lutut di hadapan sin liong dan menundukkan kepalanya.


" Hem..bangunlah"sin liong merasa sangat kagum dengan monster yg sangat mengerikan yg ada di depannya,walaupun wajahnya dan tubuhnya sangat seram.


tetapi monster ini berani untuk mengakui kekalahanya Tanpa rasa malu.


prachande tak sanggup untuk berdiri,dia masih berlutut di hadapan sin liong.


sin liong mendekati prachande dan menyentuh tubuh prachande tanpa rasa jijik.


prachande terharu baru pertama kali,semenjak dirinya di kutuk ada seorang manusia tanpa rasa jijik menyentuh tubuhnya yg penuh benjolan bersisik.


prachande menatap wajah sin liong,matanya memerah dan berkaca kaca karena dia sangat terharu,tetapi saat melihat punggung sin liong dia sangat terkejut.


ujung pedang naga langit yg ada di punggung sin liong tersingkap karena penutup kainnya terbuka akibat pertarungan dengan prachande.


ujung pedang yg berbentuk kepala naga,membuat prachande langsung mengetahui kalau yg ada di punggung sin liong pedang naga langit.


" pedang naga langit,prachande mundur beberapa langkah."


rasa keterkejutanya membuat membuat raut wajahnya menggambarkan rasa kaget girang menjadi satu.


sin liong melihat perubahan di wajah prachande juga merasa penasaran apa yg sebenarnya terjadi.

__ADS_1


prachande kembali berlutut dan bahkan kini di bersujud di hadapan sin liong.


" tuan pendekar,sungguh mata saya sangat buta di hadapan saya ternyata berdiri seorang pendekar besar tuan tolonglah saya."


sin liong yg masih penasaran menjadi bingung apa yg di maksud oleh monster di hadapanya ini.


" apa yg bisa saya tolong buat kamu monster aneh?"


" lepaskanlah kutukan saya,agar saya terbebas dari kutukan ini yg membuat saya sangat menderita."


" lepaskan kutukan?bagaimana bisa saya bisa melepaskan kutukan anda?"


" bukankan pedang yg ada pada punggung pendekar pedang naga langit?"


" tuan saya mohon lepaskanlah kutukan saya!!"


" bagaimana caranya?"


" bunuhlah saya tuan,saya sudah bosan hidup dengan keadaan tubuh seperti ini."


sin liong hanya bisa mengerutkan dahinya,bagaimana dia dapat membunuh orang yg sudah jelas jelas telah menyerah padanya.


" aku mohon tuan aku mohon."

__ADS_1


prachande sampai beberapa kali memohon pada sin liong untuk membunuhnya hingga prachande sampai bersujud.


seumur hidup sin liong yg sudah melalang lintang di dunia persilatan baru kali ini,dia berjumpa lawan yg ingin dibunuh.


sin liong mundur beberapa langkah,dia bingung apa yg harus dia lakukan.


bukankah membunuh lawan yg sudah menyerah tak berdaya adalah tindakan yg tak terpuji.


apa bila dia melakukanya,apa bedanya dengan para pendekar golongan hitam yg sanggup membunuh lawan yg sudah tak berdaya.


melihat sin liong sepertinya ragu untuk membunuhnya,prachande yg tadi sudah menyerah kini matanya merah menyala,nafasnya memburu sehingga terdengar sangat kuat.


" baiklah pendekar,dari pada saya harus mengemis untuk minta kematian olehmu lebih baik kita bertarung sampai mati."


kini wajah prachande berubah menjadi sangat mengerikan,pertanda semua ilmu yg ada pada dirinya di keluarkan.


" biarlah saya mati bertarung sebagai pendekar dengan tuan,daripada saya harus mengemis kematian dari tuan."


sin liong melihat perubahan dari prachande juga terkejut,saat dia berhasil mengalahkan prachande wajahnya tidak seseram sekarang.


taringnya keluar lidahnya menjulur seperti ular,membuat prachande bagaikan siluman ular.


sungguh di luar dugaan,kini tubuh prachande mengeluarkan bau yg sangat amis,membuat sin liong sangat mual akibat bau amis yg di keluar dari tubuh prachande.

__ADS_1


__ADS_2