Pendekar Pulau Es 1

Pendekar Pulau Es 1
KEMBALI KE KOTA QINYANG


__ADS_3

cia tong lay yg sehari harinya terbaring tak berdaya makan dan minum harus di bantu oleh tabib Lin Qio


sudah hampir satu bulan gurunya pergi ke Tibet untuk mencari obat kesembuhannya.


cia tong lay berharap gurunya berhasil mengumpulkan obat agar di kembali lagi dunia persilatan.


Dengan ilmu yg di ajarkan gurunya untuk membasmi Angkara murka di dunia persilatan.


cia tong lay tampak mulai kurus,akibat penyakitnya yg membuat dia hanya mengkonsumsi bubur saja serta ramuan obat dari Lin Qio


tabib Lin Qio yakin sin liong mampu mencari obat untuk cia tong lay.


sebenarnya Lin Qio mampu menyembuhkan cia tong lay tanpa mustika batu merah dan bunga mawar hijau.


tetapi akibat fatal baginya,kalau pengobatan yg tanpa menggunakan bunga mawar hijau dan mustika batu merah akan mengakibatkan kematian yg di alami cia tong lay.


walau cia tong lay kini mulai bisa menggerakan kedua tanganya Lin Qio selalu masih menyuapi makanan kemulut cia tong lay.


sebenarnya cia tong lay merasa tidak enak terhadap tabib Lin Qio ,tetapi Lin Qio selalu saja memaksa untuk menyuapi cia tong lay.


" tuan cia makanlah ini bubur ayam yg masih hangat."


" maaf tabib Lin,biarlah saya makan sendiri."


" tidak tuan cia,dirimu masih sangat lemah


dan tidak memiliki tenaga untuk makan sendiri."


" tabib Lin saya sudah mulai baikan,sebaiknya saya jangan terlalu di manja."


" tidak usah sungkan tuan cia,saya merasa senang melayani tuan cia."


cia tong lay mengerutkan dahinya,dia merasa terharu dengan sikap polos dari seorang tabib seperti tabib Lin Qio.

__ADS_1


akhirnya cia tong lay GK bisa bicara apa lagi,dia tersenyum ketika tabib Lin Qio menyuapi bubur kemulutnya.


" tuan cia,sebenarnya saya sudah tau kalau tuan cia dan tuan sin adalah pendekar yg saya kagumi di dunia persilatan


sepak terjang tuan dan guru tuan sudah sangat terkenal di dunia persilatan.


bahkan negri Han merasa bersyukur dengan kehadiran para pendekar seperti tuan dan guru tuan.


" maaf tabib Lin,sejak kapan tabib Lin mengetahui indetitas kami berdua?"


" tuan cia jangan terkejut,saat saya memeriksa tuan cia untuk pertama kali


saya sangat terkejut,dengan aliran darah tuan,serta racun iblis yg hampir merenggut nyawa tuan."


" sungguh mata tabib sangat jeli,saya semakin kagum pada tabib Lin."


" sudahlah tuan cia sebaiknya habiskanlah bubur ini,tubuh tuan semakin kurus."


cia tong lay kini semakin semangat untuk sembuh dia sangat yakin gurunya mampu mencari obat untuk dirinya.


sementara sin liong masih menempuh perjalanan ke pegunungan Tibet,untuk mencari bunga mawar hijau.


kini dia telah sampai di kota Qinyang,sudah sangat lama saya meninggalkan kota Qinyang ini sudah 20 tahun


sekarang kota ini begitu sangat besar,dan semakin ramai karena kota Qinyang terdapat kuil suci yg sering di pakai untuk acara keagamaan.


sin liong pun singgah di sebuah restoran yg sederhana dan memesan makanan dan minuman.


para pelayan yg terbiasa dengan orang asing tidak terlalu memperhatikan sin liong sehingga sin liong merasa nyaman.


tak lama pesanan sin liongpun sampai dan sin liong dengan lahap menikmati makanannya.


saat menikmati makanannya,sin liong melihat beberapa biksu sedang membawa mangkok dan meminta sumbangan kepada pemilik restoran.

__ADS_1


di kota Tibet,para biksu sangatlah di hormati sehingga para pelayan langsung mengambil mangkok dari para biksu dan mengisinya dengan beberapa makanan.


sin liong ingin menanyakan kepada salah satu biksu tentang Dalai lama.


tetapi dia sangat ragu karena seorang Dalai lama di kota Qinyang sangatlah di hormati karena sudah di anggap kepala suku atau raja bagi kota Qinyang.


setelah sin liong menghabiskan makanannya,dia pun kekasir dan membayar makanannya dan pergi untuk mencari seorang biksu.


sungguh beruntung pikir sin liong,ternyata para biksu sedang keluar untuk mencari sumbangan ke para penduduk di kota Qinyang


sehingga kota Qinyang di penuhi para biksu yg sedang membawa mangkuk.


sin liong pun mendekati seorang biksu yg sedang membawa mangkuk kosong.


" tuan boleh mengganggu sebentar tuan."


" sancai sancai..


ada apa tuan dan apa yg bisa saya bantu buat tuan."


" tuan bolehkah saya bertanya pada tuan?"


" silahkan tuan."


" apakah Biksu Tang sui Lo( shonam giatsho) masih ada di kuil suci?"


" sancai sancai..


ada apa tuan mencari guru besar?"


" saya adalah sahabat lamanya tuan."


" baiklah tuan,mari ikuti saya."

__ADS_1


sin liong pun mengikuti biksu muda itu mereka pun berjalan ke kuil suci,perubahan kuil suci sungguh membuat sin liong tercengang karena bangunan kuil sudah banyak di pugar yg membuat kuil begitu sangat indah.


__ADS_2