
Pangeran Liu bak dan pendekar bayaran mengikuti Kasim mung menyusuri lorong yang sangat gelap.
mereka sengaja tidak membuat obor untuk menerangi lorong yang sangat gelap dan hanya mengandalkan ketajaman mata mereka yang terbiasa sebagai pendekar di dunia persilatan.
Mereka tak mengira kalau mereka masuk dalam perangkap yang akan membuat mereka akan menyesal seumur hidup mereka.
Mereka terus bergerak menyelusuri lorong yang penuh dengan binatang binatang pengerat seperti tikus atau ular.
Saat mereka hampir sampai di ruangan kaisar beberapa senjata rahasia meluncur dengan derasnya kearah mereka.
" Awas ada senjata rahasia.."
Kasim mung berteriak membuat para pendekar bayaran yang ada di belakang Kasim mung panik dan harus menjatuhkan diri untuk menghindari senjata rahasia yang sangat cepat meluncur kearah mereka.
Kasim mung yang berada di depan sangat sibuk meruntuhkan senjata rahasia berupa paku paku yang mengandung racun dengan sebuah pedang yang ada dalam depanya.
Arghh..
Sebuah teriakan dari setan mata satu karena matanya tertembus oleh paku,sehingga kini dia harus buta karena mata yang tinggal satu harus buta tertembus paku.
Setan mata satu terguling Guling karena menahan sakit sementara dan yang lain sibuk menyelamatkan diri dan tidak sempat menolong setan mata satu yang berteriak teriak kesakitan.
'' Mundur...
sebuah suara yang mereka sangat kenal.
__ADS_1
merekapun mundur beberapa meter.
Sebuah angin yang sangat besar meruntuhkan semua paku yang terbang meluncur kearah mereka.
Dan juga menghancurkan mesin jebakan yang mengeluarkan ratusan paku beracun itu.
" Hem..sebaiknya kalian berhati hati."
" yang Mulya,bagaimana dengan setan mata satu?"
" bunuh saja dia,karena dia sudah tidak berguna lagi dan akan menjadi beban bagi kita."
" baik yang Mulya.."Kasim mung pun mendekati setan mata satu yang sedang tergeletak di tanah sambil meraung Raung kesakitan.
" Maaf setan mata satu,saya akan menyembuhkan dirimu.
" Apa yang akan kamu lakukan padaku?"
tetapi suara setan mata satu menghilang dengan hancurnya kepala setan mata satu di tangan Kasim mung.
Kini pangeran Liu bak yang memiliki ilmu paling tinggi di antara mereka memimpin jalan paling depan.
Semua tempat tempat senjata rahasia di hancurkan.
dan akhirnya mereka menemukan sebuah tangga menuju ke atas.
__ADS_1
Merekapun menaiki tangga itu dengan hati hati,dan ada sebuah pintu menuju langsung ke kediaman kaisar.
" Yang Mulya,sepertinya pintu ini hanya bisa di buka oleh sebuah tombol rahasia."
" sepertinya begitu Kasim mung."
Mereka pun mencari tombol rahasia itu dan menemukan sebuah tuas berkepala ular naga yang sedikit tersembunyi jauh dekat pintu rahasia itu.
Ketika tuas di gerakan perlahan pintu itu terbuka,cahaya terang dari sebuah kamar yang sangat mewah langsung menerangi lorong rahasia itu.
wajah mereka sangat girang saat melihat kaisar sedang tidur nyenyak bersama permaisurinya.
Merekapun mendekati kaisar,dengan senyum sangat puas pangeran Liu bak mendekati kaisar yang tertidur lelap.
Hem..sepertinya pekerjaan ini sangat mudah,batin pangeran Liu bak sambil mengayunkan pedangnya untuk membunuh kaisar.
Tetapi dia sangat terkejut saat pedangnya hanya tinggal beberapa centi lagi membelah tubuh kaisar.sebuah tenaga yang sangat besar mendorong pedang itu sehingga hampir saja pedang itu terlepas dari tangan pangeran Liu bak.
Kaisar membuka matanya dan melihat beberapa orang yang memakai topeng telah berada di kamarnya.
" Apa yang kalian lakukan?
mengapa kalian berada di kamar seorang kaisar?"
Cia tong lay atau kaisar palsu yang sengaja menyamar menjadi kaisar pura pura terkejut saat melihat orang orang bertopeng berada di kamar kaisar.
__ADS_1
Pangeran Liu bak yang masih terkejut dengan kekuatan kaisar yang begitu besar mendorong pedangnya semakin terkejut saat melihat kaisar masih keadaan sangat tenang di kepung oleh mereka.