Pendekar Pulau Es 1

Pendekar Pulau Es 1
BERLATIH DI PULAU ES


__ADS_3

Hari hari mereka hanya berlatih,sute dan Suheng sangat kompak mereka selalu berlatih dan bersendau gurau.


Akhirnya Sin liong dan thio bi lan kembali ke pulau es.dengan wajah berseri seri cia tong lay dan sein Bu menyambut gurunya.


" Suhu subo kami sangat senang kalian berdua telah kembali."


" Lay er,Bu er..terima kasih kalian berdua sudah menyambut kami,tetapi masih banyak yang harus kita kerjakan."


" Lay er,sebaiknya kamu ikut saya ke atas bukit itu."


Sementara sein Bu langsung di latih oleh thio bi lan silat tingkat dasar.


Sin liong menghentikan langkahnya di atas bukit yang di penuhi salju,angin yang begitu kencang membuat udara semakin dingin.


" Cia tong lay,untuk sementara kamu harus bersemedi di sini selama satu pekan untuk meningkatkan hawa murnimu.


Karena jurus mata dewa salju itu harus memiliki konsentrasi yang sangat tinggi.


lalu sin liong menancapkan sebuah kayu di depan cia tong lay.

__ADS_1


Tataplah ini lay er,berkonsentrasi lah anggaplah ini seorang lawanmu.


jurus mata dewa salju bukan untuk menghancurkan lawan dari luar tetapi lebih menghancurkan lawan dari dalam.


Jurus ini terdengar sangat mengerikan lay er,tetapi jurus ini hanya untuk melumpuhkan lawan dari dalam tubuhnya."


" Baik suhu saya akan berkonsentrasi ."


Agar tidak mengganggu konsentrasi muridnya,sin liong lalu meninggalkan cia tong lay untuk satu pekan.


Cia tong lay yang berusaha mengumpulkan hawa murninya dan berkonsentrasi dengan sebuah kayu yang menancap di depannya.


Sementara Sin liong yang terus melatih sein Bu kini harus mengajarkan sein Bu untuk menciptakan hawa murninya untuk melawan dinginnya pulau es.


Sein Bu adalah anak yang sangat cerdas dia hanya membutuhkan beberapa hari saja mempelajari bagaimana membentuk hawa murni dari dalam tubuhnya.


Kini sein Bu lebih leluasa tinggal di pulau es,karena dia tak merasa kedinginan lagi bahkan kini daia sudah mulai mengeluarkan butiran keringat saat belajar ilmu silat dengan gurunya sin liong.


Walau Sejak kecil sein Bu hidup dilingkungan istana yang serba mewah sein Bu tidak pernah mengeluh hidup di pulau es yang sangat dingin.

__ADS_1


Tekatnya sudah bulat ingin menjadi pendekar sakti seperti paman atau gurunya sin liong.


selama sein Bu di hidup di pulau es,tak pernah sedikitpun sein Bu di manja oleh suhu dan subonya.


Hari demi hari telah di lewati sudah sepekan cia tong lay belajar berkonsentrasi untuk mengusai jurus mata dewa.


Tetapi cia tong lay hanya bisa menggarukan kepalanya yang tidak gatal,dia hanya cengar cengir tertawa sendiri.


Hem..sepertinya sangat sulit mengusai jurus mata dewa ini,entah bagaimana suhu menciptakan jurus ini dengan tingkat kesulitannya yang sangat tinggi.


Sungguh di luar nalar manusia ,menciptakan jurus yang sangat sulit menggunakan konsentrasi yang dan membuat lawan tak mampu untuk bergerak.


Apa yang harus saya lakukan,cia tong lay bertanya dalam hati pikirannya terus menghantui bagaimana dapat mengusai jurus mata dewa ini.


Kembali cia tong lay harus berkonsentrasi pada sebuah kayu sementara sin liong hanya tersenyum melihat tingkah laku muridnya dari jauh.


Jurus mata dewa salju hanya dapat berpengaruh pada mahluk hidup bukan pada benda mati atau kayu.


karena jurus mata dewa salju untuk menghentikan organ organ di dalam tubuh manusia atau hewan sehingga darahnya bisa membeku.

__ADS_1


Sin liong yang hanya memberi ujian pada Cia tong lay untuk berlatih konsentrasi pada sebuah kayu sudah sangat cukup,karena jurus mata dewa salju harus menggunakan sihir tingkat tinggi dan tenaga dalam.


__ADS_2